Cara Memanfaatkan Lahan Sisa – Memiliki rumah dengan halaman yang luas adalah impian saya, selain terasa lebih nyaman, halaman yang luas dapat ditanami berbagai pohon buah-buahan dan bunga-bunga indah berwarna-warni. Selain itu membuat rumah menjadi lebih teduh dan juga asri.

Namun, ternyata impian saya harus ditunda. Setelah kami menikah, dengan izin Allah, kami dapat membangun rumah kami sendiri di belakang rumah mertua kami, di atas tanah seluas 10×10 meter persegi inilah kami membangun istana impian kami. Dengan luas lahan yang terbatas, kami bahkan tidak bisa menyisihkan lahan untuk pekarangan. Suami saya hanya menyisakan sepetak kecil tanah di samping rumah yang akhirnya saya gunakan untuk berkebun.

Cara Memanfaatkan Lahan Sisa

Cara Memanfaatkan Lahan Sisa

Walaupun lahannya sempit, saya bersyukur masih punya ruang untuk menanam. Selain itu, rumah kami berada tepat di pinggir jalan, sehingga tidak memungkinkan untuk ditanami pohon besar. Karena rumah kami bersebelahan dengan mertuaku, suamiku menutupi seluruh tanah di sebelahnya dengan paving agar tidak becek saat hujan. Akibatnya, kami benar-benar tidak punya lahan untuk menanam pohon atau bunga.

Bertanam Di Lahan Sempit, Bangun Ketahanan Pangan Di Tengah Pandemi Covid 19

Tapi aku tidak kehilangan kepalaku. Saya mencoba berkebun dengan sisa tanah di samping rumah aspal. penciptaan dimulai. Saya memilih menanam cabe, tomat, bayam, bawang merah, tabur pepaya dan juga beberapa jahe merah yang diberikan teman saya. Saya juga menggantung dua pot anggrek yang diberikan oleh seorang kenalan.

Saya sangat puas dengan kegiatan bercocok tanam ini, selain hasilnya bisa dinikmati, bisa menyenangkan dan mengurangi stress, hehehe. Karena tanah yang saya miliki bukan berupa tanah, melainkan berupa terasering yang diaspal, maka saya harus pandai-pandai mengaturnya, agar impian saya untuk berkebun bisa terwujud. Jadi apa saja tips untuk memanfaatkan tanah yang rapat untuk berkebun?

Untuk menyiasatinya karena keterbatasan lahan, saya menggunakan pot untuk menanam. Meski jumlah tanaman terbatas dan hasil panen juga terbatas, penggunaan pot bisa lebih menghemat ruang jika tanah sempit.

Jika Anda ingin menanam lebih banyak, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan pot gantung untuk jenis tanaman tertentu, sehingga banyak kemungkinan untuk membuat rumah Anda lebih asri dan teduh.

Cara Memanfaatkan Tanah Kosong Untuk Bisnis Yang Menguntungkan

Pilihlah tanaman yang mudah dirawat, seperti cabai, bayam, tomat, dan aneka sayuran lainnya. Selain mudah perawatannya dan yang terpenting, hasilnya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Dengan lahan yang sempit, Anda harus rajin menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan puing-puing pengganggu. Jangan biarkan taman terlihat kotor dan berantakan. Sirami tanaman secara teratur dua kali sehari, atau beri pupuk sesuai kebutuhan agar tetap subur.

Berkebun merupakan kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak-anak juga. Mereka akan senang jika kita meminta bantuan untuk mengumpulkan sayuran mereka. Seperti anak saya yang berumur 7,5 tahun. Ketika kami memiliki banyak bayam dari kebun kami, dia akan dengan senang hati memetiknya, kami akan memasaknya bersama.

Cara Memanfaatkan Lahan Sisa

Namun, kita juga perlu mengetahui teori perawatan tanaman. Apa yang harus dilakukan jika kita terserang hama atau jika tanaman kita tidak tumbuh maksimal, perlu dicari tahu penyebabnya. Anda bisa bertanya pada ahlinya atau mencari tahu di internet. Jadi teman-teman, selamat berkebun dan dapatkan manfaat positif dari kegiatan ini. Juni 29, 2020 Juni 29, 2020 Jansudin Saragih 0 Comments Lahan Langka, Dampak Covid 19, SLBC Santa lusia, Ketahanan Pangan, Tanaman Keluarga

Jenis Pohon Yang Hidup Di Lahan Gambut (update 2022)

Wabah virus corona, atau sering disebut COVID-19, sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan manusia. Dalam bidang pendidikan, pertama-tama menyebabkan proses belajar mengajar yang kurang optimal, karena dilakukan secara daring. Dalam bidang sosial budaya, setiap orang berusaha menjaga jarak (social distance/physical distance) dengan tidak berjabat tangan, apalagi berpelukan. Dampak terbesar adalah ekonomi.

