Ayo Deteksi Dini Alergi Pada Si Kecil – Perkembangan Anak Jangka Panjang Diulas Tuty Queen Sabtu, 02 April 2016 Rating: 5

Jangan remehkan jika anak Anda tiba-tiba mengalami serangan asma, jangan biarkan masalah tersebut berlanjut, karena ini adalah salah satu …

Ayo Deteksi Dini Alergi Pada Si Kecil

Ayo Deteksi Dini Alergi Pada Si Kecil

Jangan khawatir jika anak Anda tiba-tiba mengalami serangan asma, jangan biarkan masalah tersebut berlanjut, karena ini adalah salah satu penyebab tumbuh kembang anak. Kekurangan oksigen yang berkepanjangan akibat asma pada anak menyebabkan kerusakan otak, sedangkan perkembangan otak yang buruk mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lebih buruk lagi, serangan asma berulang dapat merusak paru-paru. Ternyata salah satu penyebab asma pada anak adalah alergi terhadap protein susu sapi. Terkadang kita sebagai orang tua tidak banyak mengetahuinya tanpa menyelidiki atau mencari penyebabnya. Padahal sebaiknya kita menghindari alergen atau pencetus alergi. Penting untuk mencoba mencegah penyakit sejak dini, termasuk memberikan makanan yang tepat sejak dini.

Panduan Playdate Pertama Si Kecil

Kamis tgl 24 Maret lalu saya mengikuti acara Nutritalk dengan judul “Nutrisi di Awal Kehidupan: Dasar-Dasar dan Panduan Praktis Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Pada Anak Alergi Protein Susu Sapi” di Double Tree Hotel, Cikini yang dibawakan oleh SARIHUSADA… Talkshow #Nutritalk ini menyediakan dua sumber yaitu Dr. Rini Sekartini dan dr. Budi Setiawan. Nutritalk kali ini menjelaskan tentang pentingnya mengetahui faktor risiko alergi pada anak, tentang gejala alergi dan mengenal peran penting nutrisi yang tepat di awal kehidupan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan alergi protein susu sapi. Oh iya, ada dua booth yang ditawarkan pada acara tersebut yaitu Booth 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Booth Perawatan Alergi.

Ada dua camp disini yang pertama kali saya kunjungi 1000 hari pertama kehidupan @Nutrisi_bangsa #Nutritalk pic.twitter.com/Fru41iUzJv — syafiatuddiniah (@tuty_utut) 24 Maret 2016

Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan kami, iBooth menjelaskan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan ketika bayi tumbuh dengan cepat dan menjadi lebih dewasa. Seiring dengan tahap pertumbuhan, otak, sistem pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh juga mengalami tahap perkembangan. 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang menentukan kesehatan anak di masa depan. Di sini dianjurkan untuk memberikan ASI (ASI) hanya pada enam bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan MP ASI (Makanan Pengganti Air Susu Ibu) hingga dua tahun, agar anak dapat makan dengan baik.

Apa itu Nutrisi Kehidupan Awal? dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K)-Konsultan Tumbuh Kembang RSCM Jakarta menjelaskan bahwa pola makan yang diterima anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, memiliki peran yang sangat besar dalam tumbuh kembang anak dan usianya. . sehat saat dewasa. Namun, ada beberapa makanan sehat dalam hidup yang mengandung nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, namun tidak boleh dihindari oleh anak yang berisiko alergi. Anak yang berisiko alergi susu sapi akan mengembangkan respons abnormal terhadap makanan bernutrisi yang mengandung protein susu akibat interaksi antara satu atau lebih protein susu dengan satu atau lebih sifat pelindung. Di awal kehidupan, makanan paling bergizi yang mengandung protein susu sapi bisa berupa makanan pendamping, makanan utuh, atau ASI dari ibu yang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein susu sapi.

Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak

Seorang anak bukanlah orang dewasa, Anda tahu. dr. Rini mengatakan pertumbuhan dan perkembangan otak anak dan orang dewasa berbeda. Tumbuh Kembang (Growth) dan Perkembangan (Growth) Anak Pertumbuhan anak sebagian besar memiliki keterampilan motorik tetap (fixed skills) seperti melompat dan keterampilan gerak halus seperti menulis. Apa yang menyebabkan seorang anak tumbuh dan berkembang tergantung pada gen dan lingkungan, dan yang berperan besar adalah lingkungan. Kebutuhan dasar perkembangan anak adalah kelahiran, kasih sayang dan stimulasi. Dan setiap kebutuhan tersebut harus dibagi rata 100 persen agar anak tumbuh dengan baik.

Dalam hal mengatasi resiko tubuhnya tidak cocok, anak-anak tidak sama dengan anak-anak. Obat yang diresepkan untuk anak-anak tidak cocok untuk anak-anak. Sekali lagi, sebagai orang tua, kita perlu waspada dalam mengenali tanda-tanda alergi pada anak. Betapapun tingginya risiko TBC pada anak, perawatan dini sangat penting. Cara mencegah anak dari risiko alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergi dan memberikan makanan yang tepat, kata dr. Kapan. Untuk anak yang terkena alergi, makanan penting yang bisa mengurangi alergi, aman dan melengkapi seluruh pola makan.

Pembicara pertama adalah DR.Dr Rini Sekartini, Asisten Tumbuh Kembang RSCM Jakarta @Nutrisi_bangsa #Nutritalk pic.twitter.com/gl4h9Knhyr — syafiatuddiniah (@tuty_utut) 24 Maret 2016 Di Booth Allegi Care, beliau menjelaskan gejala susu protein . Diperkirakan 1 dari 25 anak alergi terhadap protein susu sapi. Gejala ini muncul di kulit, saluran pernapasan, dan perut. Pada kulit, gejala alergi berupa bintik merah dan gatal, kadang bintik merah berisi cairan, kulit kering dan gatal. Di saluran pencernaan, mereka ditandai dengan gejala muntah, kolik, diare, dan buang air besar dengan tinja berdarah. Saat berada di saluran pernapasan, gejala alergi ditandai dengan bersin dan gatal di hidung, hidung tersumbat, pilek, batuk berulang, gejala asma (sesak napas dan mengi). Risiko anak terkena alergi akan lebih tinggi jika ada riwayat alergi dalam keluarga.

Ayo Deteksi Dini Alergi Pada Si Kecil

Ratusan ribu anak mengalami gejala pernapasan akibat alergi @Nutrisi_bangsa #Nutritalk pic.twitter.com/3dRSrrEi6Z — syafiatuddiniah (@tuty_utut) 24 Maret 2016

Kegiatan Deklarasi Kolaboratif Deteksi Dini Thalasemia Kalbar Sekaligus Pengukuhan Duta Thalasemia Kalbar 2022 2025

Kita juga dilatih untuk mengenali tanda alergi yang muncul pada anak yang tidak minum susu sapi @Nutrisi_bangsa #Nutritalk pic.twitter.com/3yNRicWMUp — syafiatuddiniah (@tuty_utut) 24 Maret 2016

Apa sebenarnya alergi itu? Profesor. dr. dr. Budi Setiawan, SpA(K), MKes-Konsultan Alergi Imunologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menjelaskan tentang alergi. Penyakit ini disebabkan oleh reaksi alergi yang menyimpang dari zat asing terhadap rangsangan dari luar tubuh, 1,9 – 4,9 persen anak di dunia menderita penyakit yang disebabkan oleh susu sapi. Anak-anak berisiko alergi jika orang tuanya menderita berbagai penyakit. Jika orang tua memiliki riwayat batuk dan manifestasi yang sama, maka anak berisiko 60-80 persen alergi. Bahkan anak dengan orang tua yang tidak memiliki riwayat alergi, anak dapat mengembangkan alergi pada 5-15 persen. Terlepas dari risiko tuberkulosis pada anak, pengobatan harus segera dilakukan, sehingga anak dapat terhindar dari efek alergi jangka panjang dan pertumbuhan serta perkembangannya tidak terganggu. Jika kita melakukan pencegahan yang baik, anak tidak akan terganggu perkembangannya.

