Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif – Liputan6.com, Jakarta Penyebab sakit gigi biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan buruk sehari-hari. Selain itu, kebiasaan menggunakan alat perawatan gigi seperti sikat gigi, benang gigi, atau tusuk gigi juga bisa menjadi salah satu penyebab utamanya.

Oleh karena itu, Anda harus menghindari beberapa kebiasaan sehari-hari penyebab sakit gigi. Apalagi sakit gigi tentunya akan sangat merepotkan dan dapat mengganggu aktivitas, sehingga menyulitkan Anda untuk menjalani keseharian dengan baik.

Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif

Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif

Anda harus mengetahui penyebab sakit gigi dan cara meredakannya agar gigi tetap sehat. Ketika Anda terus menerus memiliki kebiasaan buruk yang menyebabkan sakit gigi, bukan tidak mungkin hal ini dapat menyebabkan penyakit gigi yang lebih parah lagi.

Kebiasaan Buruk Yang Menyebabkan Masalah Gigi Berlubang

* Fakta atau Hoax? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silahkan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 cukup dengan mengetikkan kata kunci yang diinginkan.

Penyebab sakit gigi yang pertama adalah kebiasaan menggigit es batu. Bagi Anda yang memiliki hobi mengunyah atau menggigit es batu, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini.

Sering menggigit es batu dapat membuat retakan mikroskopis pada permukaan enamel gigi dan menyebabkan masalah gigi yang lebih besar dari waktu ke waktu. Kebiasaan buruk ini pada akhirnya akan membuat gigi rapuh dan patah.

Banyak orang memiliki kebiasaan menyikat gigi terlalu keras. Niatnya tentu saja agar semua kotoran yang ada di gigi bisa terangkat, namun hal ini justru ternyata berisiko menyebabkan gigi sensitif. Menyikat gigi yang terlalu keras dapat mengiritasi gusi, meningkatkan risiko gigi berlubang, dan merusak enamel pada gigi yang berujung pada gigi sensitif.

Berbagai Kebiasaan Yang Merusak Email Gigi

Menyikat gigi 2 kali sehari selama 2 menit merupakan kebiasaan baik yang harus Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hindari menyikat gigi dengan terburu-buru dan menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras. Hal-hal tersebut akan menyebabkan gusi terbuka dan meningkatkan sensitivitas gigi.

Selain itu, menggemeretakkan gigi juga bisa menjadi salah satu penyebab sakit gigi. Biasanya kertakan gigi atau bruxism terjadi pada malam hari, atau dipicu oleh stres pada beberapa orang.

Kebiasaan ini dapat memberikan banyak tekanan pada gigi, sehingga dapat mengikis lapisan enamel. Selain itu, sering mengatupkan rahang juga dapat merusak sendi di area tersebut dan menyebabkan gigi retak. Akibatnya, gigi akan menjadi lebih sensitif. Jadi sebisa mungkin hindari kebiasaan buruk ini.

Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif

Kebiasaan buruk penyebab sakit gigi berikutnya adalah sering minum soda. Konsumsi soda berlebihan merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan gigi terasa ngilu dan sensitif. Paparan soda yang terus-menerus pada gigi dapat menyebabkan erosi pada lapisan enamel.

Hati Hati, Ini 7 Kebiasaan Yang Bisa Memunculkan Masalah Gigi Dan Mulut

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis juga akan membuat Anda berisiko lebih tinggi mengalami gigi berlubang. Bakteri penyebab gigi berlubang akan menikmati sisa makanan dan menghasilkan asam yang mengikis lapisan luar gigi. Kondisi ini bisa semakin parah jika Anda tidak rutin membersihkan gigi.

Tusuk gigi sering digunakan untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Sayangnya, jika tidak digunakan dengan sangat hati-hati, tusuk gigi justru dapat melukai jaringan gusi yang menyebabkan gusi surut. Hal ini akan memicu munculnya gigi sensitif dan nyeri.

Selain itu, jika Anda sering membuka atau menggigit benda dengan gigi, hal ini juga bisa menjadi salah satu penyebab sakit gigi. Kebiasaan tersebut dapat memberikan tekanan yang berlebihan pada gigi, sehingga lapisan enamel berpotensi rusak. Hal ini membuat perlindungan yang diberikan pada gigi tidak lagi efektif.

Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari selama dua hingga tiga menit. Jangan lupa dibersihkan dengan benang gigi.

Awas! Kebiasaan Menggigit Kuku Bisa Bikin Gigi Retak Dan Terkikis

Pegang sikat gigi pada sudut 45 derajat. Gosok perlahan dengan gerakan memutar, dan pegang sikat gigi di ujung jari Anda, bukan di telapak tangan.

Penanganan gigi sensitif atau sakit gigi tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, jika sakit gigi Anda tidak segera sembuh, segeralah ke dokter gigi agar lebih aman. Pernahkah Anda merasakan sakit atau ngilu pada gigi saat mengkonsumsi makanan atau minuman dingin? Jika demikian, Anda mungkin memiliki gigi sensitif. Kondisi yang bisa menimpa siapa saja harus segera diatasi. Jika tidak, kondisi Anda akan semakin parah sehingga risiko komplikasi akan semakin meningkat.

Padahal, gigi sensitif terjadi ketika enamel gigi tidak lagi mampu memberikan perlindungan pada bagian dalam gigi. Hal-hal yang dapat mendasari terjadinya kondisi tersebut. Misalnya cara menggosok gigi yang salah, pola makan yang tidak benar, kebiasaan menggertakkan gigi (

Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif

Apapun penyebabnya, gigi sensitif harus dirawat dengan cara yang tepat. Jika terus dibiarkan tanpa tindakan medis, maka terjadinya gigi berlubang tidak dapat dihindari lagi.

Langkah Menyikat Gigi Yang Baik Dan Benar

Pada stadium lanjut, lubang yang terbentuk akan semakin besar dan dalam, hingga menembus ruang pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah. Oleh karena itu, rasa nyeri akan semakin parah dan membuat orang yang mengalaminya sulit untuk beraktivitas. Pada beberapa kasus, lubang yang masuk ke dalam ruang pulpa juga dapat menyebabkan pembengkakan dan infeksi.

Komplikasi yang terjadi akibat gigi sensitif dapat dicegah. Cara termudah untuk melakukannya adalah pergi ke dokter gigi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab gigi sensitif dan jenis terapi yang paling tepat.

Jika gigi sensitif timbul akibat lubang pada gigi, maka tindakan selanjutnya adalah penambalan. Sedangkan jika gigi sensitif muncul akibat gusi yang mengecil, tindakan yang mungkin dilakukan adalah operasi.

Pada kasus yang sudah parah, dimana gigi sudah berlubang lebar dan dalam, dokter akan melakukan perawatan saluran akar pada pasien. Setelah itu, gigi berlubang pasien akan ditambal atau diganti dengan gigi palsu yang sesuai.

Katanya Sehat, Tapi 4 Kebiasaan Ini Malah Dapat Merusak Gigi!

Selain pengobatan yang diberikan dokter, penderita gigi sensitif juga harus melakukan upaya agar keluhan tidak kambuh lagi. Dalam hal ini, upaya yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Pasta gigi jenis ini berfungsi untuk memblokir tubulus terbuka di dentin, sehingga rangsangan yang memicu kepekaan tidak sampai ke saraf.

Ingatlah selalu bahwa gigi sensitif bukanlah masalah sepele yang bisa diabaikan begitu saja. Sebab, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, keluhan yang satu ini bisa menimbulkan komplikasi yang benar-benar bisa menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya. Gigi putih adalah dambaan setiap orang. Namun sebelum memutihkan gigi, Anda perlu membaca artikel ini sebelum mengalami resiko gigi sensitif.

Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif

Gigi putih sempurna merupakan dambaan setiap orang karena kondisi gigi yang berkilau seperti ini dapat menunjang penampilan. Oleh karena itu, tren memutihkan gigi atau

Kolom Pakar] Drg Hanny Ilanda: Gigi Berlubang Dapat Sebabkan Keluhan Kesehatan Lain

Yang perlu Anda ketahui, tidak semua perubahan warna yang terjadi pada gigi bisa dilakukan dengan bleaching. Hanya perubahan warna yang bersifat ekstrinsik (faktor luar) yang dapat diputihkan secara maksimal.

