Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke

32

Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke – Sobat sehat, stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian terbesar di dunia. Faktanya, sekitar 15 juta orang di dunia sedang berjuang melawan penyakit stroke setiap tahunnya, lho! Setidaknya 50 lakh dari mereka telah meninggal dan 50 lakh lainnya mengalami cacat tetap akibat stroke. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan penyakit stroke sedini mungkin. Namun, benarkah upaya pencegahan dengan mengurangi konsumsi telur bisa menurunkan risiko stroke? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Telur mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam lemak esensial, antioksidan, kolin, dan mineral. Namun, tahukah Anda bahwa telur berkaitan erat dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah?

Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke

Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke

Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di beberapa bagian otak yang memerlukan penanganan serius. Akhir-akhir ini banyak penelitian tentang manfaat telur sebagai bahan makanan yang dapat membantu mencegah penyakit stroke. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang rutin mengonsumsi telur setiap hari memiliki risiko stroke 12% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Fisioterapi Pasca Stroke » Rsud Sawahlunto

) yang juga disebut kolesterol baik. HDL inilah yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kandungan protein yang tinggi dalam telur juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiradang

Rupanya pendapat bahwa telur dapat menurunkan risiko stroke dibatasi oleh jurnal terbitan Frontiers in Nutrition, yang menunjukkan bahwa makan banyak telur tidak mengurangi risiko stroke sama sekali. Mengonsumsi 1 hingga 4 butir telur per minggu sebenarnya bisa mengurangi peluang Anda terkena stroke, namun hasil sebaliknya justru bisa terjadi jika Anda mengonsumsi lebih dari 6 butir telur per minggu. Hasil penelitian ini terbukti signifikan bagi orang Asia, namun berbeda bagi orang Eropa dan Amerika Utara.

Ada bukti bahwa gaya hidup dan kebiasaan makan juga sangat memengaruhi risiko stroke. Padahal, penelitian ini hanya menggunakan data yang sangat terbatas. Beberapa faktor seperti bentuk pengolahan masih belum diperhatikan. Misalnya telur yang digoreng atau direbus, dikonsumsi utuh atau hanya sebagai bahan pelengkap.

Nah sobat sehat, telur memang bisa dijadikan sebagai sumber makanan sehat. Konsumsi telur telah terbukti mengurangi risiko stroke. Tapi, bukan berarti bisa dikonsumsi berlebihan! Hal ini juga perlu Anda imbangi dengan mengonsumsi makanan sehat lainnya agar asupan nutrisi selalu terjaga. Jangan lupa lengkapi dengan olahraga teratur, mungkin banyak dari Anda yang sudah mengetahui apa itu stroke. Namun, sebagian dari Anda mungkin masih belum memahami dengan baik tentang penyakit ini.

Buah Buahan Ini Ternyata Bagus Untuk Dikonsumsi Penderita Stroke

Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu. Akibatnya, otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Jika dibiarkan, sel-sel otak biasanya akan mati dalam hitungan menit, dan bisa berakibat fatal.

Dari semua jenis stroke yang ada, jenis ini yang paling sering dialami. Stroke jenis ini terjadi ketika arteri yang terhubung ke otak tersumbat atau menyempit. Akibatnya suplai darah ke otak berkurang (iskemia). Stroke iskemik dibagi menjadi dua jenis:

Stroke jenis ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu arteri yang memasok darah ke otak Anda. Gumpalan darah ini disebabkan oleh timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri. Hal ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak (aterosklerosis).

Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke

Stroke jenis ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di organ yang jauh dari otak Anda, biasanya hati Anda. Gumpalan darah jenis ini dikenal sebagai embolus.

Deretan Artis Korea Yang Menikah Di Bulan Oktober, Terbaru Gong Hyo Jin Dan Kevin Oh, Banjir Ucapan Selamat Di Medsos

Stroke jenis ini bisa terjadi ketika pembuluh darah di otak bocor atau pecah. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan adanya titik lemah pada dinding pembuluh darah (aneurisma). Pecahnya arteriovenous malformation (AVM), pembuluh darah berdinding tipis, juga merupakan penyebab penting stroke hemoragik, meskipun jarang terjadi. Stroke jenis ini terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

Pembuluh darah di otak pecah dan darah kemudian tumpah ke jaringan otak di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Perdarahan intraserebral dapat terjadi jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, cedera serius, memiliki kelainan pada pembuluh darah, dan sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Pembuluh darah di atau dekat permukaan otak pecah dan darah kemudian tumpah ke ruang antara permukaan otak dan tengkorak Anda. Setelah terjadi perdarahan, pembuluh darah di otak akan melebar dan menyempit secara tidak normal (vasospasme). Ini merusak sel-sel otak dan juga mengurangi aliran darah ke otak. Saat Anda mengalami hal ini, biasanya Anda akan mengalami sakit kepala hebat.

Transient ischemic attack (TIA) juga dikenal sebagai ministroke. Stroke disebabkan oleh berkurangnya suplai darah ke otak akibat tersumbatnya pembuluh darah. Biasanya ini hanya terjadi kurang dari lima menit dan bersifat sementara. Namun, jika Anda pernah mengalaminya, berarti Anda berisiko tinggi mengalami kerusakan otak permanen.

Apakah Penyandang Talasemia Dapat Hidup Normal?

Stroke adalah keadaan darurat medis. Dengan demikian, pengobatan harus diberikan dengan cepat untuk meminimalkan kerusakan otak dan mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

Berkurangnya aliran darah ke otak dapat membuat tubuh Anda lumpuh, biasanya hanya pada satu sisi tubuh. Selain itu, Anda mungkin tidak dapat mengontrol otot tertentu, seperti lengan atau wajah. Hal ini dapat mempersulit Anda untuk melakukan beberapa jenis aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, makan, minum, dan berpakaian. Namun, jika ditangani sejak dini dan tepat, risiko kelumpuhan bisa dicegah.

