Kiat Aman Memilih Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

35

Kiat Aman Memilih Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui – Memiliki bayi dan menyusui merupakan momen yang membahagiakan bagi setiap wanita. Terkadang momen ini menimbulkan banyak masalah dan tubuh lebih mudah lelah, namun tetap menyenangkan.

Biasanya, ibu menyusui khawatir apakah bisa memberikan ASI yang terbaik untuk bayinya. Saat memutuskan menggunakan KB untuk menunda kehamilan, ada yang khawatir ASI tidak bekerja dengan baik. Luncurkan dari halaman

Kiat Aman Memilih Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

Kiat Aman Memilih Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

, ada cara tepat memilih KB saat menyusui, agar tetap aman dan tidak mempengaruhi kelancaran ASI.

Cara Mendaftar Konsultasi Kb, Lebih Mudah Dan Praktis Tanpa Perlu Keluar Rumah

Para ahli mengungkapkan bahwa menyusui sudah menjadi kontrasepsi alami sebelum bayi berusia 6 bulan. Menyusui bayi secara eksklusif setiap hari dapat membantu ibu menyusui menunda kehamilan. Ini sering disebut amenore laktasi. Tubuh dapat menunda kehamilannya sendiri hingga 6 bulan setelah bayi lahir, dan hingga ibu tidak mengalami menstruasi lagi setelah melahirkan, karena sel telur tidak diproduksi sesuai kebutuhan.

Meski tubuh ibu sendiri bisa menunda kehamilannya hingga bayi berusia 6 bulan, namun sejak bayi berusia 6 minggu, ibu disarankan untuk menggunakan KB. Berbagai metode KB seperti suntik, implan, pil atau IUD dapat digunakan sendiri. Usahakan menggunakan kontrasepsi yang mengandung progestin tanpa estrogen.

Hindari penggunaan kontrasepsi yang mengandung progesteron-estrogen selama menyusui, karena dapat memengaruhi produksi ASI. Selalu tanyakan kepada bidan atau dokter spesialis mengenai hal ini untuk mengetahui metode KB mana yang terbaik untuk ibu Gunakan KB yang aman (Busui) untuk ibu menyusui. Dengan begitu Anda dapat menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.

Menyusui saja tidak menjamin nutrisi bayi. Tapi itu bisa menjadi kontrasepsi alami. Kini, ada 5 jenis alat kontrasepsi yang menjamin kesehatan ibu dan bayi. Selain mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, KB terbaik untuk menyusui biasanya tidak akan membuat Anda gemuk.

Kb Alami Ini Bisa Dipilih Saat Anda Tak Mau Gunakan Alat Kontrasepsi

Efektivitas menyusui sebagai metode KB alami untuk melindungi Anda dari kehamilan belum tentu terjamin sepenuhnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti bayi hanya boleh disusui oleh ibu setiap hari, bayi tidak boleh diberi makanan tambahan, dan ibu belum haid.

Untuk mencapai keberhasilan KB, gunakan alat kontrasepsi yang dapat melindungi dan melindungi Anda dari kehamilan. ASI diproduksi oleh hormon prolaktin yang dipengaruhi oleh hormon estrogen. Untuk itu, ibu menyusui tidak disarankan menggunakan hormon yang mengandung estrogen, karena dapat menekan kadar hormon prolaktin. Akibatnya, efektivitas ASI berkurang atau terhenti sama sekali.

Ibu menyusui lebih baik menggunakan kontrasepsi non hormonal atau hanya mengandung hormon progesteron saja. Termasuk 4 jenis: Pil stabil utama laktasi, IUD, suntik 3 bulan dan implan adalah pilihan yang tepat dan aman, tanpa mempengaruhi produksi dan kualitas ASI.

Kiat Aman Memilih Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

Di bawah ini adalah daftar KB aman ibu menyusui yang bisa Sobat sehat gunakan, bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan.

Alat Kontrasepsi Populer Dan Efek Sampingnya

Alat kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui pertama kali, Pil Andalan Laktasi, hanya mengandung hormon progesteron, yang bekerja untuk mencegah ovulasi. “Pil kecil” ini efektif mencegah kehamilan, terutama dengan menyusui.

