4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil Di Musim Kemarau – PADANG, 11/11/2020 – Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Semen Padang (SPH) dr. Primadella Fegita, Sp. OG mengungkapkan bahwa ibu hamil (Bumil) lebih rentan tertular COVID-19.

“Wanita saat hamil akan lebih rentan terhadap COVID-19. Hal ini karena aktivitas sel-sel tersebut pada tubuh ibu akan menurun, hal inilah yang menyebabkan kekebalan tubuh melemah,” ujar dokter bernama keluarga Della ini. .

4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil Di Musim Kemarau

4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil Di Musim Kemarau

Selain itu, sistem imun dan kardiovaskular ibu hamil berpotensi memburuk jika terserang virus. Maka dari itu, kekuatan imunitas tubuh harus benar-benar diperhatikan oleh ibu hamil. Lemahnya daya tahan tubuh ibu hamil, lanjutnya, disebabkan oleh berbagai hal, seperti perubahan sistem tubuh, pertumbuhan embrio dalam kandungan, hingga kekuatan tubuh yang harus bertahan hidup dalam kandungan ibu. tubuh. yaitu bayi.

Dokter Ahli Kandungan Sph: Ibu Hamil Lebih Rentan Terkena Covid 19

Karena itu, ia menyarankan agar ibu hamil memperhatikan asupan makanannya agar tidak mudah terserang penyakit. Namun Della menjelaskan ibu hamil tidak perlu terlalu takut dengan COVID-19 asalkan memperhatikan beberapa hal agar tidak tertular virus tersebut.

“Ibu hamil tidak boleh memiliki rasa cemas yang berlebihan. Untuk melindungi diri agar tidak tertular COVID-19 yaitu dapat keluar rumah hanya pada saat diperlukan saja seperti KB. Ini minimal 4 kali kunjungan selama hamil, 1 kali dalam trimester pertama (TM), 1 kali pada TM kedua dan 2 kali pada TM ketiga,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa COVID-19 tidak mempengaruhi peluang seorang wanita untuk hamil. Menurutnya, hal ini karena COVID-19 tidak menyerang rahim atau indung telur seseorang

Di masa pandemi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil agar kehamilannya tetap terjaga, seperti tidak lupa melakukan kontrol kehamilan minimal 4 kali selama kehamilan, kecuali ada masalah pada rahim. Setiap trimester sekali, ibu hamil sebaiknya memeriksakan diri ke dokter kandungan, kecuali pada trimester terakhir, untuk melihat bagaimana kondisi janin yang berkembang di dalam perut ibu.

Deteksi Dini Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Namun, ia mengingatkan, saat keluar rumah untuk kontrol, ibu hamil tetap harus menjaga jarak dengan orang lain, memakai masker dan mencuci tangan setiap memegang sesuatu. Selain itu, dianjurkan untuk mandi setelah pulang dari bepergian agar tidak terpapar penularan COVID-19 dari luar rumah.

Primadella menawarkan beberapa tips untuk ibu hamil yang sedang mengandung anaknya. Ia berpesan kepada para ibu hamil untuk tidak lupa berdoa dan beribadah selalu sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Selain itu, ia mengingatkan ibu hamil untuk tidak terlalu panik dan stres, apalagi karena pandemi ini.

Dan jangan lupa jaga jarak dan pakai masker, usahakan keluar rumah jika ada urusan yang sangat penting atau hanya untuk kontrol kehamilan saja,” kata dr Della.

4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil Di Musim Kemarau

Bagi ibu hamil yang ingin memantau atau mendiskusikan masalah kehamilan dengan dr. Primadella Fegita, Sp. OG, datanglah ke SPH untuk membuat jadwal. Jam praktek Dr. Della adalah hari Senin dan Kamis dengan jam kerja yaitu pukul 09:00 sampai dengan 11:00 WIB. Atau daftar online di website SPH (*) Tentunya selama hamil, Mamy sangat menjaga pola makannya agar janin dalam kandungan dan berkembang dengan sehat. Selain mengatur pola makan dan asupan nutrisi, Mamy juga membutuhkan cairan sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi dan gangguan pada janin. Ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi air putih sebanyak 2,5 liter sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Tips Mengobati Flu Agar Tidak Bertambah Parah

Selama masa kehamilan Anda perlu mencukupi kebutuhan cairan karena air merupakan bagian terpenting dalam kehidupan si kecil di dalam kandungan, mengingat ia dilindungi oleh cairan bernama kantung ketuban. Berikut bahaya yang akan dirasakan ibu hamil saat kekurangan air putih. Yuk simak sama-sama penjelasannya di bawah ini!