Jika Anda mengalami kejang, akan sulit untuk menggerakkan otot di mulut dan tenggorokan. Ini membuat Anda sulit berbicara dan menelan. Banyak orang mengembangkan cadel (dysarthria) setelah stroke. Seiring dengan ini, Anda juga akan mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Namun, Anda dapat melibatkan ahli patologi dengan terapi wicara dan bahasa untuk meningkatkan keterampilan verbal Anda.

Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke

Orang yang mengalami stroke tidak dapat berfungsi seperti orang normal. Mereka hanya bisa berbaring di tempat tidur. Selain itu, mereka bahkan tidak bisa mengurus diri mereka sendiri. Umumnya, orang yang pernah mengalami stroke akan menggunakan caregiver untuk membantu dan merawatnya.

Tanda Tanda Stroke, Penanganan Cepat Bisa Cegah Kematian

Tubuh korban stroke akan mati rasa dan terasa nyeri. Tak jarang, penderita stroke juga mengalami berbagai sensasi aneh di bagian tubuh, seperti kesemutan. Beberapa orang yang pernah mengalami stroke mungkin sensitif terhadap perubahan suhu, terutama suhu dingin. Komplikasi ini biasanya akan Anda rasakan selama beberapa minggu setelah mengalami stroke. Namun, beberapa obat dapat digunakan untuk mengobati rasa sakit yang Anda rasakan di tubuh Anda.

Setelah mengalami stroke, Anda bisa mengalami kehilangan memori di otak. Namun, beberapa mengalami kesulitan berpikir dan memahami berbagai hal.

Komplikasi ini masih bisa diobati. Namun, tingkat keberhasilan pemulihannya berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari tingkat keparahan stroke yang dialami. Untuk itu, sebaiknya Anda memberikan pengobatan sesegera mungkin untuk mengurangi risiko terjadinya sesuatu yang lebih serius. ,

Jika kepala Anda tiba-tiba terasa sakit dan disertai dengan muntah serta penurunan tingkat kesadaran, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa Anda mengalami stroke.

Cek Fakta: Tidak Terbukti Membasahi Kepala Saat Awal Mandi Sebabkan Stroke

Jika ada bagian tubuh yang terasa lemas kemudian mati rasa, bisa jadi itu pertanda Anda mengalami stroke. Jika tidak segera diobati, tubuh Anda akan menjadi lumpuh. Biasanya hanya mempengaruhi satu sisi tubuh Anda. Selain itu, gejala stroke bisa dirasakan saat Anda tersenyum. Satu bagian bibir Anda terasa berat.

Anda mungkin kesulitan mengeluarkan kata-kata saat berbicara. Anda biasanya cadel ketika Anda mengatakan sesuatu. Seiring dengan hal tersebut, kemampuan untuk memahami sesuatu juga akan berkurang.

Jika Anda merasa mengalami hal-hal seperti di atas, segeralah berobat. Sebab, jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka kemungkinan penyakit ini tidak dapat ditangani dengan baik dan benar.

Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke

Stroke biasanya disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Akibatnya, otak Anda tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi. Akibatnya, sel-sel di otak akan mati. Selain itu, penyakit ini juga bisa terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pembuluh darah bocor atau pecah (stroke hemoragik). Namun, ada banyak faktor lain yang meningkatkan risiko stroke sekaligus memungkinkan Anda mengalami serangan jantung, seperti:

Gejala Stroke Ringan Menyerang Secara Tiba Tiba, Jangan Anggap Sepele

Jika kadar kolesterol total Anda lebih tinggi dari 200 mg/dL atau 5,2 mmol per liter, Anda berisiko terkena stroke.

• Anda menderita diabetes dan penyakit jantung (gagal jantung, kelainan jantung, infeksi jantung, atau irama jantung yang tidak normal)

• Mengalami gangguan tidur, obstructive sleep apnea, dimana kadar oksigen dalam tubuh berfluktuasi, terutama pada malam hari

Setiap detik dalam hidup Anda berarti. Dapatkan pengobatan sesegera mungkin jika Anda merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Jangan menunggu gejalanya hilang. Semakin lama stroke berlangsung dan tidak diobati, semakin besar kemungkinan kerusakan dan cacat pada otak.

Peringatan Hari Stroke Sedunia 2020

Sebelum memulai pengobatan, dokter akan menilai terlebih dahulu jenis stroke yang Anda alami dan bagian otak mana yang terkena penyakit tersebut. Berikut adalah beberapa jenis tes yang biasa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda mengalami stroke:

Sebelum Anda mengunjungi dokter, dokter akan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui gejala apa yang Anda alami. Biasanya dokter akan menanyakan apakah Anda pernah mengalami cedera kepala. Dokter juga akan memeriksa riwayat keluarga Anda yang bisa menjadi pemicu stroke. Selain itu, dokter juga akan memeriksa tanda-tanda kecil di tubuh Anda untuk melihat apakah Anda memiliki endapan kolesterol atau penggumpalan darah di tubuh Anda.

Jenis tes ini dapat membantu dokter Anda melihat kadar gula darah dan memeriksa seberapa cepat pembekuan darah Anda. Selain itu, dengan melakukan tes ini, dokter dapat mengetahui apakah Anda terkena infeksi.

Benarkah Menikah Bisa Cegah Stroke

Biasanya dokter

Hipertensi Tak Bisa Diatasi Dengan Menusuk Jari Tangan Atau Kaki

Benarkah yesus menikah, senam cegah stroke, cegah stroke sejak dini, makanan cegah stroke, cara cegah stroke, cegah stroke, cegah stroke sebelum terlambat