Banyak perusahaan yang merumahkan pekerja/karyawan karena pendapatan menurun, petani mengeluh harga jual produk turun, tapi harga pengadaan di pasar tidak turun, harga pupuk malah naik bahkan langka. Siapa yang salah? Tidak perlu menyalahkan orang lain, mari bergotong royong memajukan perekonomian negara kita Indonesia. Salah satu cara untuk bertahan dalam situasi ini dan semua kelompok bisa bertahan adalah bertani. Bercocok tanam tidak harus dilakukan di lahan yang luas, kita bisa memanfaatkan lingkungan rumah yang layak untuk bercocok tanam. Ya, misalnya menggunakan halaman muka. Apa itu mungkin? Sangat mungkin. Dengan lahan yang sempit kita juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Sebidang tanah sempit yang dimaksud adalah sebidang tanah di sekitar rumah tinggal yang masih kosong atau belum dimanfaatkan. Tidak luas dan sangat terbatas, ukurannya sekitar 2×5 meter atau 10 m2. Lahan sempit yang tersedia bisa di pekarangan, di samping rumah, dan di belakang rumah. Di perkotaan, yang disebut lahan sempit adalah lahan yang benar-benar sempit, lantai rumah, dinding rumah, balkon rumah, dinding rumah bahkan atap rumah. Banyak keluarga atau individu memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk menanam beberapa jenis tanaman hias saja. Setiap keluarga harus lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit. Keluarga diharapkan mampu mengubah lahan langka menjadi lahan produktif yang menghasilkan pangan yang sehat, bergizi dan berkelanjutan, seperti yang dilakukan Bapak Buha Simbolon.

Bapak Buha Simbolon bekerja di Caritas Socio Economic Development (PSE) Keuskupan Agung Medan, sedangkan istrinya bekerja sebagai guru di Sekolah SLB-C Santa Lucia Pematangsiantar. Perbedaan pekerjaan mengakibatkan mereka harus tinggal di dua tempat, Medan dan Pemathangsiantar. Sering disebut “Mardua Huta” dalam bahasa Batak. Bekerja dari rumah atau

Jenis Tanah Dan Pemanfaatannya: Aluvial, Laterit, Gambut

Memungkinkan Bapak Buha Simbolon untuk menikmati lebih banyak waktu bersama istrinya, Santa Lumbantoruan, yang tinggal di Pematangsiantar. Fitur ini juga digunakan untuk mengubah halaman rumah mereka menjadi lahan pertanian yang enak dipandang.

Lahan yang sempit bukanlah halangan untuk berkreasi. Polybag, botol plastik dan tanah yang dibakar digunakan sebagai media tanam. Selain itu, sisa makanan, air beras dan kulit buah juga digunakan sebagai pupuk organik. Di atas petak berukuran kurang lebih 9 x 3 meter, Bapak Buha Simbolon berhasil menanam kurang lebih 200 batang sayuran dan beberapa batang bawang merah, jahe, kemangi, terong, ketimun, tomat ceri (“renge-renge” dalam bahasa Batak). , cabai merah dan cabai rawit serta budidaya lele dalam ember.

Semua tanaman ini ditanam dalam kantong plastik dan produk bekas. Setelah 7 minggu sayuran dan ketimun dapat dipanen dan hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian 2 kepala keluarga selama 1 minggu. Tidak banyak, tapi cukup dan lebih terjamin kualitas dan kehigienisannya karena banyak menggunakan pupuk organik. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik; menghemat waktu, karena operasional dilakukan sambil bekerja dari rumah; menghemat biaya, karena tidak perlu ke pasar untuk membeli sayur, dan yang paling penting, yang sangat mengurangi kemungkinan penularan virus COVID-19, karena tidak ke pasar dan tidak jual beli transaksi. penggunaan uang

Cara Memanfaatkan Lahan Sisa

Perlu disadari bahwa pengelolaan lahan sempit merupakan sumber ekonomi. Contoh kecil yang dapat diterapkan, setiap keluarga harus mengkonsumsi sayuran setiap hari minimal Rp. Jika Anda mengelola lahan sempit di sekitar rumah dan mampu memenuhi kebutuhan tersebut, keluarga Anda dapat menghemat Rp300.000 per bulan. Pertanyaannya, bisakah Anda dan saya melakukannya? Ya, tentu saja.

