Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini

36

Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini – Tahukah Anda bahwa stres dapat menjadi sumber dari banyak masalah kesehatan fisik, salah satunya dapat menyebabkan stroke? Apa hubungannya, apa yang harus diwaspadai dan apa gejalanya?

Berdasarkan data WHO, stroke menduduki peringkat kedua sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian dan peringkat ketiga penyebab kecacatan di seluruh dunia.

Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini

Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini

Kementerian Kesehatan menyatakan stroke adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah di otak, yaitu saat tersumbat atau pecah. Akibatnya, otak tidak bisa mendapatkan suplai darah pembawa oksigen yang diperlukan.

Tips Mencegah Penyakit Stroke

WHO bahkan menyebutkan serangan stroke bisa parah, berlangsung selama 24 jam atau lebih, sehingga bisa menyebabkan kematian.

Mengutip data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, diketahui stroke memang lebih banyak terjadi pada kelompok usia 55-64 tahun, yakni sebesar 33,3%. Namun ternyata ada juga kalangan muda yang mengalami stroke yaitu kelompok usia 35-44 tahun sebanyak 6,9%.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa stres berkepanjangan secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi seseorang terkena penyakit stroke. Pakar kesehatan melihat bahwa kondisi stres dapat menyebabkan penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak, seiring dengan kondisi gaya hidup yang tidak sehat.

Misalnya mengalihkan stres dengan makan banyak dan akhirnya menyebabkan obesitas, atau memiliki kebiasaan merokok. Padahal, gaya hidup tidak sehat ini bisa menyebabkan orang mengalami tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes. Hal-hal tersebut pada akhirnya menyebabkan penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Peringati World Stroke Day, Pkrs Rsud Dr. Iskak Edukasi Masyarakat Kenali Stroke Dengan Slogan “segera Ke Rs”

Irene Katzan, MD, spesialis stroke dari Cleveland Clinic, MD. Seperti dikutip dari Kompas, stres dinilai juga bisa menjadi penyebab stroke karena dapat menyebabkan peradangan berkepanjangan pada tubuh. Lambat laun bisa menyebabkan stroke, dan juga serangan jantung.

Sementara itu, penelitian dari University of Michigan, AS, menyebutkan bahwa pria yang lebih reaktif saat menghadapi stres berpeluang 72% lebih besar menderita stroke dibandingkan pria yang tidak reaktif. Studi lain yang mengamati 6.553 pekerja di Jepang menemukan bahwa pekerja yang mengalami stres berat di tempat kerja memiliki kecenderungan lebih besar untuk menderita stroke.

Selanjutnya, para peneliti di China mengamati enam studi dari 138.782 peserta. Dari penelitiannya dapat disimpulkan bahwa partisipan yang mengalami stres dapat meningkatkan risiko terkena stroke hingga 22%, terutama untuk stroke akibat penyumbatan pembuluh darah.

Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini

Gejala stroke dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Ada yang mudah dikenali, namun ada juga orang yang tidak sadar bahwa dirinya telah mengalami gejala stroke. Berikut gejala stroke yang harus diwaspadai:

Jual Obat Diabetes Type 1, Type 2, Diabetes Kencing Manis, Pengering Luka Diabetes

Gangguan bicara atau kesulitan berbicara merupakan salah satu gejala yang paling umum dialami oleh orang yang pernah mengalami stroke. Orang sering menyebutnya pelo; mereka berbicara cadel.

Biasanya, orang yang pernah mengalami stroke tiba-tiba merasa lemas di beberapa anggota tubuh, dan ini sering terjadi di satu sisi. Misalnya di wajah, lengan, kaki kiri atau kanan saja.

Gejala stroke lainnya biasanya ketika wajah terlihat asimetris seperti biasanya. Misalnya, saat Anda tersenyum, tidak semua area mulut terangkat seimbang, atau bahkan mulut miring ke satu sisi.

Orang yang pernah mengalami stroke juga dapat mengalami masalah penglihatan, baik penglihatan kabur atau penglihatan ganda. Itu bisa di satu mata atau bisa di keduanya, dan itu terjadi secara tiba-tiba.

