Traveling Aman Di Masa New Normal – Dia bepergian, jadi ada aturannya. Terutama karena ke depannya, wisatawan perlu mempertimbangkan faktor kesehatan, kebersihan, keselamatan, dan keamanan untuk mencegah wabah Covid-19.

, Sabtu (30 Mei 2020), CEO Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan pariwisata akan bergeser ke kegiatan atau alternatif liburan yang jumlahnya tidak banyak.

Traveling Aman Di Masa New Normal

Traveling Aman Di Masa New Normal

Salah satu alternatif bentuk wisata yang sudah jelas terlihat tren pasca pandemi adalah virtual tour. Sebelum Jokowi menyerahkan ramalannya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memulai upaya agar entitas yang bergerak di industri pariwisata mengikuti tren ini.

Considering The Temporal Interdependence Of Human Mobility And Covid 19 Concerning Indonesia’s Large Scale Social Distancing Policies

Salah satu upaya yang dilakukan saat itu adalah bekerja sama dengan komunitas Jakarta Good Guide (JGG) menggelar virtual tour bertajuk Ngabuburit Wisata Kopi, Jumat (8/5/2020).

Delapan kedai kopi legendaris Jakarta yang dimaksud adalah Kopi Es Tak Kie, Bakoel Koffie, Warung Kopi Warung Tinggi, Warung Kopi Sedap Jaya Jatinegara, Warung Kopi Gondangdia Luwak, Phoenam, Kwang Koan Kopi Johny dan Kopi Kong Djie.

Sama seperti wisata pada umumnya, Ngabuburit Wisata Kopi juga menyediakan pemandu bagi para wisatawan. Pada kesempatan tersebut, JGG, Cindy Tan, Coffee Tour Specialist ditunjuk sebagai guide. Peserta diajak untuk berkenalan dengan kopi.

Foto dan video 360 yang tersedia di situs antara lain penampilan Tari Kecak, pemandangan persawahan Bali, petualangan di kawah Ijen Banyuwangi, pemandangan bawah laut Wakatobi, hingga destinasi lain seperti Raja Ampat, Jakarta, Bintan, dan Yogyakarta.

Yuk, Jadi Wisatawan Yang Bijak! Ini 6 Panduan Saat Melakukan Liburan Di Masa Pandemi

Museum yang bisa dipilih wisatawan antara lain Museum Nasional, Museum Bank Indonesia, Museum Tsunami Aceh dan masih banyak lagi.

Tidak hanya gratis, ada juga virtual tour berbayar. Ini adalah peluang baru bagi operator tur untuk terus menghasilkan uang ekonomi di tengah pandemi.

Namun, perlu diperhatikan bahwa untuk menyelenggarakan tur virtual, operator harus menguasai teknologi seperti kamera 360 dan aplikasi yang akan digunakan dengan wisatawan.

Traveling Aman Di Masa New Normal

Pertama-tama, perjalanan virtual yang diselenggarakan harus memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi para peserta. Tantangannya adalah membuat peserta benar-benar merasa di tempat tujuan.

Tips Liburan Aman Dan Sehat Selama Masa New Normal

Oleh karena itu, operator juga harus menyediakan pemandu profesional yang dapat memberikan informasi detail destinasi wisata. Pemandu juga harus bisa menghidupkan suasana wisata, misalnya dengan membuka sesi tanya jawab.

Bagi peserta, jalan-jalan virtual di masa pandemi bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Namun, tips berikut ini sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu.

Meskipun tidak akan menggantikan keseruan perjalanan, pengalaman tur virtual dapat menyembuhkan kerinduan akan liburan. Biayanya juga lebih murah karena tidak perlu membeli tiket perjalanan dan akomodasi.JOMBANG, – Berwisata atau rekreasi merupakan hal yang paling dinantikan oleh setiap orang, baik bersama keluarga maupun teman. Biasanya wisata berlangsung setiap akhir pekan. Tak heran, banyak tempat wisata yang dipadati pengunjung pada hari ini.

Selama masa transisi pandemi Covid-19, Darmanto, Direktur Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Jombang (Dispar), berbagi tips cara aman berwisata selama liburan.

Malaysian Movement Control Order

Pertama, matikan kondisi tubuh yang sehat. Dia mengatakan sebelum melakukan perjalanan untuk memastikan sanitasi. Kalau badan tidak muat, lebih baik ditaruh dulu. “Karena saat kamu sedang tidak enak badan, kamu rentan terhadap virus karena kekebalanmu menurun. Jika itu terjadi, kami tidak akan khawatir,” katanya.

