Anak Dihukum Guru Ini Cara Tepat Menyikapinya

33

Anak Dihukum Guru Ini Cara Tepat Menyikapinya – Saat melahirkan putri pertamanya, Qorin. yang ternyata sangat aktif bahkan super aktif saya sebut anak saya lebih aktif dari pada laki-laki. Apakah ada ibu lain yang ingin mengatakan ini ketika putri mereka sangat aktif? Saya yakin banyak. Sebagai ibu baru, saya akui saya sangat temperamental dan mudah marah, karena seringkali sulit mengendalikan berbagai kehebohan yang diciptakan Qori, hehehe.. Kurangnya ilmu dan tidak terlalu siap menjadi ibu baru menjadi alasannya. itu. Bagaimana setelah saya memiliki anak kedua dan ketiga?

Setelah putra kedua saya lahir, saya menyadari bahwa aktivitas Qori tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Qowiy, anak kedua saya. terutama karena pria ini aktif secara fisik. kepala benjol sana-sini, garuk-garuk sana-sini. Masya Allah memang. Bagi para ibu yang mengatakan anak perempuan saya seaktif laki-laki, mungkin Anda harus mencoba memiliki anak laki-laki terlebih dahulu dan akhirnya menyadari bahwa anak perempuan itu masih belum seaktif laki-laki.

Anak Dihukum Guru Ini Cara Tepat Menyikapinya

Anak Dihukum Guru Ini Cara Tepat Menyikapinya

Jadi ternyata saya masih nambah anak ketiga saya yang juga laki-laki. Apakah saya akan menjadi gorila yang keras? ternyata bukan buibu. Malah semakin banyak hal yang membuat saya pusing dan pusing, saya malah merasa jauh lebih sabar daripada punya bayi. Jadi, jika ada ibu yang menunda memiliki anak kedua dengan alasan belum siap mendukungnya secara aktif, lupakan saja keraguan itu. Nanti semuanya akan stabil pada waktunya dan semua tahapan rumit akan berlalu dengan baik.

Kelas 07 Smp Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Guru 2017

Kesabaran itu seperti pisau, semakin diasah semakin tajam. asahlah bukan dengan enteng, melainkan dengan ujian yang menguji kesabaran

Salah satu cara membangun kesabaran adalah dengan memahami banyak tentang karakter anak dan banyak belajar tentang parenting. baik dalam seminar offline maupun melalui buku atau website parenting.

Sedangkan untuk anak tentunya saya belajar dengan mengamati setiap hari segala kekurangan dan kelebihannya. Saya bertanya kepada guru bagaimana karakternya di sekolah dan mencari solusi jika terjadi kesalahan

Dari sudut pandang pribadi saya, saya juga tidak ingin jatuh ke dalam perangkap kebodohan dan ketidaktahuan. Saya coba lebih sering mengikuti seminar parenting, membaca berita tentang anak di internet. dan membaca buku parenting. Salah satu buku parenting yang sedang saya minati saat ini adalah “500 Cara Meningkatkan Perilaku Anak” yang ditulis oleh Ms. Kusumastuti. Saya memanggilnya Bu Uti. Dari judulnya saja sudah bisa diketahui isinya. Ya, ini 100% buku Parenting.

Bank Wayahe Pikirkan Sosial Ekonomi. Radar Surabaya. 30 Maret 2020.hal.1,4. Hendro Susanto.akuntansi

Tidak semua buku parenting ingin saya baca. Mungkin ada yang pernah mengalami juga, bahwa banyak buku parenting yang isinya cenderung menghakimi, menyasar ibu-ibu baru yang penuh kesalahan seperti saya, yang pada akhirnya setelah membaca buku itu justru membuat kita menangis disudut rasa bersalah dan bukannya mendapat ilmu, tapi malah kita tertekan. Jadi saya juga selalu pilih-pilih tentang buku dan siapa penulisnya. Saya pikir buku ini membuat saya lebih pintar dan lebih baik, tidak. Atau buku itu membuat saya semakin tertekan karena memberi saya teori pengasuhan yang berbeda dan membuat saya merasa terpojok. Bukannya saya tidak mau belajar, tapi sepertinya saya sebagai orang tua lebih membutuhkan solusi konkrit daripada teori yang panjang lebar, dan saya yakin banyak ibu yang memiliki masalah yang sama yaitu tidak banyak waktu untuk membaca, jadi dari Tentu saja Anda menginginkan sesuatu yang cepat, ringkas, dan sesuai dengan tujuan, bukan? .

