Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

31

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita – Tidak sedikit pasangan suami istri yang kesulitan mendapatkan keturunan setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga. Salah satu hal yang dapat mengganggu kesuburan adalah infeksi rahim.

Tak heran, segala cara sudah dicoba, mulai dari menghitung masa subur hingga mengonsumsi obat-obatan yang konon bisa memperbesar peluang hamil. Namun, masih belum ada tanda-tanda keberhasilan. Apa yang salah?

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

Hati-hati, dari sekian banyak faktor yang mendasari, salah satu penyebab kemandulan pada wanita yang paling sering terjadi adalah infeksi pada rahim. Sayangnya, tidak semuanya bisa langsung dikenali, apalagi diobati sampai tuntas.

Indonesia Cancer Care Community

Infeksi rahim terjadi karena adanya bakteri, jamur, parasit atau mikroorganisme pengganggu lainnya yang seharusnya tidak ada di dalam rahim. Salah satu yang cukup banyak dialami adalah karena infeksi

Bisa jadi tidak terdeteksi karena tidak semua penderita mengalami keluhan yang berarti. Faktanya, tidak jarang infeksi ini “secara tidak sengaja” ditemukan saat seorang wanita melakukan evaluasi kesuburan.

Infeksi rahim juga bisa terjadi karena gonore, sifilis, infeksi parasit trikomonas, bahkan jamur. Sebagian besar penyakit penyebab infeksi rahim menyebar melalui aktivitas seksual yang tidak sehat dengan berganti-ganti pasangan.

Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk memeriksakan diri jika salah satunya, baik istri maupun suami, memiliki keluhan pada organ reproduksinya.

Jual Obat Rahim Bengkak Sehat Wanita Terbaru

Penting untuk diingat bahwa tidak semua penderita infeksi rahim memiliki keluhan yang berarti dan hanya mengalami gangguan ringan. Beberapa bahkan tidak memiliki gejala sama sekali. Dalam kasus seperti ini, pemeriksaan lengkap saat mengalami gangguan kesuburan sangat diperlukan.

Jika infeksi rahim ini tidak ditangani dengan baik, bukan tidak mungkin kesuburan seorang wanita menjadi taruhannya. Infeksi kronis yang dibiarkan akan mempengaruhi kondisi saluran telur sehingga menyebabkan peradangan dan menyebabkan penyumbatan saluran.

Keadaan ini tentu akan menghambat pelepasan sel telur dari indung telur dan menurunkan tingkat keberhasilan pembuahan oleh sperma.

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

Untuk itu, diagnosis harus segera dilakukan begitu ada tanda-tanda yang mengarah ke infeksi rahim. Untuk menilai ada tidaknya sumbatan saluran tuba akibat infeksi rahim, diperlukan berbagai pemeriksaan oleh dokter.

Kenali Penyebab Keputihan, Cegah Infeksi Yang Membahayakan

Selain wawancara medis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang umumnya juga diperlukan untuk mengevaluasi penyebab infeksi rahim.

Pemeriksaan penunjang ini dapat berupa ultrasonografi (USG) untuk menilai keadaan rahim, penggunaan cairan yang disemprotkan ke dalam rahim dan difoto menggunakan sinar X. Selain itu, dapat juga dilakukan secara laparoskopi melalui operasi kecil untuk melihat secara langsung keadaan rahim dan jaringan sekitarnya.

Jika terbukti infeksi rahim sebagai penyebab gangguan kesuburan, maka akan dilakukan pengobatan dan berbagai terapi. Mulai dari obat pereda peradangan, antibiotik, pil hormon hingga operasi bisa menjadi solusi pengobatannya.

Hubungan erat antara infeksi rahim dan kesuburan menuntut seorang wanita untuk benar-benar menjaga kesehatan organ reproduksinya. Tidak hanya menjaga kebersihan dan kekeringan area kewanitaan, hindari juga penggunaan cairan pembersih vagina dan pastikan Anda tidak berganti-ganti pasangan.Endometritis adalah peradangan pada lapisan rahim yang disebabkan oleh proses infeksi. Infeksi rahim ini biasanya tidak mengancam jiwa, namun perlu segera diobati dan umumnya sembuh dengan antibiotik.

Pengaruh Infeksi Rahim Pada Kesuburan

Endometritis dapat dibagi menjadi endometritis yang berhubungan dengan kehamilan dan endometritis yang tidak berhubungan dengan kehamilan. Jika tidak berhubungan dengan kehamilan, kondisi ini disebut penyakit radang panggul

Bagian alat kontrasepsi yang berada di dalam vagina dapat berfungsi sebagai jalan masuknya organisme ke dalam rahim, misalnya penempatan alat tersebut.