Pdf) Brain Stroke Detection Using K Nearest Neighbor And Minimum Mean Distance Technique

Jika Anda, keluarga atau kerabat Anda mengalami gejala tersebut, segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Perawatan medis yang lebih cepat dapat meminimalkan risiko perburukan yang serius.

Lalu bagaimana cara mengelola stres yang tepat untuk mencegah penyakit stroke? Berikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda coba:

Singkatnya, mindfulness adalah konsep berpikir yang mengajarkan kita untuk fokus dan menerima apapun yang dirasakan secara sadar dan terbuka, tanpa menghakimi. Konsep mindfulness juga sangat mudah diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan dapat mengurangi perasaan depresi, meningkatkan self-love dan membuat kita lebih menikmati hidup.

Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini

Meditasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melatih kita menerapkan konsep mindfulness dalam kehidupan sehari-hari.

Stroke: Kenali Dan Cegah Sejak Dini

Dengan berlatih meditasi, kita belajar mengatur pikiran kita untuk fokus pada hal-hal yang sedang terjadi saat ini. Berlatihlah untuk tidak terlalu memikirkan penyesalan masa lalu atau kekhawatiran masa depan. Manajemen pikiran penting agar Anda tidak mengalami stres dan kecemasan berlebihan yang umumnya dapat menyebabkan tekanan darah tidak stabil.

Meski terdengar berat, ternyata meditasi tidaklah sulit. Pertama, buat suasana setenang dan senyaman mungkin. Kemudian cari posisi duduk yang juga nyaman untuk Anda. Setelah itu, Anda bisa mulai memejamkan mata sambil fokus pada detak jantung dan ritme pernapasan. Jika Anda sudah fokus pada dua hal tersebut, Anda bisa melanjutkan dengan mendengarkan dan merasakan kondisi di sekitar Anda. Lakukan urutan ini selama 3-5 menit secara rutin setiap hari. Bermeditasi dengan benar dan teratur dapat membantu Anda menjadi lebih rileks dan mengurangi stres.

Seperti namanya, konsep mindful eating memang lahir dari kesadaran. Konsep ini mengajarkan kita untuk fokus pada makan. Berkonsentrasilah pada makanan yang dimakan, nikmati setiap sensasi yang dialami panca indera terhadap makanan tersebut, dan tentunya tidak sambil melakukan aktivitas lain atau terburu-buru. Meski terlihat sepele, menerapkan kebiasaan makan secara sadar ternyata bisa membantu kita memilih asupan yang tepat untuk tubuh, sehingga kita bisa menjaga berat badan dan mencegah kemungkinan menderita kondisi medis lain yang bisa disebabkan oleh makanan; seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi. Seperti yang kita ketahui, hipertensi merupakan salah satu pemicu penyakit stroke.

Gaya hidup sehat dan seimbang juga memainkan peran penting dalam mengurangi stres. Usahakan untuk rutin berolahraga minimal 20-30 menit sehari. Salah satu jenis olahraga yang bisa Anda coba adalah yoga. Olahraga yang sudah ada sejak zaman India kuno ini dikenal manfaatnya bagi tubuh dan pikiran.

Case Stroke Hemoragik

Selain olahraga teratur dan teratur, Anda juga harus menjaga asupan makanan dengan gizi seimbang dan waktu istirahat yang cukup. Disarankan untuk tidur sekitar 7-8 jam sehari untuk Anda yang berusia antara 18-40 tahun dan 6 jam sehari untuk lansia. Jangan lupa untuk menghindari rokok, konsumsi minuman beralkohol dan penyalahgunaan narkoba.

Tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak dari kesibukan dan meluangkan waktu untuk melakukan hobi atau hal lain yang Anda senangi. Melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan pasti bisa membuat Anda merasa lebih rileks dan bahagia. Anda tidak perlu repot memikirkan aktivitas rumit seperti traveling. Nyatanya, aktivitas sesederhana berkumpul bersama teman bisa membantumu mengurangi stres dan tekanan di tempat kerja atau kehidupan, lho. Selain menghibur, teman juga bisa menjadi salah satu support system yang siap membantu di saat sulit dan menegangkan.

