Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun – Jakarta – Setiap tahun, pada tanggal 15 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Tema tahun ini adalah Bersihkan Tangan Dari Akar.

Topik ini dipilih karena tangan merupakan anggota tubuh yang banyak digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari antara lain makan, minum, menyiapkan makanan dan menyuapi anak atau bayi. Tangan yang selalu bersih dan sehat akan membantu kita terhindar dari serangan penyakit, terutama penyakit menular.

Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun

Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun

Dalam sambutannya, Menkes menyampaikan pentingnya dakwah kebersihan tangan untuk mewujudkan hidup sehat, khususnya bagi anak usia sekolah agar benar-benar dapat menerapkan CTPS dengan air bersih untuk kehidupan sehari-hari, sebagai gerakan masyarakat.

Desa Lumajang Peringati Hari Cuci Tangan Sedunia

CTPS merupakan cara sederhana, mudah, murah dan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit. Pasalnya, ada sejumlah penyakit fatal yang bisa dicegah dengan cuci tangan yang benar, seperti diare dan ISPA yang kerap menjadi penyebab kematian pada anak. Mirip dengan Hepatitis, Tifus dan Avian Influenza.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes berpesan kepada orang tua untuk berperan dalam mengimplementasikan praktik masyarakat untuk CTPS serta mau dan mampu memberikan contoh kepada anak dan keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS.

Menkes mengingatkan perilaku cuci tangan yang benar adalah cuci tangan pakai sabun. Waktunya adalah 1) sebelum menyiapkan makanan, 2) bila tangan kotor seperti: setelah memegang uang, hewan, berkebun, setelah menggunakan toilet, setelah memandikan bayi/bayi, 3) setelah menggunakan insektisida/insektisida dan 4) sebelum menyusui. .

Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang berperilaku benar cuci tangan di Indonesia meningkat dari 23,2% pada tahun 2007 menjadi 47,0% pada tahun 2013.

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Di Lingkungan Kecamatan Ngawen

Secara khusus, Menkes mengucapkan selamat kepada para Duta Lingkungan Sehat dan Pemimpin Alam yang terpilih mewakili provinsinya. Duta Lingkungan Sehat adalah siswa sekolah dasar kelas 4-5 yang aktif mengintegrasikan CTPS di keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar. Mereka berasal dari lima provinsi: Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

“Saya berharap para Duta Lingkungan Hidup Bersih terus melanjutkan dan meningkatkan perannya dalam menggerakkan teman-teman dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya untuk mempraktekkan Cuci Tangan Pakai Sabun,” kata Menkes.

Sedangkan Natural Leaders adalah anggota masyarakat yang aktif melaksanakan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari 5 provinsi yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jambi dan Sumatera Barat.

Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun

Dengan Natural Leaders, Menkes mengharapkan mereka dapat berperan dalam menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan 5 pilar STBM, yaitu: 1) Stop BAB sembarangan, 2) Cuci tangan pakai sabun, 3) Pengelolaan Makanan dan Air Minum Rumah Tangga, 4) Pengelolaan Limbah dan 5) Pengelolaan Limbah Cair.

Ayo Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun” Barner Ajakan Yang Dipasang Bhabinkamtimas Polsek Widang Dilingkungan Sekolah*

“Kita patut bangga bahwa dengan kerja keras bersama, sejak tahun 2008 sebanyak 25.184 desa/kelurahan dari 80.275 desa/kelurahan di tanah air telah menerapkan pendekatan STBM. Selain itu, ada sekitar 4.431 desa/kelurahan di Indonesia yang telah menyatakan penghentian BABS,” kata Menkes.

Pada kesempatan tersebut, Menkes berharap dapat memperoleh dukungan dari seluruh jajaran dan sektor di pusat dan daerah sehingga pada tahun 2019 – tidak hanya seluruh desa/kelurahan di Indonesia yang telah melaksanakan STBM tetapi juga tercapai. dan sanitasi yang layak.