Selama dalam kandungan, si kecil hidup mengambang di dalam cairan ketuban yang terdiri dari 90 persen air. Oleh karena itu, Mamy harus mengonsumsi cairan agar tetap terhidrasi. Jika Mamy mengalami dehidrasi, tentu akan mempengaruhi produksi cairan ketuban dan membuat Si Kecil sulit berkembang di dalam kandungan. Lebih buruk lagi akibat kekurangan air saat hamil adalah mengalami keguguran. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air sebanyak mungkin.

Selain dapat menyebabkan dehidrasi, kekurangan air dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan sehingga ibu hamil sangat rentan mengalami sembelit jika asupan cairannya kurang. Oleh karena itu, Anda dapat mengkonsumsi air putih minimal 2,5 liter sehari agar tidak sulit buang air besar.

Kurangnya asupan cairan pada ibu hamil bisa memicu persalinan dini, sehingga Si Kecil lahir prematur. Selain dapat mengganggu pertumbuhan janin, kekurangan cairan dapat menyebabkan komplikasi pada persalinan atau tali pusar kusut dan ibu sering merasakan kontraksi padahal belum waktunya melahirkan.

Kehamilan, Tentang Hamil Yang Jarang Diketahui Sobat Sehat

Kurangnya asupan cairan, terutama air putih, memiliki risiko tinggi bagi ibu hamil untuk mengalami infeksi saluran kemih. Infeksi ini tidak hanya berbahaya bagi ibu, tetapi juga bagi perkembangan janin di dalam kandungan. Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang rawan menyerang ibu hamil. Jika tidak segera ditangani, ada risiko terkena infeksi ginjal dan bisa menyebabkan si Kecil lahir prematur. Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut, Mamy bisa mengonsumsi air sebanyak mungkin.

Selama hamil, Mamy harus menjaga pola makan dan memberikan nutrisi yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Salah satu yang berperan dalam pertumbuhan janin dalam kandungan adalah air. Mengkonsumsi air putih secara rutin dapat berperan dalam perkembangan otak si Kecil dan baik untuk membantu mempercepat proses kehamilan Mamy.

• Jika ada topik yang ingin dibahas dalam artikel MamyPoko, yuk kirimkan saran Mamy melalui email di FB MamyPoko Indonesia atau pesan langsung di IG MamyPoko

4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil Di Musim Kemarau

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy. Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad Anda, matikan fitur penjelajahan pribadi. Harap perhatikan bahwa menghapus cookie akan menghapus halaman favorit yang terdaftar. Ibu hamil termasuk dalam kelompok rentan terpapar Covid-19. Infeksi Covid-19 tidak pernah menuntut orang. Tua muda, laki-laki atau perempuan, bisa tertular Covid-19. Wanita hamil bisa mengalami kondisi serupa. Jika ibu terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, dianjurkan isolasi di rumah. Lantas bagaimana tips isolasi mandiri ibu hamil agar tetap sehat dan cepat sembuh dari Covid-19?

Hati Hati, Ini Bahaya Berhubungan Intim Saat Hamil Muda

Jika ibu hamil atau menyusui terpapar Covid-19 atau tes PCR menunjukkan hasil positif, hal pertama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Pertanyaan dapat dilakukan melalui telepon atau obrolan. Setelah itu, dokter atau petugas kesehatan akan memantau kondisi ibu hamil tersebut untuk menentukan apakah ibu hamil boleh melakukan isolasi mandiri atau perlu menginap di rumah sakit. Biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau paru-paru. Dokter juga akan menanyakan gejala atau kondisi setelah terpapar COVID-19, antara lain suhu tubuh dan tingkat saturasi oksigen.