Kusumastuti adalah seorang penulis kelahiran Jakarta yang saat ini tinggal di Austria. Sejak memutuskan untuk berhenti bekerja, ia sangat fokus pada kegiatan parenting dan homeschooling. Oleh karena itu, dari sekian banyak karyanya, semuanya bertema parenting.

Buku ini berisi 500 cara memperbaiki perilaku anak yang akan sangat membantu kita sebagai orang tua atau wali dalam menghadapi karakter anak yang berbeda dan berubah. Buku ini dibuat dengan mengadaptasi norma-norma yang berlaku di masyarakat Indonesia dan ditulis secara berurutan mencakup tahapan dari bayi, balita hingga sekolah dasar.

Anak Dihukum Guru Ini Cara Tepat Menyikapinya

Semua poin dibuat berurutan dari bayi hingga anak-anak, bahkan membacanya pun bebas mana yang lebih dulu atau mana yang paling sering ditemui. Sebab, setiap orang tua memiliki tantangan tersendiri dalam menyikapi karakter anaknya masing-masing.

Aturan Guru Dan Murid Pada Awal Pembelajaran

Bagi saya yang utama adalah poin satu, dimana anak saya sangat mudah marah ketika keinginannya tidak terpenuhi. Dari buku ini juga saya tahu kalau marah itu menular, dari siapa? Saya sudah lari sejak masih bayi, sepertinya sudah menular dari saya dimana saya sendiri mudah marah ketika keinginan saya tidak di hargai oleh mereka. Bagaimana Anda tahu? Apakah buku ini menilai orang tua? justru sebaliknya. Hal yang paling saya sukai dari buku ini adalah membiarkan semua hal itu mengalir sesuai kebijaksanaan pembaca sehingga saya merasa sadar diri tanpa dihakimi. Dalam buku ini, tidak ada poin-poin yang membuat kita salah, tetapi justru memberikan solusi.

Kerennya lagi, solusi yang diberikan mudah diterapkan. misalnya untuk saya yang mudah marah. Jika hal ini dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil, buku ini menyarankan saya membuat dinding teriakan, yaitu sebuah sudut di dalam rumah untuk anak-anak menyalurkan emosinya untuk berteriak, atau bola kemarahan, yaitu sebuah bola karet baginya untuk menyalurkan emosinya ketika dia marah dan berbagai tips untuk meredakan amarah baru. kemudian bicaralah dengannya. Saya sendirian karena ruang kosong di rumah saya terbatas, saya tidak membuat marah tembok, saya hanya membawanya ke samping (di kamar, di kamar mandi atau di teras belakang saat dia marah dan biarkan dia melampiaskan amarahnya) . Saya hanya di sebelahnya menyeka air matanya atau hanya mendengarkan, karena emosi sudah berakhir) Saya baru saja mandi, makan, dll.

Berbeda dengan anak yang lebih besar, seperti anak kedua saya, yang mulai bisa berbicara tentang perasaannya. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengatakan maaf, kemudian sebagai orang tua minta maaf dan buatlah rangkaian kata-kata yang dapat menggugah hatinya, misalnya, “Maafkan saya bu, karena sudah menghentikan saya dari melempar barang, karena nanti jika rusak, kamu tidak akan memiliki mainan itu lagi.” “Dengan suara serendah mungkin seperti saya sangat sedih jika nanti mainannya rusak jika dilempar misalnya. Semakin tinggi emosi anak kita maka semakin rendah pula emosi kita karena marah itu menular. turun, emosi kakak juga turun.

Padahal, sebagai seorang anak, saya membiasakan semua anak saya untuk meminta maaf ketika mereka melakukan kesalahan, tetapi mungkin sulit bagi kita sebagai orang tua untuk meminta maaf, karena di situlah ego kita dan di situlah kemarahannya. lengket Saat ini anak saya masih mudah memaafkan, tapi seiring bertambahnya usia saya tidak ingin egonya begitu keras memaafkan saya. makanya saya akhirnya membuang ego saya dengan lebih sering meminta maaf ketika anak saya marah.

