Kapan Harus Berdiskusi Tentang Menstruasi Dengan Anak

36

Kapan Harus Berdiskusi Tentang Menstruasi Dengan Anak – Alhamdulillah, setelah sekian bulan purnama, saya seperti hibernasi dari ruang maya, sekarang saya mulai melambaikan jari lagi untuk menyapa teman dan berbagi dengan teman lagi. Sebelumnya izinkan saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Taqobbalallahu Minnaa wa minkum, Taqobbal yaa karim.. Minal aaidiin wal faaiziin mohon maaf lahir dan batin sahabat..

Bulan Ramadan kemarin masih seperti dua Ramadan tahun lalu. dimana Noofa memiliki keingintahuan dan keingintahuan yang besar ketika dia tidak berpuasa karena datang bulan.

Kapan Harus Berdiskusi Tentang Menstruasi Dengan Anak

Kapan Harus Berdiskusi Tentang Menstruasi Dengan Anak

Nufa saat ini berusia 8,5 tahun. Agustus akan berusia 9 tahun tahun ini. Pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan mengarah pada realitas kehidupan seorang perempuan, mulai dari menstruasi hingga melahirkan.

Bingung Menjelang Anak Puber? Simak 7 Tips Sukses Bicara Menstruasi Kepada Anak Ini!

Memang biasanya pada usia 6-7 tahun, anak mulai diberi tahu akan datang bulan dan mungkin mulai penasaran. Saya juga sama waktu SD dulu ketika ibu saya tidak sholat dan puasa saya protes dan malah saya tidak puasa karena saya tahu ibu saya tidak puasa. hehehe

Saya tidak ingin anak saya seperti saya yang akhirnya tidak puasa di bulan ramadhan, akhirnya saya mulai memberikan ilmu tentang haid di usia 7 tahun tepatnya tahun lalu. Ini juga untuk mempersiapkannya ketika dia akan mendapatkan menstruasi pertamanya, yaitu sekitar usia 12 tahun.

Dulu saya pertama kali haid waktu kelas 2 smp, saya ingat betul itu bulan agustus, waktu itu masih triwulan 2, belum semester seperti sekarang. Pertama kali saya haid saya sudah siap, walaupun saya masih sangat kaget dan bingung, tapi karena ibu saya sudah memberitahu saya kapan saya akan pergi ke pondok, dia bahkan mengajari saya cara menggunakan bantalan sayap. hehehe

Ternyata ngebahas menstruasi sama cewek itu penting, eh.. gak cuma buat cewek aja, kalo punya anak laki-laki bisa banget ceritain ke dia, malah dia tau kodrat cewek itu gimana.

Cara Bicara Kepada Anak Tentang Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia

Ketika kita menjadi orang tua yang memiliki anak yang menjelaskan kepada remaja, ketika kita ingin membicarakan menstruasi, kita bisa memulainya dengan pernyataan-pernyataan yang memancing rasa ingin tahu mereka, seperti:

“Kak, nanti kalau sudah besar nanti kamu jadi seperti Umi, nanti kamu jadi lebih tinggi, besar, dan akan ada perubahan tertentu pada tubuhmu. Salah satunya adalah datangnya haid setiap bulan.

Oh iya biasanya saya mengganti istilah haid dengan haid jadi anak saya lebih familiar dengan istilah haid daripada haid hehe..

Kapan Harus Berdiskusi Tentang Menstruasi Dengan Anak

Lihat postingan ini di Instagram Postingan yang dibagikan oleh Noorma Fitriana M. Zain (@noormafmz) Jadi mengapa saya menulis tentang cerita ini? karena saya baru bergabung di jaringan tersebut. Untungnya, saya berkesempatan untuk mengikuti webinar “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” pada tanggal 27 Mei 2021, jadi saya ingin memberi tahu Anda bahwa dengan mengikuti webinar, saya memiliki “keamanan” tambahan dari apa yang telah saya lakukan. Apa ini?