Mengubah Cara Tradisional Dalam Memanfaatkan Hutan Desa Di Pemandang

Mari kita lakukan bersama-sama dari lingkungan keluarga kita. Dengan memanfaatkan tanah di sekitar rumah, kita bisa menyalurkan bakat dan hobi kita ke bidang pertanian. Kami juga mengurangi sampah plastik dan pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan botol plastik bekas, gula bekas, peralatan rumah tangga yang tidak bisa digunakan di rumah sebagai media tanam dan sisa makanan sebagai kompos. Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk mendukung Ensiklik Laudato Si Paus Fransiskus. Mengapa kita harus menjaga lingkungan?

Menjaga lingkungan adalah salah satu cara untuk melindungi bumi, dan bumi adalah rumah kita bersama. Dalam sebuah lagu yang indah, Santo Fransiskus dari Assisi mengingatkan kita bahwa rumah kita bersama adalah seperti seorang saudari yang dengannya kita berbagi kehidupan dan seorang ibu cantik yang menyambut kita dengan tangan terbuka. “Alhamdulillah, Tuhanku, untuk saudara perempuan kami, Ibu Pertiwi, yang memelihara dan merawat kami, menumbuhkan berbagai buah bersama dengan bunga dan rerumputan yang berwarna-warni.” Saat ini rumah kami menderita. Pencemaran udara terjadi dimana-mana, tidak hanya di kota-kota besar akibat asap kendaraan dan pabrik, pencemaran juga banyak terjadi di pedesaan akibat pembakaran hutan yang tidak teratur. Persediaan air bersih berkurang karena limbah dan sampah dibuang ke sungai/air. Banjir semakin sering terjadi karena banyak hutan yang dibuka/ditebang untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit. Tanah tandus karena penggunaan bahan kimia yang berlebihan oleh penduduk desa.

Percaya atau tidak, kita sekarang setuju bahwa bumi pada dasarnya adalah warisan bersama, buahnya menjadi berkat bagi semua. Bagi orang beriman, ini soal kesetiaan kepada Sang Pencipta, karena Tuhanlah yang menciptakan dunia untuk semua orang. Tuhan telah menganugerahkan bumi kepada seluruh umat manusia untuk menjadi sumber kehidupan bagi semua anggotanya tanpa kecuali. (Ensiklik Laudato Si, hal. 70). Mari kita mulai bersama dari hal yang paling sederhana yaitu membuang sampah secara lokal, mengurangi penggunaan plastik, menggunakan produk bekas yang masih layak pakai, mendaur ulang sampah yang masih bisa dimanfaatkan, seperti sampah organik, dan menanam pohon/tanaman . pekarangan.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2020! Nikmati mencoba bertani di halaman belakang rumah Anda dan mencoba pertanian organik.

Tips Membuat Taman Kering Ala Jepang Di Rumah

328, 244 total tayangan, 1, 175 tayangan hari ini MPK KAM RP Presiden Crispinus Silalahi, OFM.Cap membuka workshop Kepala Sekolah dan Tim Penyusun Kurikulum untuk dapat menekan penyebaran virus ini. Hal ini berdampak pada berbagai sektor di Indonesia, salah satunya adalah sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan infografis dari katadata.co.id, terdapat beberapa food item di sejumlah industri

Memanfaatkan lahan kosong, memanfaatkan lahan, cara memanfaatkan kain sisa, memanfaatkan sisa saus bolognese, bisnis memanfaatkan lahan kosong, cara memanfaatkan lahan kosong agar menghasilkan uang, memanfaatkan lahan sempit, cara memanfaatkan lahan kosong secara produktif, usaha memanfaatkan lahan kosong, cara memanfaatkan lahan kosong, memanfaatkan sisa potongan kayu, memanfaatkan lahan pekarangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here