Psikologi Perkembangan Peserta Didik

Dan sejauh ini, itu sangat efektif bagi saya. Semakin banyak anak saya berteriak, semakin rendah suara saya, akibatnya dia merendahkan suaranya, dan ajaibnya, ketika saya bisa melakukan ini, saya merasa lebih mudah untuk mengatasi emosi saya, yang pada awalnya tidak saya lakukan. itu mudah baginya. saya karena sudah menghadapi karakter 3 anak dengan pola marah yang berbeda alhamdulillah. Nah, demikian ulasan singkat saya tentang buku ini sebagai pengalaman saya dalam mempraktekkan solusinya. And it works.. Sekarang waktunya bagi-bagi hadiah ya…

Ini yang ditunggu-tunggu, masanya giveaway… Saya ada 1 buku gratis bagi yang berminat dengan buku ini dan 1 jawaban paling menarik akan mendapatkan pulsa 20rb.

Gampang kok, ga perlu syarat repost atau promo apapun. Jika ada yang bertanya kenapa harus di komentar blog? Kenapa tidak di Instagram? Jawabannya agar buibu lebih bebas berekspresi dengan menulis panjang lebar, kalau mau curhat, mau cerita, poin mana yang paling sulit didapat. Silakan tulis dengan lengkap mengapa Anda menginginkan buku ini. Kalau mau komen panjang-panjang di IG, nggak baik. Jangan lupa gabung ya.. 💞💞

Anak Dihukum Guru Ini Cara Tepat Menyikapinya

Selamat kepada para pemenang. Silakan DM saya alamat pemenang dan nomor ponsel di Instagram. dan yang belum beruntung, insyaallah hadiah selanjutnya, ditunggu.

Tkp + Kunci Jawaban

Halo, ini adalah blog keluarga Trio Q untuk gaya hidup, perjalanan, dan ulasan berbagai produk gaya keluarga. Juga diskusikan kesehatan, teknik, kecantikan, dll. Kontak dan kerjasama silahkan hubungi @gmail.com Sepulang sekolah, anak terlihat lesu dan mengeluh karena dihukum oleh guru di sekolah. Jadi apa yang akan Anda lakukan sebagai orang tua? Menyalahkan sekolah? Atau memarahi anak karena melanggar peraturan sekolah?

Seperti yang dikatakan Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, ketika anak dihukum di sekolah, sebaiknya orang tua tidak langsung menegur anak atau sekolah.

Mendengarkan penting dalam mendisiplinkan anak. Biarkan anak Anda menyelesaikan cerita tentang mengapa dia dihukum sebelum melompat ke kesimpulan.

“Komunikasi dulu dengan anak-anak. Tanyakan apa yang dipahami anak tentang hukuman yang diterimanya dan alasannya mengapa ia dihukum. Kemudian dilihat bentuk hukumannya, apakah sesuai dengan tata tertib sekolah atau tidak,” kata psikolog Gracia.

Seminar Hidup Bahagia Pembahasan Rinci Di Zi Gui Jilid 4

Dari penjelasan sang anak, Anda bisa menilai apakah sang anak pantas mendapat hukuman seperti itu atau tidak. Apakah hukuman yang diberikan sesuai dengan yang diinformasikan sebelumnya oleh pihak sekolah atau tidak?

Jika memang dirasa ada kejanggalan dalam hukuman yang diberikan guru kepada anak, komunikasikan langsung dengan pihak sekolah.

Namun, orang tua seharusnya tidak hanya menerima penjelasan dari anak. Anda juga dapat bertanya kepada guru dan memastikan kebenarannya. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman antara semua pihak yang terlibat.

Anak Dihukum Guru Ini Cara Tepat Menyikapinya

“Bukan karena anak itu berbohong. Bisa jadi anak salah paham tentang peraturan sekolah atau tidak mengerti peraturan yang ada karena guru tidak menjelaskannya,” jelas psikolog Gracia.

Syarat Masuk Tk Mulai Dari Dokumen Yang Dibutuhkan Hingga Kuota Peserta Didik Baru, Yuk Simak!

Terkadang seorang anak tidak tahu mengapa dia dihukum, atau dia pikir dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Dalam hal ini, orang tua berhak bertanya langsung kepada guru atau sekolah tentang hukuman yang diberikan kepada anak.

Ingat jangan langsung menyalahkan atau menuduh guru secara sepihak. Tujuan Anda adalah bertemu dengan guru untuk mendapatkan pandangan objektif dari sisi guru dan