Hati Hati Ini 4 Bahaya Di Balik Mioma

30

Hati Hati Ini 4 Bahaya Di Balik Mioma – 4 PERNIKAHAN SEHAT & ISLAM Dr, Nia Kurniasih dan Ihsanul Muttaqien Smile Penerbit Utan Kayu, Jakarta Timur Cover Design & Layout Khaled Mawardi

5. Penerimaan Bismillah dan Alhamdulillah, Alhamdulillah, Allah SWT telah memberikan izin untuk membawa buku ini ke tangan Anda. Padahal, kesepakatan sederhana ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mempersiapkan diri menuju pernikahan. Kita tahu bahwa pengetahuan kita sangat sedikit. Nah, beberapa bulan sebelum pernikahan, kami bersepakat untuk mencari referensi tersebut yang bisa dijadikan pedoman dalam menyambut dan menjalani kehidupan berumah tangga nantinya. Dalam buku ini kami memilih tema sehat dan islami sebagai tema sentral, mengapa? Karena menurut saya tidak banyak buku yang secara khusus membahas kedua hal ini sekaligus dalam konteks pernikahan. Dalam Al-Qur’an, pasangan suami istri ibarat pakaian dan orang yang memakainya. Allah berfirman bahwa mereka adalah pakaian untukmu dan kamu adalah pakaian untuk mereka. (Surat al-Baqarah: 187). Seperti pakaian, suami dan istri bekerja untuk menutupi dan melindungi satu sama lain. Suami istri hendaknya saling menjaga dan menjaga kesehatan diri dan pasangannya. Di sinilah pentingnya memahami isu-isu domestik terkait ilmu kedokteran. kata pengantar i

Hati Hati Ini 4 Bahaya Di Balik Mioma

Hati Hati Ini 4 Bahaya Di Balik Mioma

6 Jadi mengapa Islami? Sebagai seorang Muslim, semua aspek kehidupan harus didasarkan pada Syariah. Jangan menghindarinya tentang pernikahan. Maka, kami mencoba memadukan keduanya dalam buku ini, pernikahan yang sehat dan islami. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Naiya dan Ehsan ii pernikahan yang sehat dan Islami

Pejuang Dua Garis Biru, Bisakah Aku Dipanggil Ibu?

7 Daftar Isi Kata Pengantar Daftar Isi #1 Persiapan Fisik 1 #2 Pernikahan Itu Ibadah 15 #3 Menyambut Anak 31 #4 Tidak Sehat Mahal 45 Tentang Penulis Daftar Isi iii

10 #1. Persiapan Fisik Pernikahan merupakan momen yang sangat sakral bagi setiap orang yang menjalaninya. Tentu menghadapi momen sakral ini membutuhkan persiapan yang matang. Salah satu persiapan yang harus diperhatikan calon pengantin adalah persiapan fisik. Persiapan fisik ini terkesan mudah karena bisa dirasakan dengan mata telanjang. Namun, hal itu tidak boleh dianggap enteng dan sembarangan. Perlu perhatian khusus agar tidak ada yang terlewatkan. Ada tiga hal yang akan kita bahas mengenai persiapan fisik ini, yaitu (1) usia, (2) organ reproduksi, dan (3) kesehatan calon pengantin. (1) USIA Bagi hampir semua orang, pernikahan adalah proses yang diselimuti misteri. Kesabaran sudah teruji sejak mencari jodoh, ada kecenderungan menyerah karena hanya bisa berusaha, sedangkan hasil akhir ada di tangan Allah SWT. Selain masalah kerabat (siapa yang akan dinikahi), misteri lain yang tak kalah besarnya adalah menentukan kapan usia terbaik untuk menikah. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, secercah harapan memenuhi pikirannya. Calon suami mengharapkan istrinya setia padanya, menghiburnya saat ia sedih. 2 Pernikahan yang sehat dan islami

