Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

25

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi – Pecinta sate kambing, gulai kambing, dan olahan kambing lainnya tentunya sering mendapat imbauan untuk tidak makan terlalu banyak dengan alasan yang sama, yaitu khawatir menyebabkan hipertensi.

Wah, para pecinta kambing harus diingatkan untuk makan kambing saat Idul Adha nanti, padahal Idul Adha adalah saat yang tepat untuk makan daging bersama keluarga. Gagasan ini menjadi keprihatinan yang diyakini secara luas oleh masyarakat.

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Sejauh ini belum ada penelitian resmi mengenai reaksi konsumsi daging kambing pada tubuh manusia. Pengertian hipertensi akibat daging kambing sebenarnya berkaitan dengan asupan garam.

Cara Memasak Daging Kambing Agar Tidak Picu Penyakit

Untuk mencegah hipertensi, Anda bisa mengontrol asupan garam harian. Untuk mengontrol jumlah garam, sobat perlu mengetahui kandungan garam di dalamnya. Berdasarkan rekomendasi nutrisi dari Health Canada, tubuh kita hanya membutuhkan 115 miligram sodium per hari untuk hidup sehat. Sebagai perbandingan, 1 sendok teh garam mengandung 2.000 miligram sodium.

Sementara itu, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) merekomendasikan untuk membatasi konsumsi natrium hingga 2.400 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari. Potensi kekurangan garam bagi kita yang tinggal di Indonesia sangat rendah karena sebagian besar makanan di negara kita tinggi kandungan natriumnya.

Jadi sobat jangan khawatir untuk makan daging kambing saat Idul Adha nanti. Anda dapat mengontrol asupan garam mulai hari ini.

Uang yang disalurkan melalui PELOPOR PEPULIAN tidak terdeteksi dan tidak untuk tujuan pencucian uang (money laundering), terorisme atau kejahatan lainnya Hari raya Idul Adha telah tiba. Aneka masakan berbahan dasar domba siap disantap. Gule, tongseng, semur, sop dan biasa dibuat, sate kambing. Pak Edi (60), sebagai penggemar daging kambing, tentu tidak mau melewatkan pesta daging. Ia bahkan sengaja menyiapkan obat sebagai penawar, kalau-kalau tekanan darahnya naik lagi.

Penyebab Terlalu Banyak Makan Daging Yang Perlu Kamu Hindari

Hingga saat ini, Pak Edi percaya bahwa hobinya makan daging kambing menjadi penyebab penyakit darah tinggi (hipertensi). Maka, saat dokter memastikan, ia melakukan berbagai upaya untuk mengontrol tekanan darahnya. Antara lain, membatasi konsumsi makanan yang diduga meningkatkan tekanan darah, termasuk makanan favoritnya: daging kambing.

Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah di dalam pembuluh darah terus meningkat. Hal ini bisa terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat mengganggu fungsi organ lain, terutama organ vital seperti jantung dan ginjal.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2013 melaporkan prevalensi penderita hipertensi di Indonesia mencapai 25,8 persen. Jumlah ini diperoleh melalui pengukuran pada usia di atas 18 tahun. Jumlah korban terbanyak berada di Bangka Belitung (30,9 persen), diikuti Kalimantan Selatan (30,8 persen), Kalimantan Timur (29,6 persen) dan Jawa Barat (29,4 persen).

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Peneliti dari Universitas Rukyus di Jepang pada tahun 2014 mencoba membuktikan hal tersebut. Daging kambing diyakini dapat meningkatkan tekanan darah tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Jepang. Mereka melakukan dua percobaan menggunakan tikus.

Yuk, Cegah Darah Tinggi Dengan Bahan Alami Berikut

Percobaan pertama dilakukan pada 4 kelompok mencit yang terdiri dari kelompok kontrol yang diberi pakan ayam 20 persen dan garam (K) 0,3 persen, kelompok yang mengonsumsi daging kambing 20 persen dengan kadar garam rendah 0,3 persen (GR). , kelompok yang mengonsumsi 20 persen daging. persen dengan kadar garam tinggi 3-4 persen (GT), dan kelompok yang mengonsumsi daging 20 persen, garam 4 persen dan rempah mugwort (GTR) 5 persen.