Anda mungkin berisiko terkena endometritis setelah menjalani prosedur medis yang mengharuskan memasukkan alat ke dalam rahim melalui leher rahim (serviks). Tindakan ini dapat memungkinkan bakteri masuk ke dalam rahim dan menyebabkan infeksi.

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

Umumnya penyebab endometritis adalah beberapa infeksi yang merupakan infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore. Jadi, servisitis (radang serviks) sekunder akibat gonore atau infeksi klamidia juga bisa terjadi.

Bumil, Kenali Tanda Tanda Melahirkan Sudah Dekat Ini

Semua wanita memiliki bakteri vagina normal yang dapat berkembang menjadi infeksi atau endometritis jika terjadi perubahan mood atau keseimbangan flora normal vagina.

Infeksi tuberkulosis tidak hanya ditemukan di paru-paru. Jika bakteri TBC menyerang organ reproduksi wanita, maka hal ini juga bisa menjadi penyebab endometritis.

Setelah diagnosis endometritis dikonfirmasi dan kemungkinan sumber infeksi lain telah disingkirkan, pengobatan endometritis akan dimulai dengan antibiotik spektrum luas.

Jika Anda mengalami gejala infeksi rahim atau endometritis, segera periksakan dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang cepat dan tepat. Tindakan ini sangat penting agar tidak terjadi komplikasi.Meskipun fatal, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksin dan dapat dideteksi sejak dini.

Kenali Fungsi Uterus Pada Wanita, Selalu Jaga Kesehatannya

Seperti namanya, kanker serviks merupakan jenis kanker yang muncul pada sel-sel leher rahim, yaitu bagian yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker serviks biasanya disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yang sebagian besar berasal dari kontak seksual.

Padahal, virus ini umumnya bisa diatasi dengan daya tahan tubuh kebanyakan wanita. Namun, pada sebagian kecil wanita, virus HPV dapat bertahan selama bertahun-tahun, merusak sel-sel di permukaan serviks hingga berubah menjadi sel kanker.

Pada stadium awal, kanker serviks umumnya tidak menimbulkan gejala apapun. Kanker ini baru menimbulkan gejala ketika sudah dalam stadium lanjut. Oleh karena itu penting untuk mengenali penyebab dan berbagai faktor risiko yang dapat mendukung perkembangan sel kanker.

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

Ada lebih dari 100 jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks yang dapat menyebabkan berbagai kondisi termasuk kutil kelamin. Selain itu, beberapa jenis HPV juga dapat dikaitkan dengan kanker di bagian tubuh lain, seperti kanker vagina, vulva, penis, anus, lidah, dan amandel.

Kanker Serviks: Jenis, Stadium, Penyebab, Pengobatan & Pencegahannya

Sebagian besar wanita telah terinfeksi HPV di beberapa titik dalam hidup mereka. Artinya, gaya hidup dan lingkungan juga menjadi faktor penentu apakah sel abnormal ini berkembang menjadi kanker.

Wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Hal ini kemungkinan karena kandungan kimia pada rokok yang dapat merusak sel-sel di leher rahim.

Wanita dengan sistem kekebalan yang lemah lebih berisiko terkena kanker serviks. Ini bisa terjadi, misalnya, pada orang dengan penyakit kronis seperti HIV.

Umumnya pada stadium awal, kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun jika sudah mencapai stadium lanjut, kanker serviks dapat ditandai dengan gejala seperti:

Kenali Gejala Hiv/aids Pada Wanita

Secara umum, sel kanker serviks dapat dideteksi secara dini melalui pap smear konvensional atau LBC (Liquid Baese Cytology). Jika dibandingkan keduanya, keakuratan hasil pemeriksaan LBC memang lebih tinggi yakni mencapai 90%, jika dibandingkan dengan pap smear konvensional yang berkisar 70%. Namun kelemahan dari LBC adalah harganya yang mahal dan tidak semua rumah sakit atau laboratorium dapat melakukan tes ini.