11 Dan menjadi roh kehidupan. Sedangkan calon istri menginginkan suaminya menjadi pemimpin, pelindung, dan pemberi nafkah di rumah. Dalam benaknya, seorang suami menjadi sosok wali yang mampu bersikap dewasa dan diyakini kemampuan tersebut diwariskan dari suami yang lebih tua. Namun benarkah usia berbanding lurus dengan kedewasaan mental dan perilaku? Dalam dunia medis, usia manusia terbagi menjadi usia sejarah dan usia psikologis. Usia kronologis adalah penambahan angka setiap tahun saat manusia lahir (1, 2, 3, 10, 20, 30, dst). Selain itu, usia psikologis merupakan cerminan dari perkembangan pemikiran, mental dan kematangan dalam kehidupan. Jadi usia tua bukanlah satu-satunya ukuran kedewasaan seseorang. Kualitas diri lah yang menentukan baik atau tidaknya dia untuk dijadikan pasangan hidup. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, tentunya hidup akan lebih indah jika kita bisa memaknainya dengan tidak berlebihan. Dalam kaitan ini, ada orang yang mampu menyeimbangkan usia kronologis dengan usia psikologis, namun ada juga yang tidak mampu menyeimbangkannya. Kembali ke pembahasan awal, klasifikasi usia manusia dibagi menjadi usia kronologis dan usia psikologis. Jika seorang laki-laki (persaudaraan) telah memantapkan kepemimpinan dan perilaku ekonomi, maka diperbolehkan memiliki istri yang lebih dewasa usianya. Namun bukan berarti model ini kebal terhadap kendala yang dihadapinya. Permasalahan yang mungkin timbul harus dilihat dari tiga sisi, yaitu: a. Aspek psikologis adalah masalah yang timbul dari pola pikir dan perilaku serta pengalaman hidup yang mengarah pada kebugaran jasmani

12 masalah pubertas perempuan datang sebelum Akhwan. b. Aspek Keterbatasan Fisiologis Semakin tua seorang saudari, semakin rendah kualitas sel telurnya. Belum lagi risiko selama kehamilan yang meningkat seiring bertambahnya usia. Hal lain yang muncul berkaitan dengan menopause dan aktivitas seksual karena bukan tidak mungkin ketika motivasi seksual istri berkurang atau memasuki masa menopause, suami masih dalam keadaan prima. c. Aspek Sosiologis (Kerugian Sosial) Hal yang dapat membayangi pernikahan, ketika perbedaan usia jauh, semakin banyak orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar menolak model pernikahan ini untuk bahagia.Mereka menolak alasan. anak-anak. Hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat saat ini. Namun perlu diingat bahwa tidak ada masalah perbedaan usia antara suami istri dalam Islam. Batasan usia bukanlah jaminan bahagia atau tidaknya pasangan suami istri, karena kriteria pemahaman agama lebih penting daripada usia fisik (biologis). Ada juga contoh dalam sejarah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menikah dengan Siti Khadijah yang terpaut usia 15 tahun, dan ternyata model pernikahannya adalah contoh yang sangat baik. Ini adalah bukti bahwa perbedaan usia bukanlah penghalang dalam berumah tangga. (2) Organ Reproduksi Seorang kakak beradik yang akan menikah harus mengetahui dan meyakini bahwa organ reproduksinya berfungsi. 4 Pernikahan yang sehat dan islami

Miom Dan Kista Apa Bedanya? Yuk, Simak Jenis Dan Penyebab Keduanya!

13 bagus Oleh karena itu, memahami diri sendiri (dalam hal ini mengenal organ reproduksi) merupakan langkah awal untuk meningkatkan kepekaan menyadari adanya masalah. Oleh karena itu, setiap masalah yang muncul akan ditangani sesegera mungkin. Tidak hanya mengetahui atau mengenal organ reproduksi saja, tetapi sebaiknya wanita memahami siklus tubuhnya, seperti proses pertumbuhan sel telur (Oum) dan siklus menstruasi serta memahami bahwa organ reproduksi dikendalikan oleh hormon yang berbeda-beda. . Berikut beberapa masalah yang dapat terjadi pada organ reproduksi wanita, terutama saat menstruasi, solusi untuk mengatasinya antara lain: 1. Jika menggunakan pembalut lebih dari 5 kali per hari (perdarahan banyak, (disebut hipermenore). Kondisi ini disebabkan oleh penebalan dinding rahim, endometriosis, atau kelainan bawaan. Cara mengatasinya mulai dari kuretase, biopsi hingga kontrasepsi oral/pil. 2. Jika Anda menghabiskan kurang dari 2 pembalut per hari (hipomenore). Keadaan ini disebabkan oleh adanya kelainan endometrium, kekurangan estrogen dan progesteron. Solusinya adalah operasi rekonstruksi (jika memungkinkan). 3. Ada wanita yang tidak pernah haid seumur hidupnya, keadaan ini disebabkan kelainan bawaan, kurang terbukanya selaput dara, atau masalah rahim dan cara mengatasinya dengan operasi rekonstruksi (bila memungkinkan). 4. Kondisi abnormal lainnya dimana masa haid berlangsung lebih dari 7 hari (menorrhagia). Ini disebabkan oleh masalah seperti polip, miom, endometriosis. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan obat atau operasi bila diperlukan. Kesegaran jasmani5