Cara kerja pil KB ini adalah dengan mengentalkan lendir serviks, mencegah penetrasi sperma dan mengubah motilitas tuba hingga mengganggu transportasi sperma, sehingga mencegah kehamilan.

) yang tidak mengandung hormon apapun (non-hormonal) untuk melindungi Anda dari kehamilan jangka panjang hingga 10 tahun.

Implan biasanya bertahan lama selama 3-4 tahun serta merupakan alat kontrasepsi hormonal yang aman untuk ibu menyusui. Karena implan mengandung hormon progesteron yang aman untuk kualitas ASI ibu.

Mitos Atau Fakta Bahwa Kb Suntik, Pil, Dan Susuk Pengaruhi Hormon?

Ibu menyusui juga dapat memilih rejimen vaksinasi KB 3 bulan. Hormon progesteron yang dikandungnya sangat ideal untuk ibu menyusui. Lakukan suntik KB setiap 3 bulan sekali seperti biasa agar efektivitasnya bekerja maksimal.

Kondom adalah bentuk KB yang aman untuk ibu menyusui. Saat menggunakan, pastikan kondom masih bagus agar tidak rusak saat digunakan untuk meminimalisir tingkat kebocoran.

Anda tidak perlu panik dan takut produksi ASI akan berkurang. KB andalan memiliki semua yang dibutuhkan ibu, serta empat pilihan KB untuk ibu menyusui.

Kiat Aman Memilih Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

Segera konsultasikan dengan dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai metode KB yang paling aman dan tepat untuk kebutuhan Anda setelah melahirkan.

Cara Pakai Pil Kb Yang Tepat Dan Benar Menurut Dokter Kandungan

Pengarang: apt. FachrunisaCandraAndika, S.Farm Susu Bayi merupakan nutrisi pelengkap yang diformulasikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi Anda. Anda bisa dengan mudah menemukan susu formula di pasaran. Umumnya, susu formula anak bervariasi sesuai usia. Alasannya, Baca selengkapnya…

Pengarang: apt. FachrunisaCandraAndika, S.Farm Panu merupakan penyakit kulit yang umum terjadi. Penyebabnya adalah infeksi jamur, terutama jamur Malassezia furfur atau Pityrosporum ovale. Meski bukan penyakit serius, memiliki bercak putih pada kulit bisa membuat Anda Read more…

Pengarang: apt. Fachrunisa Candra Andika, S.Farm Meski para ahli sepakat bahwa tidak ada makanan terbaik untuk bayi (terutama bayi usia 0-6 bulan) selain ASI, terkadang susu formula diperlukan untuk melengkapi nutrisi yang diterimanya. Saat ini Read more… Setelah proses persalinan, ibu masih memiliki kesempatan untuk segera hamil kembali, kesempatan hamil ini tetap ada walaupun ibu masih menyusui si kecil. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Jika Bunda ingin menunda kehamilan, ada beberapa pilihan KB yang aman untuk dipilih. Kita mengenal KB sebagai metode KB. Saat ini KB digunakan sebagai cara untuk meningkatkan keselamatan ibu dan bayi dengan mengatur jarak kelahiran. Untuk mencapai tujuan tersebut, ibu harus mengetahui waktu yang tepat untuk ber-KB setelah melahirkan dan metode kontrasepsi apa yang paling baik digunakan. Jika ya, alat kontrasepsi apa yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan setelah melahirkan? Cek penjelasannya di bawah ini.

Meskipun menyusui setelah melahirkan dikatakan sebagai metode KB alami, tidak semua ibu dapat melakukan amenore laktasi. Amenore laktasi adalah salah satu bentuk kontrasepsi setelah melahirkan atau kontrasepsi alami yang bergantung pada kerja hormon prolaktin. Itu sebabnya para ibu biasanya memilih KB untuk menunda kehamilan beberapa saat setelah melahirkan.