Pengamatan dilakukan selama 14 minggu. Hasilnya, kelompok pemakan daging dengan garam tinggi (GT) dan kelompok pemakan daging, garam dan bumbu mugwort (GTR) mengkonsumsi lebih banyak air dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok pemakan daging kambing dengan garam rendah (GR). Kemudian, kelompok daging kambing rendah garam (GR) menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah yang mirip dengan tekanan darah kelompok kontrol.

Namun, peneliti menduga bahwa peningkatan tekanan darah setelah mengonsumsi daging kambing disebabkan oleh faktor lain. Kemudian mereka melakukan percobaan kedua, yaitu mengurangi jumlah garam pada kelompok GT dan GTR dari 4 persen menjadi 0,3 persen. Hasilnya, tekanan darah hewan kembali normal.

Dari penelitian tersebut, mereka menyimpulkan bahwa sama seperti ayam, konsumsi daging kambing dalam jangka panjang tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah lebih disebabkan oleh banyaknya garam yang digunakan sebagai bumbu masakan.

Mitos Atau Fakta

Penelitian dengan mengukur tekanan darah setelah makan daging kambing juga dilakukan di Indonesia. Afid MD dan Nurmasitoh pada tahun 2016 mengukur tekanan darah 42 pria asal Dusun Belang Wetan, Claten Utara sebelum dan 60 menit setelah makan 10 tusuk sate kambing (100 gram). Alhasil, rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah makan sate kambing mengalami peningkatan.

Tekanan darah sistolik sebelum konsumsi 105,48 ± 10,41 menjadi 113,76 ± 7,6 mmHg setelah makan sate. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik berasal dari 67,62 ± 7,9 hingga 75 ± 5,52 mmHg. Peneliti menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah makan sate kambing, peningkatannya masih dalam batas wajar.

Penyebab hipertensi dijelaskan lebih detail oleh dr. Siska Surinda Danny, Sp. JP (K), spesialis jantung dan pembuluh darah. Dia membantu mendefinisikan jenis hipertensi, yaitu hipertensi esensial dan hipertensi sekunder.

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Hipertensi esensial adalah bentuk penyebab yang tidak diketahui, biasanya merupakan kombinasi dari berbagai faktor genetik dan lingkungan. Sedangkan hipertensi sekunder dipicu oleh penyakit/kelainan tertentu pada organ tubuh lain, biasanya ginjal.

Resep Gulai Kambing Enak Dan Anti Bau

Mengenai daging kambing yang diduga dapat meningkatkan tekanan darah, dokter Siska mengatakan bahwa semua jenis daging merah memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan daging putih. Karena itu, ia lebih suka makan daging ayam dan ikan dibandingkan daging sapi dan kambing.

Namun, penyebab hipertensi yang jelas adalah makanan kaya garam, merokok, dan jarang berolahraga. Sayangnya, meski kita sudah mengurangi penggunaan garam dalam masakan, kita sering lupa bahwa garam tersembunyi di banyak produk makanan sebagai pengawet atau penambah rasa.

Bagi pecinta daging kambing, tidak perlu terlalu khawatir dengan tekanan darah. Selama garam dikurangi. Dan, kata-kata bijak ini harus berfungsi sebagai pengingat dalam banyak hal terkait dengan pola makan dan gaya hidup: tidak ada lagi yang baik.

Kecelakaan Kereta Teknis Proyek KCJB: 2 Tewas dan 5 Luka Berat Senin, 19 Desember 2022 12:31 WIB Hipotensi postural adalah tekanan darah rendah yang terjadi saat berdiri secara tiba-tiba, dan dapat terjadi pada siapa saja karena berbagai sebab.

Pesan Nasi Kebuli Kambing

Misalnya, kurang makan, kelelahan, efek obat, faktor genetik, bahkan masalah mental dan orang dengan tekanan darah tinggi yang mengonsumsi obat pengontrol tekanan darah biasanya mengalaminya.

Namun ternyata hipotensi juga bisa terjadi setelah makan karena gumpalan darah muncul di pembuluh lambung dan usus. Ini terjadi ketika Anda makan dalam porsi besar yang mengandung banyak karbohidrat.

Banyak yang mengatakan, daging kambing adalah obat yang tepat untuk tekanan darah rendah saat penyakit menyerang. Mengapa daging kambing bisa dijadikan obat darah rendah? Apakah ada alternatif untuk domba?

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Daging kambing terdiri dari protein dan lemak. Daging ini juga kaya akan taurine, carnitine, dan inosine yang penting bagi tubuh manusia.