Sebagai penutup, Menteri Kesehatan berperan sebagai mitra untuk dapat menyediakan berbagai macam pekerjaan, infrastruktur air bersih dan sanitasi serta tempat cuci tangan di sekolah, perkantoran dan restoran; menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah dengan mengalirkan air dengan baik dan mengelola sampah sesuai dengan ketentuan; serta memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada warga sekolah Hari Cuci Tangan Sedunia adalah kampanye global yang diluncurkan oleh PBB bekerja sama dengan organisasi lain, termasuk pemerintah, dan peluncuran swasta.

Bertujuan untuk menggalakkan masyarakat untuk melakukan cuci tangan pakai sabun dalam upaya menurunkan angka kematian anak di bawah usia 5 tahun dan mencegah penyakit yang dapat berdampak negatif pada kualitas hidup masyarakat. .

Ayo Cuci Tangan

Diharapkan dengan adanya Sedunia Cuci Tangan Pakai Sabun ini dapat meningkatkan perilaku kesehatan pada umumnya dan perilaku hidup sehat pada khususnya.

Kampanye Dunia Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan upaya untuk menggerakkan jutaan orang di seluruh dunia untuk mencuci tangan pakai sabun.

Salah satu tujuan dari kampanye ini adalah untuk mengurangi angka kematian anak, dimana lebih dari 5.000 anak di bawah usia 5 tahun yang terkena diare meninggal setiap hari di seluruh dunia karena kurangnya akses terhadap air bersih, sanitasi dan kebersihan, sanitasi dan pendidikan kesehatan.

Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun

Penderitaan dan biaya penyakit dapat dikurangi dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, yang menurut penelitian dapat mengurangi kematian terkait diare hingga hampir 50% .

Ayo Kita Lakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (ctps) Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan Covid19

Menurut Unicef, kurangnya air bersih menyebabkan penurunan jumlah anak perempuan yang bersekolah saat memasuki masa pubertas, karena kurangnya fasilitas sanitasi yang memadai.

Akses terhadap air bersih dan sanitasi diyakini menjadi landasan penting bagi kehidupan anak-anak di seluruh dunia dalam hal kesehatan, kelangsungan hidup dan harga diri. Mencuci tangan tampaknya menjadi suatu keharusan bagi setiap orang. Mencuci tangan bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko penularan virus Covid-19. Hal ini karena jika kita mencuci tangan dengan benar, maka kotoran yang mengandung bakteri, virus dan parasit juga ikut terbawa air.

Mencuci tangan harus dilakukan kapan saja, tidak hanya pada saat tangan kita kotor. Contohnya adalah saat ingin makan dan setelah makan, setelah bersin atau batuk, setelah menyentuh permukaan suatu benda, setelah menyentuh sampah atau kotoran, setelah ke toilet, dsb. Namun, ternyata masih banyak orang yang menyepelekan pentingnya mencuci tangan setelah beraktivitas atau menyentuh permukaan. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, virus bisa menyebar dan menular melalui kontak. Menurut pernyataan Otoritas Kesehatan China, yang mengumumkan bahwa virus Covid-19 dapat menular melalui kontak dengan orang yang terinfeksi virus tersebut.

Tentu saja, sudah menjadi tugas kita untuk mengingatkan semua orang untuk selalu mencuci tangan setiap saat! Mengetahui hal tersebut, Tricho Hermawan mahasiswa Teknik Mesin Universitas Diponegoro GROUP I UNDIP 2021/2022 mencoba meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar dengan melakukan kegiatan edukasi terkait pentingnya cuci tangan di masa pandemi dan cara pencegahannya. cuci tangan dengan benar. Poster tersebut kemudian ditempel di papan pengumuman Sekolah Dasar Desa Bulustalan. Diharapkan siswa sekolah dasar di desa Bulustalan dapat menerapkan perilaku cuci tangan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Website Informasi Tentang Virus Corona (covid 19)

Ayo cuci tangan, cuci tangan pakai sabun, himbauan cuci tangan pakai sabun, penyuluhan cuci tangan pakai sabun, manfaat cuci tangan pakai sabun, cuci tangan pakai sabun adalah, gambar cuci tangan pakai sabun, cara cuci tangan pakai sabun, langkah2 cuci tangan pakai sabun, hambatan cuci tangan pakai sabun, biasakan cuci tangan pakai sabun, materi cuci tangan pakai sabun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here