Tak Semua Alat Kontrasepsi Aman Bagi Ibu Menyusui, Ini 5 Rekomendasi Dokter

Berbeda dengan keadaan tubuh sebelum hamil dan melahirkan, ibu baru biasanya tidak langsung mengalami pelepasan sel telur kembali. Butuh beberapa waktu untuk memulihkan kesuburan tubuh ibu. Setiap periode ibu baru dapat bervariasi dari satu ke yang lain. Pada umumnya haid normal biasanya kembali 5-12 minggu setelah melahirkan. Masa subur seorang ibu dapat kembali dua minggu lebih awal, sebelum menstruasi. Jadi jika Anda tidak ingin hamil lagi setelah melahirkan, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan metode KB mana yang akan digunakan nanti.

Lamanya penggunaan KB setelah melahirkan bisa berbeda-beda pada setiap ibu. Ini tergantung pada kesiapan Anda untuk menyusui bayi Anda yang baru lahir dan bagaimana caranya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ibu yang memberikan ASI eksklusif dapat menunda kembalinya menstruasi. Namun, jika tidak ingin menunda memiliki bayi lagi, sebaiknya mulai KB 4 minggu setelah melahirkan. Hal ini dapat membuat ibu lebih tenang saat berhubungan intim dengan pasangannya usai melahirkan.

Pil KB yang mengandung hormon progestin masih dapat menjadi alternatif KB bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif. Metode KB ini sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Namun, ibu sebaiknya meminum pil KB ini pada waktu yang sama setiap harinya. Jika lupa meminumnya, tetap minum sesuai jadwal, namun jangan berhubungan seksual, atau dapat menggunakan kondom selama 7 hari ke depan.

Kiat Aman Memilih Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

Ibu dapat menggunakan KB jenis ini karena tidak mengganggu produksi ASI dan tahan lama. Jika pemakaian dihentikan, masa subur kembali, bervariasi antara 3 bulan hingga 1 tahun. Suntikan progestin sering dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang jika digunakan dalam jangka panjang, namun masih dalam penelitian lebih lanjut.

Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Alat Kontrasepsi

Kontrasepsi ini digunakan dengan cara memasukkan implan atau implan di lengan atas. Implan mengandung hormon progestin yang dilepaskan secara bertahap selama 3 tahun. Setelah itu, Anda perlu menggantinya dengan implan baru. Saat menggunakan implan hormonal, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur.

Jenis KB ini dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk ‘T’ ke dalam rahim. Dalam 1-3 bulan setelah pemasangan, ibu harus mengunjungi dokter untuk memastikan IUD masih terpasang, kemudian setiap 6 bulan atau setahun sekali untuk kontrol. Saat ini, IUD yang paling umum adalah IUD tembaga dan IUD progestin, yang dapat digunakan hingga 5 tahun. IUD tembaga tidak mengganggu siklus menstruasi tetapi mempengaruhi jumlah/lamanya perdarahan menstruasi. Dengan IUD yang mengandung progestin, ibu mungkin mengalami ketidakteraturan menstruasi dengan sedikit perdarahan atau berhenti total.

Penggunaan kondom dapat dianggap sebagai bentuk KB yang paling aman untuk ibu menyusui. Selain mencegah kehamilan, kondom juga dapat mencegah penyakit menular seksual. Saat menggunakan kondom, pastikan ibu atau ayah memilih kondom dengan pelumas yang larut dalam air, karena pelumas berbahan dasar minyak dapat dengan mudah merusak kondom.

Setelah melahirkan dan sebelum memilih cara KB yang aman untuk ibu menyusui, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan di RS Hermina Pandanaran.Teman Anda pernah bertanya, bagaimana rencana keluarga yang baik dan aman untuk ibu menyusui? Masalahnya adalah dia takut ‘kelahiran’ dan ingin menjaga kehamilannya agar dia bisa lebih fokus merawat anak pertamanya.

Inilah Alasanku Pilih Kb Laktasi Daripada Kb Kombinasi

Tentu saja, setelah masa nifas selesai, Anda sudah haid lagi, yang berarti rahim sudah mulai mengeluarkan sel telur lagi, saya. Ini berarti rahim sudah siap untuk hamil lagi. Jika ingin memisahkan kehamilan, metode KB apa yang cocok dan aman untuk ibu menyusui?

Kutipan