Dengan pola makan dan gaya hidup yang buruk, potensi stroke bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia. Selain itu, tingkat stres yang tinggi kini banyak dirasakan oleh kaum milenial. Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk melakukan pencegahan melalui manajemen stres yang baik.

Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini

Nah, jika kita sudah melakukan berbagai tindakan preventif, apakah kita bisa 100% yakin tidak akan terkena stroke? Tentu saja tidak ada yang bisa dijamin. Namun, dengan terus mencoba menerapkan pola hidup sehat dan seimbang, kita telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti stroke.

Sindografis: Menyebabkan Meninggal Dunia, Ini 9 Cara Cegah Infeksi Liver

Cara lain untuk melindungi diri sendiri adalah dengan memiliki asuransi. Hal ini penting karena Anda tidak hanya dapat melindungi diri dan keluarga saat sakit menyerang, tetapi juga meminimalisir risiko finansial yang dapat terjadi saat Anda harus dirawat di rumah sakit, atau bahkan kondisi yang mengancam kesehatan Anda.

Salah satu produk asuransi yang bisa Anda pertimbangkan adalah Flexi Critical Illness dari Astra Life. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis seperti stroke, serangan jantung dan kanker. Asuransi ini juga memberi Anda keleluasaan untuk menentukan sendiri harga premi dan besarnya perlindungan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda.

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai Flexi Critical Illness atau untuk melihat pilihan produk asuransi lainnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman tersebut. Jangan lupa follow @astralifeid untuk update informasi kesehatan, keuangan dan kehidupan. Bisnis sehat, jangan khawatir. #Aku mendukungmu.

Kami hadirkan kisah-kisah inspiratif dan kisah hidup serta kiat-kiat terbaik untuk menyadarkan kita bahwa kita harus terus mencintai kehidupan. Infografis tips mudah mengenali tanda dan gejala stroke (editor dan graphic director: nt, desain grafis: Ira Carlina)

Alat Pendeteksi Dini Gejala Stroke. Kompas.18 Oktober 2021. Hal 8

Tema ini diangkat untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan waspada terhadap stroke dengan melibatkan semua pihak dalam upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko dengan pola hidup sehat, deteksi dini gejala stroke, akses kesehatan yang baik, tepat dan terjangkau. layanan ketika serangan terjadi.

Kementerian Kesehatan mengajak seluruh masyarakat menjadi agen perubahan perilaku hidup sehat, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian faktor risiko stroke, sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Stroke adalah gejala defisit fungsi saraf yang disebabkan oleh penyakit serebrovaskular, bukan oleh sebab lain (WHO). Gangguan fungsi saraf pada stroke disebabkan oleh gangguan sirkulasi serebral non traumatik.

Cegah Stroke Dengan 9 Cara Mudah Ini

Gangguan saraf ini menimbulkan gejala antara lain: kelumpuhan pada wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain. Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung iskemik baik di negara maju maupun negara berkembang.

Belajar Dari Luke Perry, Ini 8 Makanan Alami Cegah Stroke

Stroke dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan yang akan menurunkan derajat kesehatan dan kualitas hidup penderita stroke, selain menambah beban biaya kesehatan yang ditanggung oleh keluarga dan negara.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan bahwa sekitar 31% dari 56,5 juta orang atau 17,7 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Dari semua kematian akibat penyakit kardiovaskular, 7.4

Cara mengobati stroke ringan dengan bawang putih, cara membuat obat stroke dengan daun sirsak, cegah diabetes dengan 5 cara, cara pengobatan stroke dengan bawang putih, cegah stroke, cara cegah stroke, cara menyembuhkan penyakit stroke dengan cepat, cara mengobati stroke dengan daun kelor, cegah stroke sebelum terlambat, makanan cegah stroke, cegah stroke sejak dini, senam cegah stroke