14 5. Kondisi dimana perdarahan berlanjut selama siklus menstruasi (metruria). Penyebab dan cara mengatasinya mirip dengan kasus menorrhoea. 6. Kondisi tidak haid selama 3 bulan atau lebih (amnorrhoea). Hal ini disebabkan oleh kelelahan fisik, ketidakseimbangan hormon reproduksi atau penyakit organ dalam). Perlu konsultasi ke dokter untuk mengatasinya. 7. Siklus selama 5-6 minggu (tetapi kurang dari 3 bulan, yang disebut oligomenore). Alasannya sama dengan kasus amenore. Selain banyaknya masalah yang disebutkan, ada juga gejala saat menstruasi yang perlu diwaspadai, seperti nyeri hebat di perut bagian bawah. Selain itu, nyeri sering disertai rasa mual, sakit kepala, gelisah, iritasi, sehingga tidak bisa beraktivitas dan harus tidur. Nyeri haid yang berlebihan disebut dengan dismenore. Nyeri haid seperti itu dapat diobati dengan pereda nyeri (kelompok analgesik). Namun, jika nyeri haid yang berlebihan ini tidak kunjung reda dengan obat-obatan, maka penting dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penanganan yang tepat. Masalah lain yang sering mengganggu organ seksual wanita adalah keputihan. Keputihan (leukorea/flour albus/pektay) sendiri merupakan keluarnya cairan dari piring yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Padahal, keputihan berperan sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan dinding vagina saat berhubungan badan dan berhubungan intim. Keputihan dianggap normal jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut: keluarnya cairan dari vagina bersih dan bening, tidak berbau, tidak ada warna pada celana dalam, hanya bertahan 3-4 hari, dan pada beberapa kasus Bertambah 6 Sehat dan Islami pernikahan

15 (sebelum menstruasi, ovulasi, selama kehamilan, setelah hubungan seksual, setelah aktivitas fisik, atau selama stres berat). Sedangkan keputihan yang dianggap tidak normal/tidak normal, ada beberapa kondisi: a) Keputihan yang banyak, encer, tetapi tidak berbau, kemungkinan karena stres dan gangguan hormonal saat ovulasi, serta tidak memerlukan penanganan medis khusus. b) Keputihan seperti susu, kental, lengket tidak berbau atau berbau sangat banyak. Seringkali karena radang serviks dan vagina atau alergi terhadap benda asing (sabun, tisu, dll). c) Keputihan berwarna coklat, encer, banyak, lembab, biasanya karena radang vagina, leher rahim, endometrium. d) Keputihan berwarna putih, berair, berbau busuk, penyebab utamanya adalah jamur (candida albicans). e) Keputihan berwarna kuning kehijauan, bernanah, sangat kental, gatal dan nyeri di daerah vagina, disebabkan oleh parasit (trichomonas vaginalis). f) Keputihan berwarna kuning, kental, banyak, gatal, panas, nyeri bila permukaan vagina ditekan, disertai keluarnya nanah akibat Neisseria gonorrhoeae. Berikut tips cara mencegah keputihan abnormal/patologis: (1) menjaga kebersihan area kelamin, (2) menghindari faktor risiko infeksi seperti berganti pasangan, (3) membersihkan vagina, jangan terlalu banyak minum air putih , (4) Hindari duduk di toilet

Hati Hati Ini 4 Bahaya Di Balik Mioma

Dhyo haw di balik hari ini, bahaya penyakit mioma uteri, bahaya mioma, bahaya mioma uteri, download lagu dhyo haw di balik hari ini, bahaya benjolan di hati, bahaya penyakit mioma, di balik hari ini