Daging Merah Vs Daging Putih Mana Yang Lebih Kaya Gizi

29

Daging Merah Vs Daging Putih Mana Yang Lebih Kaya Gizi – Liputan6.com, Jakarta Anda perlu mengetahui perbedaan daging merah dan daging putih untuk mendapatkan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan tubuh. Kedua daging ini merupakan sumber protein paling populer, bahkan di Indonesia.

BACA C: NG: Timnas Argentina dan Uruguay Bawa 900 Kg Daging ke Piala Dunia Qatar 2022, Ternyata Ini Alasannya

Daging Merah Vs Daging Putih Mana Yang Lebih Kaya Gizi

Daging Merah Vs Daging Putih Mana Yang Lebih Kaya Gizi

Contoh daging merah adalah daging sapi, domba, kambing, dan babi. Sedangkan contoh daging putih adalah ayam, bebek, dan kalkun. Daging merah dan putih bisa dibuat menjadi banyak hidangan lezat. Anda bisa mengolahnya dengan merebus, menggoreng, mengukus, memanggang atau memanggang.

Ketahui Fakta Dari Wagyu A5, Daging Sapi Yang Super Mahal

Perbedaan antara daging merah dan daging putih dapat dilihat dari asupan gizinya. Secara keseluruhan, keduanya merupakan sumber protein yang baik untuk membangun massa otot dan menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, ada lemak, vitamin (terutama vitamin B dan asam folat) serta mineral (seperti zat besi, seng, dan potasium) yang bisa Anda dapatkan dari kedua daging tersebut.

** Gempa Cianjur meluluhlantahkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan rasa sakit saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: Rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Dukungan akan diberikan dalam bentuk sembako, layanan medis, tenda, dan lainnya. Kepedulian kita adalah harapan mereka.

Perbedaan pertama antara daging merah dan putih ditemukan pada tingkat mioglobin, protein bulat yang menyimpan oksigen dan tersusun dari rantai polipeptida. Mioglobin adalah protein yang ditemukan di otot. Mioglobin adalah faktor utama yang membentuk keberadaan daging merah dan putih.

Daging merah tinggi dalam daging mioglobin. Contoh hewan yang membuatnya adalah sapi, domba, kambing atau babi. Sedangkan daging putih mengandung kadar mioglobin yang rendah. Daging yang termasuk daging putih antara lain ayam, bebek, dan kalkun.

Kenali Bagian Daging Sapi Untuk Masakan

Perbedaan daging merah dan putih juga bisa ditentukan dari kandungan lemaknya. Daging merah lebih tinggi lemak jenuh (lemak jahat) dibandingkan daging putih.

Tentunya kandungan lemak tak jenuh (lemak baik) pada daging merah juga lebih rendah dibandingkan daging putih. Oleh karena itu, jika dilihat dari kandungan lemaknya, daging putih terbilang lebih aman dibandingkan daging merah.

Kandungan vitamin juga bisa dijadikan patokan untuk membedakan antara daging merah dan putih. Berbagai jenis vitamin B, mulai dari vitamin B1, B2, B3, B5, B6, hingga asam folat semuanya dapat disediakan oleh daging merah dan putih.

Daging Merah Vs Daging Putih Mana Yang Lebih Kaya Gizi

Namun, vitamin B12 dalam jumlah besar hanya ditemukan dalam daging merah. Meski unggas juga memiliki vitamin B12, jumlah ini hanya 2% dari daging merah. Memenuhi kebutuhan vitamin B12 penting untuk mendukung pembentukan sel darah merah, pembentukan DNA dalam sel, dan pensinyalan saraf.

Memilih Dan Menyimpang Daging Slice Agar Awet

Perbedaan antara daging merah dan daging putih selanjutnya dapat dilihat dari kandungan mineralnya. Berdasarkan kandungan mineralnya, kedua daging tersebut mengandung zat besi, seng, dan kalium yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, regenerasi sel, dan kontraksi otot.