Ketika Anak Perempuan 9 Tahun Bertanya Soal Menstruasi

Webinar bertajuk “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi pada 27 Mei 2021 berdurasi sekitar 2 jam ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebersihan Menstruasi yang diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Mei. Ada yang tahu kenapa tanggal 28 Mei adalah hari menstruasi?

Hmmm jadi begini ceritanya.. rata-rata siklus haid normal adalah 28 hari, sedangkan haid normal adalah 5 hari. Itulah sebabnya hari kebersihan haid dipilih pada tanggal 28 bulan ke-5 (Mei). Hehe, ternyata iya.. Saya juga tahu dari Novita Angie yang menjadi MC acara webinar online kemarin lewat zoom.

Webinar ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dan POGI dengan dukungan Mundipharma Indonesia, bertujuan untuk mengedukasi 1000 wanita Indonesia tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Tidak main-main, acara webinar ini menghadirkan narasumber yang keren dan ahli di bidangnya masing-masing, yaitu: Prof. Dr. Dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH, Anggota Pengurus Besar Perhimpunan Obstetri Indonesia dan Ginekologi (POGI), Anna Surti Ariyani, S.Psi., M.Si., Presiden Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta dan Dr. Dwi Octavia Handayani, M. Epid Kabid P2P Dinas Kesehatan Prov DKI.

Menstruasi Pertama, Apa Yang Harus Dilakukan?

Sesuai dengan judulnya, webinar ini membahas tentang bagaimana kita menjaga kebersihan saat menstruasi. Mengapa Anda harus mempelajarinya? Mari kita bahas satu per satu. jadi yang dimaksud dengan manajemen kebersihan menstruasi (MKM) adalah manajemen kebersihan dan kesehatan pada saat seorang wanita mengalami siklus menstruasi. Apa saja yang harus diperhatikan dalam MKM ini?

Pertama; Gunakan pembalut yang bersih dan dapat diganti sesering mungkin selama siklus menstruasi (minimal 4 jam sekali). Kedua; Akses ke pembersihan diri dalam kondisi nyaman dan privasi (toilet, air, sabun/bahan pembersih lainnya). Ketiga; Anda memiliki akses ke pembuangan pembalut bekas. Keempat; Mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti perban. Lalu bagaimana cara menjaga kebersihan saat haid, tidak menggunakan sabun sembarangan pada area kewanitaan dan masih banyak lagi.

Sebuah studi UNICEF tahun 2015 menyebutkan bahwa menurut data di Indonesia, kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi masih sangat rendah. Bahkan 5 dari 10 perempuan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika mendapat haid pertama. Hmm.. miris ya, mungkin.. mungkin karena kurangnya informasi yang diterima dari orang terdekat terutama orang tua ya bunda.

Kapan Harus Berdiskusi Tentang Menstruasi Dengan Anak

Agar tidak bingung saat menjelaskan menstruasi pada anak, saya punya beberapa tips, mungkin teman-teman bisa menggunakan cara ini kedepannya, diantaranya: 1. Bicarakan secara bertahap di waktu yang berbeda Untuk menjelaskan menstruasi pada anak yang masih kecil, topik seputar menstruasi dan pendidikan seks bukanlah topik yang bisa diselesaikan dalam satu percakapan. Membutuhkan waktu terus menerus dan menggunakan bahasa yang dapat mereka pahami. 2. Bicaralah dengan nada positif Noofa anak saya sudah sampai tahap ingin melihat darah haid, padahal haid erat hubungannya dengan darah bukan? terkadang anak-anak akan ketakutan ketika mendengar informasi ini. Namun, dengan menjelaskan dengan cara yang bukan karena cedera, hal itu bisa dibuktikan. Jelaskan secara positif bahwa menstruasi merupakan proses alami yang terjadi pada setiap wanita. 3. Sesuai Usia Sebagai orang tua, tentu bisa ya menggunakan bahasa yang sesuai dengan usia anak. Misalnya, jika dia berusia 6 tahun dan menemukan pembalut di lemari, cukup jelaskan jika pembalut tersebut digunakan selama menstruasi. Jadi jika Anda berusia 8-11 tahun, Anda akan mulai menjelaskan secara khusus cara kerja pembalut atau cara menggunakannya. 4. Hindari hanya memberikan video atau buku tentang menstruasi Memang banyak media yang menjelaskan tentang menstruasi, namun kenyataannya anak-anak mungkin tidak mendapatkan jawaban dari media manapun selain kita, orang tuanya. Kalaupun video atau buku dijadikan referensi, kita tetap perlu mendampinginya. haid. Mengapa? Agar para pria ini bisa lebih memahami dan menghargai wanita nantinya. Hal ini juga agar pelecehan tidak terjadi karena terkadang pelecehan sering terjadi terhadap gadis haid yang tidak sengaja menembus rok/celananya. Berbagai pertanyaan tentang menstruasi