Dapur Produksi Kambing Guling Bandung

Daging kambing mengandung 1 gram lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh atau lemak baik adalah lemak yang membantu menyeimbangkan kolesterol darah.

Berdasarkan penelitian yang disusun oleh Itsuki Nagamine dari University of the Ryukyus Okinawa, penyebab tekanan darah muncul saat orang makan daging kambing bukan dari dagingnya sendiri, melainkan dari bumbu yang digunakan. Seperti garam, minyak goreng, dan mentega. Bahan-bahan tersebut berubah menjadi lemak jenuh dan menyebabkan tekanan darah naik.

Namun, bukan berarti daging kambing bisa dijadikan sebagai obat tekanan darah rendah. Jika ingin menikmati porsi yang baik untuk kesehatan, makanlah daging hingga 40-50 gram (ukuran sedang) dalam sekali makan dan jangan setiap hari.

Dianjurkan makan daging kambing secukupnya 2-3 kali seminggu dan jangan lupa sayur dan buah. Juga berbeda menurut ikan, ayam dan daging sapi.

Tips Membuat Sate Kambing Empuk Dan Bumbu Meresap Sempurna, Resep Dari Koki Berpengalaman, Sebelum Dibakar Lakukan Trik Ini Dulu!

Perlu diingat bahwa masalah kesehatan harus dikonsultasikan langsung dengan ahli kesehatan. Berikut ini yang sebaiknya dikonsumsi bagi penderita hipotensi:

Makanan tinggi vitamin B12 dan juga folat karena kekurangan kedua vitamin ini dapat menyebabkan anemia. B12 ditemukan dalam telur, biji-bijian, daging sapi, sedangkan folat ditemukan dalam asparagus, kacang garbanzo, dan hati.

Teh licorice membantu meningkatkan tekanan darah karena licorice dapat mengurangi efek aldosteron. Ini adalah hormon yang membantu mengatur efek garam pada tubuh.

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Kafein dalam kopi dan teh dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara. Kafein meningkatkan tekanan darah dengan merangsang sistem kardiovaskular dan meningkatkan detak jantung.

Mending Kasih Tahu Pembantu Sekarang!siapkan Makanan Penghilang Rasa Enek Ini Setelah Makan Daging Seharian Di Rumah, No. 2 Pasti Ada Di Dapur!

Makan porsi kecil lebih sering, karena makan porsi besar membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang lebih dramatis.

Hindari makanan tinggi karbohidrat, terutama karbohidrat olahan. Karbohidrat cepat diproses oleh tubuh sehingga dapat menjadi penyebab turunnya tekanan darah dan harus diimbangi dengan minum air putih.

Tidak terlalu banyak berolahraga di luar saat panas dan tidak terlalu banyak waktu di sauna, bak mandi air panas, dan ruang uap.

National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) juga memperingatkan untuk menghindari situasi yang dapat memicu gejala tekanan darah rendah. Seperti berdiri terlalu lama, juga berada dalam situasi yang menimbulkan stres dan ketakutan. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk penanganan hipotensi lebih lanjut Foto Tongseng: Namun, banyak orang yang takut mengonsumsi daging kambing. Apalagi kalau bukan soal kolesterol dan tekanan darah tinggi. Fakta atau mitos? (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)

Masih Punya Stok Daging Kurban? Coba 4 Resep Gulai Kambing Ini! Halaman All

Selamat Idul Adha untukmu. Pada hari ini, daging sapi atau kambing bisa diolah dengan berbagai cara, seperti rendang, tongseng, dan berbagai olahan lainnya.

“Itu hanya mitos,” ujar Ardy Brian Lizurdi, Master of Science di Nutrician and Health University Wageningen, Belanda saat mengikuti Nutrifood Class beberapa waktu lalu.

Ardy mengatakan, hingga saat ini daging kambing dikaitkan dengan tingginya kolesterol dan tekanan darah akibat proses pemasakan. Pasalnya, hingga saat ini saat memasak daging kambing banyak mengandung garam dan juga santan kental, misalnya pada tongseng atau olahan gulai.

Jangan Khawatir Makan Daging Kambing Tidak Bikin Darah Tinggi

Seperti diketahui, olahan santan yang dipanaskan berkali-kali berbahaya bagi kesehatan, termasuk meningkatkan kolesterol.

Resep Sate Kambing Yang Empuk Dan Tidak Bau Prengus