Namun, kandungan mineral pada daging merah cenderung lebih tinggi dibandingkan daging putih. Dapat disimpulkan bahwa daging merah lebih kaya nutrisi tetapi juga memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan daging putih. Oleh karena itu, Anda juga harus mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda sebelum memilih daging mana yang akan dikonsumsi.

Daging merah memang kaya nutrisi. Namun, banyak penelitian menemukan bahwa mengonsumsinya dalam jumlah banyak dan teratur dapat membuat orang yang mengonsumsinya berisiko lebih tinggi terkena kanker, terutama kanker usus besar. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi daging merah, terutama daging olahan, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes.

Ini juga bisa menjadi salah satu perbedaan antara daging merah dan daging putih. Perlu diketahui, risiko penyakit ini lebih rendah pada orang yang tidak mengonsumsi daging merah dan hanya mengonsumsi daging putih. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda sebelum mengonsumsi daging merah atau putih.

Ketahui Cara Memasak Daging Sapi Rendah Kolesterol

Perbedaan antara daging merah dan daging putih juga bisa dilihat dari cara pembuatannya. Hal ini terutama terjadi pada pemilihan daging sebelum dimasak. Untuk daging merah, pilih otot sebanyak mungkin dan hindari tulang rusuk. Sedangkan untuk daging putih, buang semua kulitnya saat dimasak.

Masak daging dengan cara direbus atau dikukus. Hindari menggoreng atau memanggang daging sebanyak mungkin, karena proses ini berisiko menimbulkan karsinogen. Anda juga dilarang makan daging gosong. Sebelum dimasak, rendam daging dengan bawang putih, jus lemon, atau minyak zaitun untuk mengurangi pembentukan karsinogen.

Itulah beberapa perbedaan daging merah dan putih yang harus Anda perhatikan. Memperhatikan perbedaan kedua daging ini sangat penting dalam menjaga kesehatan Anda.

Daging Merah Vs Daging Putih Mana Yang Lebih Kaya Gizi

* Kebenaran atau Kebohongan? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silahkan WhatsApp ke Fact Check Liputan6.com 0811 9787 670 dengan hanya memasukkan kata kunci yang diinginkan.

Hati Hati Tertipu! Begini Cara Memilih Daging Dengan Metode Daging Asuh

Hasil Akhir Piala Dunia Argentina vs Prancis 2022: Bantu Tim Tango Menang, Lionel Messi Cetak 2 Rekor Unik Bicara soal daging, ada 2 jenis daging yang bisa dikonsumsi, yaitu daging merah dari daging sapi, kambing, domba dan babi. Daging putih berasal dari unggas seperti ayam, bebek, dll.

, daging merah dan daging putih sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Daging sendiri merupakan salah satu sumber protein terbaik serta berbagai vitamin dan mineral.

Daging merah memiliki lebih banyak mioglobin, yaitu sel yang membawa oksigen ke otot dalam darah. Otot ini lebih sering digunakan sehingga lebih gelap (merah). Itu sebabnya bagian kaki unggas lebih merah daripada bagian dada karena otot-otot di bagian kaki lebih banyak digunakan.

Perbedaan besar antara kedua daging tersebut adalah kandungan lemaknya. Daging putih merupakan sumber protein yang lebih rendah dengan kandungan lemak yang rendah. Sementara daging merah lebih kaya lemak, juga lebih kaya protein, vitamin dan mineral.

Cara Membedakan Daging Sapi Dan Daging Kambing, Jangan Sampai Salah

Vitamin B kompleks dan mineral seperti zat besi dan seng memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme dan menjaga fungsi organ yang optimal. Memang benar lebih kaya nutrisi, terlalu banyak mengonsumsi daging merah juga berbahaya bagi tubuh seperti kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Bahkan jika dimasak dengan suhu tinggi, seperti dibakar, daging tersebut dapat membentuk senyawa penyebab kanker yang menyebabkan kanker. Itu sebabnya jika ingin makan daging, pilihlah daging tanpa lemak, baik merah maupun putih.