Kedua, menerapkan protokol kesehatan, menurut Darmanto, sangat penting baik bagi pengunjung maupun pengelola wisata. “Pengelola wisata harus menetapkan aturan, jika pengunjung tidak memakai masker maka tidak diperbolehkan masuk. Selain itu, pengelola wajib menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Dan ada pengawasan untuk jaga jarak,’ jelasnya.

Selain itu, Darmanto melanjutkan dengan memilih destinasi wisata yang terbuka dan luas. Ini adalah anjuran pihaknya kepada masyarakat untuk tidak memilih tempat wisata yang tutup. Karena sirkulasi udara sangat bermanfaat bagi tubuh. Pengunjung dapat dengan mudah menghirup udara segar dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Traveling Aman Di Masa New Normal

“Juga tempat wisatanya luas. Hal ini untuk memprediksi kepadatan pengunjung. Apalagi saat menyambut hari raya. Jika sasarannya sempit, rentan terhadap penyebaran virus. Ini juga sebagai upaya menjaga jarak sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Yuk Traveling Aman & Nyaman Saat New Normal

Terakhir, kata Darmanto, sebaiknya masyarakat memilih bepergian di dalam wilayah atau wilayahnya sendiri untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona. Ini juga akan memudahkan para profesional medis untuk melacak jika seseorang terpapar Covid-19.

“Kalau memang ingin bepergian ke luar daerah, perlu dipastikan tingkat penyebaran virus corona di tempat tujuan, apakah lebih rendah atau malah lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat menyadari pentingnya mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan. “Kita semua berharap Covid-19 segera hilang dari muka bumi ini. Untuk saat ini, mari ikuti protokol kesehatan,” pungkasnya. Standar Baru Berwisata di Era New Normal – Pandemi COVID-19 belum berakhir, ada himbauan untuk tetap menjaga kesehatan diri sendiri. Meski demikian, untuk menghidupkan kembali perekonomian, pemerintah memberlakukan new normal. Salah satunya adalah melonggarkan pembatasan bagi wisatawan.

Siapa yang tidak rindu traveling, refreshing diri di tempat-tempat indah dan menyenangkan setelah berbulan-bulan duduk di rumah, tentu ini impian. Ini bukan hanya cara untuk mengisi ulang baterai, tetapi juga sebagai upaya untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang terpuruk sejak awal tahun akibat pandemi.

Tips Traveling Di Era New Normal

Namun, banyak orang yang masih khawatir dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka saat ini, karena penyebaran virus dapat terjadi secara tidak terduga, sehingga mereka dapat tertular saat bepergian. Bukan hanya rasa takut bepergian untuk jalan-jalan, untuk pekerjaan dan bisnis Anda harus memikirkan kembali ribuan kali.

Bagaimana jika Anda harus bepergian selama pandemi Covid-19? Amankah bepergian selama wabah virus corona? Berikut adalah tips perjalanan New Normal saya.

Pada bulan Oktober tahun ini, saya dan suami melakukan beberapa tugas bersama di Bandung. Total kami berada di Bandung selama 10 hari dan selama ini kami berpindah tempat dan akomodasi.

Traveling Aman Di Masa New Normal

Diantara kegiatan utama yang kita lakukan tentunya banyak sekali waktu luang yang kita isi dengan jalan-jalan. Jadi ini adalah perjalanan bisnis dan liburan.

Electronic Excited States And Uv–vis Absorption Spectra Of The Dihydropyrene/cyclophanediene Photochromic Couple: A Theoretical Investigation

Saat kita bepergian, Covid-19 tidak kunjung hilang, bukan? Jadi kita harus berhati-hati. Tentu saja, kami berharap bisnis berjalan lancar, liburan Anda aman dan kami baik-baik saja selama dan setelah perjalanan.

Menurut World Health Organization (WHO), salah satu langkah pencegahan penularan COVID-19 di masa new normal, terutama bagi yang bepergian di tempat umum, adalah dengan WAJIB memeriksakan kesehatan terlebih dahulu. Jika aman, Anda bisa bepergian. Jika ditemukan kasus konfirmasi COVID-19, perjalanan sebaiknya ditunda dan segera diisolasi.

Nah, 4 hari sebelum berangkat ke Bandung, saya dan suami pergi ke Lab Prodia untuk tes serologi cepat. Kami juga melakukan inspeksi sanitasi lainnya. Suami saya bahkan sempat menjalani medical check up (MCU) di rumah sakit. Syukurlah hasil tes cepat kami non-reaktif. Skor MCU suami bagus. Berbekal surat keterangan sehat dari dokter, hasil rapid test dan hasil MCU, kami berangkat ke Bandung dengan tenang.

