Ini Bahayanya Jika Pakai Sabun Sembarangan – Kampung Dagang (10/08) – Masalah stunting di Indonesia menjadi perhatian pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan. Stunting untuk berkembang adalah gangguan pertumbuhan di mana seorang anak tidak tumbuh sesuai dengan usianya atau disebut juga dengan stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang. Anak-anak juga mungkin memiliki tubuh yang kurus (wasting) atau perkembangan tubuhnya tidak sesuai dengan umumnya. Masalah stunting juga menjadi salah satu dari sekian banyak program stimulus yang dicanangkan pemerintah. Pencegahan stunting dipandang perlu karena dampak stunting yang tidak dapat diobati, sehingga dikhawatirkan akan berdampak besar bagi keberlangsungan generasi penerus.

Kelurahan Kampung Dagang juga telah melaksanakan berbagai program pelaksanaan yang diprakarsai pemerintah, salah satunya adalah memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya pemenuhan gizi dan gizi yang baik bagi anak, pemberian pola asuh yang baik serta sanitasi dan akses ke air minum. Pemberian pendidikan stunting di desa Kampung Dacha dilakukan secara masif melalui pendamping Posyandu dibantu oleh bidan desa dan puskesmas kecamatan yang ada. Setiap bulan kegiatan Posyandu dilaksanakan di 4 tempat yaitu: Posyandu Pendamping, RW 2, RW 3 dan kantor desa. Tawaran edukasi juga diintensifkan dalam kegiatan kelas ibu hamil yang diadakan rutin setiap bulan di Posyandu Desa Kampung Dagang.

Ini Bahayanya Jika Pakai Sabun Sembarangan

Ini Bahayanya Jika Pakai Sabun Sembarangan

Pemberian edukasi ini dilakukan selain dengan membagikan poster edukasi ”kita cegah stunting” dan dibantu dengan keterlibatan bidan desa dan ahli gizi kepada ibu-ibu yang sudah ada. Edukasi ini sangat penting karena pada kenyataannya masih banyak ibu yang belum begitu paham dengan stunting. Oleh karena itu, diharapkan dengan diseminasi poster edukasi ”Cegah stunting” ini dapat memberikan penjelasan dan menambah pengetahuan tentang topik ini. Penyebaran poster dilakukan di seluruh Posyandu di Kampung Dagang. Penjelasan tentang stunting juga dibantu oleh ahli gizi dan bidan terkait di desa. Ibu-ibu yang datang ke Posyandu disambut baik oleh Tim Gabungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dengan lintas sektor terkait di wilayah Kabupaten Kediri yaitu Satpol PP, DPMPTSP, Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Perhimpunan Pijat Kesehatan Indonesia.. more »

Masih Babs Dan Tidak Peduli Lingkungan? Mahasiswa Undip Ajak Warga Putatsari Lakukan Phbs Guna Ciptakan Lingkungan Bersih Dan Sehat

– Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri masuk nominasi Penghargaan Mitra Bhakti Husada (MBH) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran. Dewan Juri Kementerian Kesehatan (Kemenk.. Selengkapnya »

– Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar seminar kesehatan jiwa kemarin (17/10) kepada ratusan mahasiswa. Acara diadakan di aula SMAN 1 Grogol. Peserta merupakan perwakilan siswa SMAN 1 Continue »

Salam Sehat Ayah Bunda #dulurkediriku…! Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) diperpanjang hingga 13 September 2022… Kami segera membawa anak ke fasilitas kesehatan atau layanan imunisasi terdekat untuk mendapatkannya.. Selengkapnya »

Kerjasama yang baik antara pemerintah sebagai regulator dan masyarakat dalam pengendalian Covid-19 membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan dari hasil .. selengkapnya »

Menjaga Kebersihan Dengan Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Menjaga kesehatan tubuh merupakan salah satu hal penting bagi kita untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Karena hanya dengan cara ini tubuh akan terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu.. Baca selengkapnya “

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat kembali dirasakan di masyarakat. Pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 bagi seluruh tenaga kesehatan. Petugas kesehatan berada di garda terdepan.. Lengkap »

Penyakit hepatitis akut yang saat ini sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

Ini Bahayanya Jika Pakai Sabun Sembarangan

Penyakit cacing tular tanah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah beriklim tropis dan subtropis. Penyakit ini termasuk dalam kelompok penyakit terabaikan bersama filariasis, lepra dan frambusia.

Awas….jangan Makan Tinja Anda (open Defecation Free)

Masalah kecacingan terutama terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk dan perilaku masyarakat yang tidak hidup bersih dan sehat.Infeksi cacing perut dapat mempengaruhi status gizi, proses tumbuh kembang, dan merusak kemampuan kognisi pada anak yang terinfeksi. Kasus kurang gizi, pertumbuhan terhambat, anemia bisa disebabkan oleh cacingan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang bebas dari cacingan, tubuhnya memiliki kemampuan menyerap protein, karbohidrat, vitamin A dan zat besi secara optimal, sehingga dapat meningkatkan status gizi dan kemampuan tumbuh kembangnya.

Obat yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah albendazole, karena obat ini ampuh membasmi cacing perut, baik cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk dan cacing kremi. Selain itu, obat ini juga aman dan tidak menimbulkan efek samping apapun.

Strategi pemberian obat cacing secara massal dilaksanakan secara terpadu dengan program vitamin A balita dan melalui skema UKS usia sekolah. Pemberian obat cacing massal ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi cacingan pada anak prasekolah dan sekolah melalui pemberian obat cacing terpadu di Kabupaten Kediri.