Ada lagi jenis pemeriksaan yang sangat mudah dan murah, pemeriksaan ini biasanya dilakukan di daerah yang belum ada pap smear atau di negara berkembang yang fasilitasnya kurang. Pemeriksaan ini dikenal dengan uji IVA (Visual Acetic Acid Inspection), pemeriksaan ini tidak dapat melihat sel, memiliki ketelitian yang sangat rendah. Sehingga disarankan bila di tempat kami ada pemeriksaan pap smear atau LBC cukup dilakukan pemeriksaan ini saja, kecuali bila tidak maka akan dilakukan pemeriksaan IVA.

Umumnya, sel pra-kanker terdeteksi saat wanita berusia 20-30-an, sedangkan kanker serviks umumnya terdeteksi sekitar usia 50-an. Inilah mengapa sangat penting untuk memeriksakan diri secara teratur. Namun, perkembangan kanker serviks cukup lambat sehingga bisa dideteksi sejak dini, dicegah, bahkan diobati.

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

Pap test dapat mendeteksi sel prakanker pada leher rahim sehingga sel abnormal dapat ditangani lebih cepat sebelum berubah menjadi sel kanker. Tes ini direkomendasikan untuk wanita yang pernah berhubungan seks dan harus diulang setiap beberapa tahun.

Waspada, Nyeri Haid Bisa Jadi Pertanda 4 Penyakit Berbahaya Ini

Selain langkah-langkah di atas, menjaga kesehatan makanan yang dikonsumsi jelas menjadi faktor penentu. Kurangi asupan makanan olahan dan pilih buah dan sayuran segar.

Kolposkopi direkomendasikan jika tes HPV terbukti positif atau hasil Pap smear menunjukkan pra-kanker. Kolonoskopi dapat mengkonfirmasi ada tidaknya sel pra-kanker dan tingkat keparahannya.

Umumnya, sel abnormal (sel pra-kanker) akan diangkat untuk tujuan diagnostik dan terapeutik. Janji dibuat dengan salah satu cara berikut.

Secara umum, pengobatan di atas berhasil mencegah munculnya kanker serviks. Namun pada beberapa kasus, masih ada kemungkinan sel abnormal muncul kembali. Jadi 6-12 bulan setelah terapi, pasien disarankan untuk kembali melakukan pemeriksaan.

Darah Haid Berwarna Hitam, Apa Penyebabnya?

Vaksin yang bisa didapatkan di rumah sakit atau dokter ini paling efektif diberikan kepada remaja putri usia 9-14 tahun, atau mereka yang belum aktif secara seksual.Kenali gejala radang panggul sejak dini sangat berguna untuk penanganan segera. Selain itu, penyakit ini bisa memicu beberapa gangguan pada organ kewanitaan. Tidak kalah pentingnya untuk mengetahui faktor penyebab gangguan ini.

Penyakit radang panggul menurut Wikipedia adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit radang panggul, penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID).

Organ kewanitaan yang sering diserang gangguan ini antara lain rahim (uterus), leher rahim (serviks), indung telur (ovaries), atau saluran tuba (tuba falopi).

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita

Penyakit radang panggul merupakan penyakit infeksi pada organ reproduksi wanita yang sering menimbulkan komplikasi. Gangguan ini biasanya muncul karena beberapa penyakit menular dari hubungan intim.

Mengenal Gonore, Pilek Pada Alat Kelamin

Gejala penyakit radang panggul yang paling umum pada wanita termasuk nyeri perut bagian bawah, demam, keluarnya cairan, dll.

Namun, infeksi penyebab radang panggul terutama berasal dari bakteri yang menyebar ke rahim. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dan menjaga kebersihan vagina untuk mengurangi dan mencegah peradangan atau infeksi.

Penyakit yang satu ini umumnya menyerang wanita yang sering melakukan hubungan seksual biologis dengan orang yang tidak diketahui riwayat kesehatannya.

Namun, jika Anda adalah orang yang aktif dalam suatu hubungan, sebaiknya Anda tidak menggunakan kontrasepsi IUD. Berikut beberapa gejala radang panggul yang perlu Anda ketahui.

Jenis Infeksi Vagina Selama Kehamilan, Simak Di Sini!

Ketika Anda mengalami menstruasi, itu tidak teratur dan terus datang kembali. Maka Anda perlu segera menemui dokter.

Selain mengganggu kesuburan, masalah menstruasi juga dapat menyebabkan penyakit radang panggul, adenomiosis, endometriosis, stenosis serviks, dan fibroid rahim.

Jika perdarahan terjadi di luar menstruasi, bisa jadi itu merupakan tanda adanya masalah kesehatan reproduksi. Ini juga merupakan gejala radang panggul

Mengenal Gejala Infeksi Rahim Pada Wanita