Sebagai informasi, setelah kami berangkat, kami kembali untuk tes, tapi bukan Rapid Test, melainkan tes PCR SWAB di rumah sakit di Margonda Depok. Alhamdulillah negatif. Kami akan menggunakan hasil ini untuk melakukan perjalanan kami berikutnya ke Surabaya.

Siap Siap Traveling Di Masa New Normal Dengan Digibank Kta

Saya menganggap wajib untuk mencari informasi tentang kondisi Coronavirus yang berlaku di tempat tujuan saya sehingga saya dapat menemukan akomodasi yang sesuai.

Berdasarkan hasil berselancar di dunia maya, saya menemukan informasi dari berbagai portal berita bahwa Kota Bandung masih tergolong zona merah. Berdasarkan informasi tersebut, saya menyortir hotel dan akhirnya menemukan kamar di AirBnB di suite yang dilengkapi dengan protokol kesehatan.

Saya sempat ragu apakah penginapan yang akan saya tempati sudah seperti yang diharapkan, tapi setibanya di sana, penginapan yang saya pilih memiliki sistem untuk mencegah penyebaran Corona. Selain kota Bandung, kami juga menginap di Ciwidey, di dua hotel berbeda yang alhamdulillah sudah menerapkan protokol kesehatan.

Traveling Aman Di Masa New Normal

Selama pandemi virus corona, saya menganggap bepergian dengan mobil lebih aman daripada alat transportasi lain. Apalagi hanya dari Jakarta ke Bandung yang bisa ditempuh dengan mobil.

Tips Berlibur Ke Taman Hiburan Yang Aman Di Masa New Normal

Begitu pula di bagian lain pulau Jawa, ketika hendak ke Surabaya, misalnya, suaminya akan berangkat dengan mobil. Karena jaraknya yang jauh, kami menyewa supir agar tidak lelah berkendara sendirian. Pengemudi pertama di SWAB, setelah dianggap aman, dan kemudian diundang untuk pergi.

Saat mengendarai mobil pribadi, saya merasa lebih bisa mengendalikan situasi lalu lintas. Ini mungkin lebih sedikit berinteraksi dengan orang daripada saat bepergian ke bandara atau di pesawat.

Dalam perjalanan ke Bandung, kami berhenti di sebuah tempat peristirahatan hanya sekali untuk ke kamar kecil dan sholat Subuh. Saya tidak menemui situasi yang mengkhawatirkan karena hanya segelintir orang yang bergiliran berdoa dan kemudian pergi. Jika ramai, saya akan mencari tempat lain. Untungnya sepi.

Di area lounge, kami masih memakai masker dan menggunakan perlengkapan sholat sendiri. Pemakaian muken dan sajadah adalah wajib karena kita tidak tahu apakah muken dan sajadah yang tersedia bersih. Namun, seperti mushola/masjid lainnya, semua peralatan sholat telah ditiadakan selama pandemi, sehingga tidak akan digunakan secara bergantian.

Pariwisata Indonesia Pasca Covid 19 Dan Strategi New Normal

Saat menggunakan toilet umum di tempat istirahat, kami membawa sabun dan tisu tangan sendiri. Karena apa yang disebut tempat umum di mana orang yang datang dari berbagai tempat tinggal, tidak ada jaminan keamanan, meskipun toiletnya dibersihkan dengan hati-hati.

Saya membaca di sebuah artikel bahwa studi terbaru mengatakan bahwa virus Corona juga dapat menyebar ketika kita menyiram toilet. Karena itu, meski di toilet, masker tetap harus dipakai.

Bukankah nyaman duduk di toilet, apalagi di masa pandemi seperti ini? Tentu saja tidak. Jadi jika sudah selesai ke kamar kecil, segera cuci tangan dan pergi.

Traveling Aman Di Masa New Normal

Kami sangat berhati-hati saat makan/minum di tempat umum. Jadi penting bagi saya untuk membawa sendiri sendok, garpu, sedotan, gelas/cangkir dan tempat makan. Jika saya memesan takeout, saya biasanya memberikan tupperware/cup sebagai wadah untuk memastikan barang bersih dan tidak membawa sampah plastik/kertas ke dalam mobil.

Travelling Aman Di Masa New Normal

Saat membeli makanan, saya hanya membeli makanan yang dimasak dengan sempurna. Orang yang memasak juga harus memakai masker. Kalau kurang yakin bersihnya, saya pilih beli makanan kemasan siap saji dari minimarket,

Ide bisnis di masa new normal, pernikahan di masa new normal, peluang usaha di masa new normal, normal masa, masa new normal adalah, masa menstruasi normal, masa normal haid, masa haid yg normal, tips aman traveling saat pandemi, pembelajaran di masa new normal, masa new normal, masa menstruasi yang normal