Dr Budi->alergi adalah reaksi yang menyimpang dari normal terhadap rangsangan dari zat di luar tubuh @Nutrisi_bangsa #Nutritalk pic.twitter.com/hRLAF0NOsB — syafiatuddiniah (@tuty_utut) 24 Maret 2016

Mereka harus membedakan antara pencegahan dan pengobatan alergi. Pencegahan terjadi sebelum tubuh mereka tidak kompatibel dengan penyakit. Saat ini pengobatan dilakukan jika anak mengalami batuk dan sudah dipastikan melalui diagnosa dokter. Jika dipastikan anak mengalami alergi, maka harus dicari penyebabnya. Pemicu alergi berasal dari telur, susu sapi, kacang tanah, makanan laut, dan gandum. Namun kita juga perlu berhati-hati saat mengidentifikasi penyebab alergi, bisa saja alergi tersebut berawal dari tungau yang ada di dalam rumah, karena tungau ini sebenarnya hidup di dalam rumah. Nah, anak yang memiliki bakat alergi jika tinggal di lingkungan yang mendukung, hanya akan mengembangkan alergi lainnya.

Anak 1 5 Tahun

Dhavy keponakan saya yang alergi protein susu sapi mengalami bentol merah berair dan gatal. Sekarang dhavy minum susu kedelai

Yang paling penting untuk diingat adalah bahwa anak-anak yang memiliki risiko alergi tinggi karena riwayat orang tua perlu dipantau secara ketat, tujuannya adalah untuk memastikan anak berkembang dengan baik. Pemantauan yang dilakukan berupa sering memantau dan mendeteksi gejala alergi yang terjadi, mengidentifikasi alergen dan melakukan tindakan terhadap makanan. Intervensi gizi dapat dilakukan dengan memantau asupan makanan anak dan mengganti makanan yang mudah dicerna. Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian makanan dengan sedikit hydrolyzed protein sebagai langkah intervensi gizi yang berguna bagi anak yang berisiko intoleransi terhadap protein susu sapi, karena protein mudah dicerna oleh anak. Protein terhidrolisis sebagian merupakan hasil teknologi yang mengurangi panjang rantai protein dan memperkecil ukuran molekul protein sehingga protein mudah dicerna dan diterima oleh anak.

Namun, jika anak sudah tidak toleran terhadap protein susu sapi, makanan dengan protein terhidrolisis rendah tidak akan berhasil, pilihan lain adalah memberikan susu formula dengan protein kedelai. Selain murah, protein dalam susu kedelai merupakan pilihan yang baik karena dapat ditoleransi dengan baik dan enak. Menurut Dr. Budi, beberapa penelitian telah mengkonfirmasi bahwa pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, fungsi reproduksi, endokrin, sistem kekebalan dan sistem saraf anak yang mengonsumsi susu formula dan isolasi protein kedelai tidak jauh berbeda dengan anak yang mengonsumsi susu sapi, sehingga orang tua kita tidak Tidak perlu khawatir jika anak kita tidak bisa makan susu sapi.

Ayo Deteksi Dini Alergi Pada Si Kecil

Mencegah lebih baik daripada mengobati, jangan biarkan alergi terus berkembang pada anak karena berdampak pada masa depan mereka. Kenali gejala alergi pada anak, dan segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui apakah anak kita alergi protein susu sapi atau berisiko rendah agar kita tahu apa yang harus dilakukan dan penanganan yang tepat. Suami saya tidak alergi. Sedangkan anak sulung saya pernah dicurigai oleh dokter memiliki masalah protein telur tapi kami tidak pernah memeriksakannya lagi. Saat itu, karena setelah minum obat gatal di kakinya sembuh, jadi kami tidak melakukan tindakan medis untuk mengetahui apakah anak saya benar-benar alergi. Selain itu anak saya sudah tidak gatal lagi walaupun hampir setiap hari makan telur.

Nutritalk] Kenali Alergi Sejak Dini, Agar Tumbuh Kembang Anak Tidak Terhambat

Tapi itulah sejarah

Deteksi kehamilan dini, deteksi dini kanker paru, deteksi dini kanker serviks, deteksi dini kanker payudara, deteksi dini stroke, cara deteksi dini kanker, deteksi dini diabetes, deteksi dini penyakit ginjal, deteksi dini, deteksi dini hiv, deteksi dini komplikasi persalinan, deteksi dini adalah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here