Bagaimana Sebaiknya Ibu Membicarakan Menstruasi Kepada Anak?

Meskipun Anda mengalaminya setiap bulan, jika Anda tidak pandai menjelaskan, Anda mungkin bingung ketika bayi Anda bertanya kepada Anda. Berikut beberapa pertanyaan seputar menstruasi yang biasa ditanyakan oleh anak-anak beserta contoh jawabannya:

Mengapa bisa terjadi menstruasi? “Menstruasi atau haid adalah darah yang keluar dari vagina karena luruhnya lapisan rahim. Saat seorang wanita tumbuh, rahim akan bersiap untuk menerima bayi. Namun, ketika bayi belum lahir, lapisan rahim luruh dan kemudian tumbuh kembali untuk mempersiapkan bulan berikutnya.” Mengapa pria tidak mengalami menstruasi? Mengapa hanya wanita yang mengalami menstruasi? “Tubuh wanita dan pria berbeda. Wanita mereka memiliki rahim sehingga mereka bisa menstruasi dan mengandung bayi. Sekarang pria tidak memiliki rahim sehingga mereka tidak bisa menstruasi atau mengandung dan melahirkan bayi.” Apa saja tanda-tanda menstruasi? “Ada beberapa tanda menstruasi, atau biasanya menjelang menstruasi datang yang disebut premenstrual syndrome (PMS) yang biasanya terjadi beberapa hari sebelum menstruasi. Selama PMS, Anda mungkin mengalami beberapa gejala, seperti hot flashes, lekas marah, sedih, atau cemas. Meski begitu, tidak semua wanita mengalami gejala PMS.”

Apakah haid dan keputihan itu sama? Berapa lama menstruasi berlangsung? Apa perbedaan antara bantal bersayap dan tidak bersayap? Dan masih banyak pertanyaan lain yang akan ditanyakan anak kita ketika mereka mulai ingin tahu tentang menstruasi. dan kita sebagai orang tua seharusnya sudah mulai menyiapkan jawaban ketika anak bertanya nanti. Bahkan, tidak ada dukungan dari pihak lain? Karena hari kebersihan menstruasi sudah dilakukan kan? Oh tentu ada, simak penjelasan singkat ini Dukungan pemerintah dan dunia usaha terhadap pendidikan MKM Dukungan pemerintah terhadap pendidikan MKM telah mendapat dukungan pemerintah, antara lain melalui penerbitan peraturan pemerintah seperti Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, melaksanakan program-program yang mendukung kesehatan reproduksi remaja baik di sekolah maupun masyarakat. Program-program tersebut antara lain seperti; (1) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS); (2) Bangga Tahu, berupa penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di sekolah; (3) Posyandu Remaja; (4) Vaksinasi HPV menargetkan anak perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Selain itu, Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Indonesia merupakan bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Perhatian khusus harus diberikan kepada MKM karena isu ini sangat terkait dengan beberapa tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, hidup sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender dan isu terkait air bersih dan sanitasi yang layak. Dukungan Mundipharma Indonesia sebagai bagian dari dunia usaha Indonesia Seperti yang saya sebutkan di atas, webinar diselenggarakan oleh Kemenkes RI dan POGI dengan dukungan dari Mundipharma Indonesia, sebagai bagian dari dunia usaha Indonesia, Mundipharma Indonesia juga berpartisipasi dalam edukasi MKM upaya , dengan cara mengumpulkan materi MKM secara mendalam