Selama menjalani isolasi mandiri, ibu hamil harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hindari penggunaan alat pribadi yang sama dengan anggota keluarga lainnya, seperti alat makan, peralatan mandi dan lainnya. Pastikan ibu hamil menempati ruang isolasi dengan ventilasi yang baik dan paparan sinar matahari yang cukup sehingga dapat menerima sinar matahari pagi yang cukup. Pastikan juga untuk selalu membersihkan benda-benda di sekitarnya yang sering disentuh dengan disinfektan.

Pola makan yang sehat dan bergizi serta konsumsi makanan sehat yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran dan buah-buahan. Ibu hamil lebih selektif dalam memilih makanan. Hindari makanan olahan, makanan cepat saji, makanan tinggi gula dan garam, serta makanan dengan bahan pengawet. Konsumsi air putih minimal 2 liter sehari dan air mineral Sebaiknya minum air putih sedikit demi sedikit setiap jam dan jangan minum banyak air sekaligus karena dapat menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.

Wanita hamil perlu minum obat atau vitamin tambahan. Namun obat yang dikonsumsi harus sesuai dengan anjuran dokter, tidak boleh mengkonsumsi obat lain yang tidak dianjurkan oleh dokter. Jangan menggunakan resep orang lain selama menyembuhkan COVID-19. Tidak semua obat dapat memberikan efek yang sama pada setiap orang. Ini sangat penting bagi wanita hamil. Sebab, konsumsi obat-obatan dan vitamin selama hamil dapat memengaruhi janin.

Ibu Hamil Alami Hb Rendah, Ini Yang Menyebabkannya

Ibu hamil yang dinyatakan positif COVID-19 juga perlu istirahat yang cukup. Tidur 8 jam sehari dapat membantu proses penyembuhan penyakit. Tidur siang selama kurang lebih 1 jam dapat membantu tubuh kembali bugar. Karena stres dapat memperparah gejala virus Covid-19, sebaiknya usahakan tetap positif dan hindari hal-hal yang dapat menyebabkan stres. Hindari juga hal-hal yang membingungkan yang tidak perlu. Usahakan untuk selalu merasa tenang dan nyaman. Sebab, kondisi mental juga akan mempengaruhi janin dalam kandungan.

Selama hamil, ibu hamil harus bisa melakukan olahraga pasif atau ringan dengan gerakan perut yang minimal, menggerakkan tangan dan mengayunkan kaki sambil menonton TV atau melakukan aktivitas ringan di rumah, makanan bayi tercukupi.

Jika gejala ibu hamil memburuk, segera pergi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Gejalanya meliputi saturasi kurang dari 95, sesak napas, lemah atau tidak ada gerakan janin, dan tanda bahaya kehamilan atau persalinan. “Penularan COVID-19 terjadi tanpa pandang bulu. Siapa pun bisa mengalaminya, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, lansia. Sayangnya, mereka yang memiliki penyakit bawaan atau penyakit penyerta berisiko lebih tinggi.”

4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil Di Musim Kemarau

, Jakarta – Angka penularan COVID-19 semakin hari semakin meningkat. Siapapun bisa terkena penyakit yang terjadi akibat infeksi oleh virus corona ini. Bayi, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Tak terhitung berapa nyawa yang hilang sejak Indonesia juga mengalami pandemi.

Kenali Contoh Gejala Maag Saat Hamil

Namun, orang dengan penyakit penyerta atau penyakit bawaan ditemukan lebih berisiko saat COVID-19 menyerang. Gejala yang dialami akan lebih parah dibandingkan dengan orang yang terinfeksi COVID-19 tanpa penyakit penyerta.

Penyakit komorbid atau penyerta itu sendiri merupakan masalah kesehatan lain yang dialami seseorang sebelum tubuhnya terinfeksi virus corona. Penyakit

Cara menanam kubis di musim kemarau, cara menyiram tanaman cabe di musim kemarau, penyakit di musim kemarau, tanaman yang cocok ditanam di musim kemarau, cara menanam semangka di musim kemarau, penyakit pada musim kemarau, kegiatan di musim kemarau, tanaman di musim kemarau, musim kemarau di indonesia, cara menanam jahe di musim kemarau, cara menanam jagung di musim kemarau, cara menanam nilam di musim kemarau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here