Pembuatan Sabun Cuci Dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Mengurangi Limbah Rumah Tangga

Kegiatan ini dilakukan selama 5 tahun hingga tahun 2019. Untuk Pemberantasan Filariasis dilakukan hingga tahun 2020.

Program ini melibatkan beberapa lintas sektor terkait di wilayah Kabupaten Kediri yaitu Tim Penggerak PKK Kabupaten, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), l Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Kementerian Agama ( Kemenag), Komunikasi dan Informatika (DisKominfo).

Diharapkan dalam jangka pendek dan jangka panjang program ini akan meningkatkan kualitas dan produktivitas SDM. Juga dapat mengurangi prevalensi kecacingan, melalui pengobatan, untuk mencegah efek kecacingan (

Ini Bahayanya Jika Pakai Sabun Sembarangan

). Selain meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu cuci tangan pakai sabun melalui program promosi, akan mengurangi infeksi kecacingan. (Bagian Pencegahan Penyakit Hewan – SGI) DEMAK – Wabah Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar karena masih banyak masyarakat yang terus menerus membuang masker medis sekali pakai yang telah digunakan sembarangan sehingga menimbulkan motivasi bagi mahasiswi Tim 1 Undip dalam 2022 melakukan edukasi pengelolaan dan pembuangan limbah masker medis sekali pakai skala rumah tangga di desa Mangunjiwan (8/2).

Mana Yang Lebih Baik, Sabun Batang Atau Sabun Cair?

Wabah pandemi Covid-19 telah memberikan dampak besar bagi dunia dan seluruh masyarakat, tidak hanya menyerang manusia di bidang kesehatan, tetapi juga semua sektor yang berperan dalam proses kelangsungan hidup masyarakat, baik ekonomi, politik, pariwisata, pendidikan, pertanian dan sektor lainnya. Penyebaran virus ini sangat cepat sehingga dalam waktu singkat sudah banyak daerah yang terkena virus ini. Peningkatan jumlah kasus tertular Covid-19 dapat menyebabkan peningkatan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) berupa masker medis sekali pakai, karena masker kain dinilai kurang efektif melindungi dari Covid-19 namun dapat menyebabkan peningkatan limbah medis di tingkat rumah tangga, dimana tata cara penanganan dan pembuangannya belum diketahui oleh masyarakat luas.

Berdasarkan pengamatan bahwa kerusakan lingkungan akibat limbah masker medis sekali pakai di masyarakat desa Mangunjiwan kurang baik, pengolahan dan pembuangannya belum dilakukan dengan baik, maka pada kesempatan kali ini Tim 1 UNDIP Tahun 2022 yang melibatkan mahasiswa akan berangkat ke lapangan telah melaksanakan program berdasarkan potensi wilayah dan dikondisikan oleh pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19.

Sebelum melaksanakan program, mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan masyarakat sekitar untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di masyarakat. Setelah melakukan observasi dan wawancara tersebut, program pertama dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, poster-poster tersebut juga dipasang di tempat-tempat strategis seperti posko, warung atau tempat umum lainnya agar masyarakat dapat membaca dan memahaminya dengan lebih jelas. Kemudian juga dilakukan edukasi dan penyebaran poster dan brosur melalui grup WA agar masyarakat isoman juga bisa memahami bagaimana mereka bisa mendapatkan edukasi tersebut. Pendidikan yang dilakukan mahasiswa kemudian mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat, dimana masyarakat memberikan dukungan dan saran kepada mahasiswa. Tindak lanjut yang dilakukan dalam program ini adalah pendidikan mandiri bagi masyarakat peserta, praktik langsung dan pemantauan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap program yang telah dilaksanakan. Semarang (20/7/21) -Sejak Munculnya co-varian The new 19, yaitu varian delta, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan tajam. Varian delta ini dianggap lebih mudah ditransmisikan. Hingga baru-baru ini Satgas Covid merekomendasikan agar masyarakat menggunakan masker ganda. Hal ini juga sejalan dengan anjuran World Health Organization (WHO) yang mengimbau masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan double masking, yakni masker medis di dalam ruangan dan masker kain di luar ruangan. Sedemikian rupa sehingga masker sekali pakai yang digunakan oleh orang negatif Covid-19 semakin meningkat dan kemungkinan kuman seperti virus covid-19 ada di bagian luar masker. Sehingga penanganan limbah masker sekali pakai tidak boleh dibuang sembarangan agar tidak menyebarkan penyakit dan mencemari lingkungan. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui cara membuang dan menangani limbah masker sekali pakai dengan benar. Minimnya sarana edukasi dan penyadaran terkait hal tersebut menjadi salah satu penyebab ketidaktahuan masyarakat dalam mengatasi limbah masker sekali pakai.

Melihat permasalahan yang ada, mahasiswa FSM Undip bernama Dwi Prastiwi Inawati dari Tim II Undip 2021 berinisiatif untuk melakukan kegiatan edukasi terkait “pengelolaan sampah masker bekas pakai skala rumah tangga yang benar untuk meminimalisir penyebaran covid-19 virus”.

Jangan Sembarangan Buang Masker Sekali Pakai

Pelatihan ini dilakukan di Desa Gayamsari, RT 02 RW 01, Kec. Gayamsari, kota Semarang. Usaha pengiriman bahan ini menggunakan media poster termasuk cara membuang masker bekas pakai dengan benar sesuai dengan surat edaran nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang pengelolaan limbah infeksius (limbah B3) dan limbah rumah tangga. langkah-langkah penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pedoman Pengelolaan Limbah Masker Masyarakat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan terkait pengelolaan masker sekali pakai. Ibu RT dan beberapa ibu lainnya ikut serta dalam kegiatan edukasi ini

Sampah plastik sangat berbahaya jika dibuang sembarangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here