Oleh karena itu, baik daging merah maupun putih, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk mendapatkan manfaat sekaligus bahaya bagi kesehatan. Daging putih dari unggas, dll. umumnya dianggap jauh lebih sehat daripada daging merah. Dilansir dari Medicaldialy.com, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa mengonsumsi daging putih jauh lebih aman untuk kesehatan jantung, namun ternyata baik daging putih maupun daging merah memiliki efek buruk bagi tubuh karena keduanya dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang.

Daging Merah Vs Daging Putih Mana Yang Lebih Kaya Gizi

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menegaskan bahwa daging putih dan merah itu buruk karena dapat mengganggu kestabilan kadar kolesterol. Peneliti dari University of California, San Francisco, menemukan bahwa meskipun daging putih tidak berdampak buruk bagi kesehatan jantung, terlalu sering mengonsumsi daging putih juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pola Makan Sehat Di Hari Raya

Sementara itu, daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang jika dikonsumsi terlalu sering bisa menyebabkan banyak masalah jantung. Para peneliti juga mengajak 100 partisipan dewasa sehat berusia antara 21 dan 65 tahun untuk mengikuti tiga kelompok diet, yaitu diet tinggi daging merah, daging putih, dan tanpa daging (murni) vegetarian).

Peserta yang mengikuti diet daging merah harus mengonsumsi daging sapi, sedangkan kelompok daging putih harus mengonsumsi daging ayam sebagai sumber protein harian. Partisipan diminta mengikuti diet ini selama sebulan tanpa istirahat. Para peneliti kemudian mengambil sampel darah dari masing-masing partisipan sesuai kelompoknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta diet daging merah memiliki kadar kolesterol dan lemak yang lebih tinggi. Selain itu, partisipan ini juga menghasilkan lebih banyak LDL atau kolesterol jahat dibandingkan mereka yang menjalani diet tanpa daging.

Dr Samia Mora dari Brigham Women’s Hospital dan profesor dari Harvard Medical School menyatakan bahwa LDL atau kolesterol jahat berperan sebagai partikel kecil yang dapat menyebabkan aterosklerosis, dimana partikel ini menumpuk dan menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan darah tidak dapat bersirkulasi secara normal. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kardiovaskular karena kadar kolesterol yang tinggi. Biji ini tidak hanya terdapat pada daging merah, tetapi juga ditemukan pada daging putih oleh para peneliti.

Apa Yang Membuat Daging Sapi Wagyu Sangat Mahal? Ini Penjelasannya

Maria Romo Palafox sebagai ahli gizi dari Rud Center for Food Policy and Obesity menyarankan untuk mulai mengganti konsumsi daging dengan makanan seperti tahu, tempe dan kacang-kacangan.

. ÔÇťOrang dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung harus mengurangi konsumsi daging dan protein merupakan salah satu makronutrien terpenting bagi tubuh manusia, jadi konsumsi daging merah adalah pilihan yang baik.Pilihlah sumber protein untuk tubuh Anda. Namun, sudah lama diketahui bahwa mengonsumsi daging merah dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol ‘jahat’ dalam tubuh. Hal ini menyebabkan orang mulai mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan daging putih berbahan dasar unggas untuk tetap mendapatkan protein yang cukup tanpa meningkatkan kadar LDL. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan daging putih juga harus dikurangi. Hasil studi tentang diet daging merah, daging putih, dan protein nabati Dalam studi tersebut, subjek dibagi menjadi tiga kelompok, kemudian mengikuti salah satu dari tiga diet, yaitu diet tinggi daging merah, diet tinggi daging putih (ayam, kalkun) dan pola makan dengan sumber protein nabati (kacang-kacangan, biji-bijian, dan hasil bumi