Perubahan warna ekstrinsik umumnya terjadi akibat kebiasaan buruk, seperti merokok, menghisap tembakau, dan menempelnya pewarna pada makanan atau minuman. Noda ini hanya akan mempengaruhi bagian luar gigi Anda.

Sedangkan perubahan intrinsik berasal dari dalam gigi. Perubahan tersebut terjadi karena penggunaan obat antibiotik, trauma gigi, infeksi, atau penuaan (penipisan email gigi). Untuk jenis perubahan warna ini, diperlukan perawatan lain agar gigi tampak putih dan efektif.

Prosedur pemutihan gigi sebenarnya bisa dilakukan di rumah atau oleh dokter gigi di klinik. Ada banyak jenis produk pemutih gigi, seperti pasta gigi khusus pemutih, gel dan strip pemutih, hingga obat kumur.

Macam Macam Bahaya Akibat Terlalu Sering Gunakan Tusuk Gigi

Saat ini produk pemutih gigi sudah ada di pasaran dan dijual dengan harga terjangkau. Namun, Anda harus berhati-hati dalam memilih dan menggunakannya. Pasalnya, produk tersebut belum tentu aman digunakan dan justru dapat merusak kesehatan gigi.

Biasanya keluhan gigi terasa lebih sensitif muncul setelah melakukan prosedur pemutihan gigi. Ini terjadi karena penetrasi zat pemutih hidrogen peroksida. Bahan ini merembes melalui lapisan enamel dan memaparkan saraf di dentin yang mendasarinya.

Tingkat sensitivitas gigi pada setiap orang umumnya berbeda-beda, bisa terasa ringan atau sedang. Kondisi ini akan meningkat saat terkena rangsangan panas, dingin, atau asam. Hal ini disebabkan perbedaan kadar pemutih peroksida yang digunakan dan lamanya perawatan serta teknik yang digunakan.

Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif

Gigi sensitif umumnya terjadi selama perawatan dan dapat bertahan beberapa hari setelahnya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena efek samping tersebut dapat hilang dalam beberapa hari.

Jenis Bakteri Yang Dapat Menyebabkan Masalah Mulut

Selain itu, iritasi pada gusi juga sering terjadi setelah pemutihan gigi. Kondisi ini terjadi akibat kontak pada gusi Anda dengan produk pemutih gigi. Keadaan ini umumnya juga akan hilang setelah beberapa hari.

Untuk mengatasi adanya gigi sensitif, hindari konsumsi makanan atau minuman panas dan dingin segera setelah prosedur pemutihan. Pilih pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi ini mampu menekan ujung saraf gigi sehingga tidak terasa perih.

Pastikan juga Anda menggunakan bulu sikat yang lembut dan menyikat gigi secara perlahan. Hal ini dapat mengurangi rasa nyeri yang muncul. Konsultasikan ke dokter jika gigi sensitif tetap ada dan tidak kunjung hilang.

Pemutihan gigi umumnya aman, namun perawatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi profesional. Meskipun pemutihan gigi dapat dilakukan di rumah, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar risiko munculnya gigi sensitif dapat diminimalkan. JAKARTA, – Pernyataan bahwa lebih baik sakit hati daripada sakit gigi ternyata ada benarnya. Memiliki gigi sensitif akan membuat kita tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sakit gigi seringkali hadir saat momen-momen spesial sedang berlangsung.

Karang Gigi: Penyebab, Gejala, Obat, Dan Perawatan

Ternyata kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan ini bisa memperparah sakit gigi sensitif. Apakah mereka?

Kebiasaan buruk ini dapat mengikis lapisan terluar gigi (enamel) dan menyebabkan dentin (lapisan tengah gigi) terbuka. Ini juga dapat menyebabkan resesi gusi (jaringan gusi menjauh dari gigi). Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif saat terpapar suhu ekstrem atau makanan asam.

Bulu sikat gigi yang kasar dapat mengiritasi gusi, terutama gusi orang tua. Seiring bertambahnya usia, gusi terdorong ke belakang dan akar gigi menjadi terbuka, seringkali meningkatkan kepekaan

Hati Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gigi Sensitif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here