Penderita Diabetes Waspadai Hipoglikemia

28

Penderita Diabetes Waspadai Hipoglikemia – Primaya Hospital memberikan pelayanan prima dengan mengutamakan kualitas keselamatan dan keamanan pasien, yang tercermin dari akreditasi Primaya Hospital di tingkat nasional oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan dua rumah sakit Primaya Hospital yang terakreditasi internasional oleh Komisi Bersama. Internasional (JCI).

Primaya Hospital mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA). Primaya Hospital melayani pasien melalui metode pembayaran pribadi maupun jaminan perusahaan, asuransi atau BPJS. Primaya Hospital memberikan pelayanan dengan teknologi yang baik dan berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat. Primaya Hospital akan memberikan solusi kesehatan kepada masyarakat.

Penderita Diabetes Waspadai Hipoglikemia

Penderita Diabetes Waspadai Hipoglikemia

Dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group berada di beberapa wilayah dan kota besar di Indonesia dengan lokasi yang strategis dan akses yang mudah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara memadai.

Pentingnya Menjaga Kadar Gula Dalam Darah

Primaya Hospital memiliki rangkaian layanan yang lengkap, meliputi layanan gawat darurat, radiologi, laboratorium dan farmasi, yang melayani masyarakat selama 24 jam sehari. Selain itu Primaya Hospital memiliki tempat parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poliklinik yang nyaman, ruang laktasi, area bermain dalam jangkauan anak-anak, ATM center, musala, Wi-Fi untuk keluarga pasien, kantin dan lobby yang nyaman. Primaya Hospital menyediakan layanan pasien yang prima, antara lain Layanan Kardiovaskular, Layanan Ibu dan Anak, Layanan Trauma dan Layanan Onkologi (Kanker).

Primaya Hospital menyediakan layanan kardiovaskular yang prima untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan jantung yang berkualitas. Pelayanan kardiovaskuler di Primaya Hospital disediakan oleh tenaga medis, paramedis dan non medis profesional yang dilengkapi dengan peralatan medis modern.

Untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak, Primaya Hospital menyediakan Pusat Layanan Ibu dan Anak yang menyediakan berbagai layanan kesehatan bagi ibu, anak dan bayi seperti kesehatan ibu, kebugaran ibu (senam hamil dan yoga), kehamilan, pijat bayi, laktasi. , tumbuh kembang anak dan berbagai layanan lainnya.

Pusat Layanan Trauma adalah salah satu layanan terkemuka untuk perawatan pasien dengan trauma atau trauma darurat. Pusat Layanan Trauma dikelola oleh berbagai spesialis bedah dan non-bedah dengan keahlian di bidang trauma. Selain itu, Pusat Layanan Trauma Primaya Hospital memiliki staf perawat trauma yang berkualitas, kompeten dan terlatih khusus seperti Basic Life Support (BLS), Basic Trauma Cardiac Care (BTCLS) dan Emergency Care. pertolongan pertama (PPGD).

Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Diagnosis Dan Penanganan

Pelayanan onkologi di Primaya Hospital diberikan oleh tenaga medis yang profesional dan kompeten dengan peralatan yang modern. Pelayanan yang dapat dilakukan antara lain mamografi, USG mammae (USG), BTA, vaksin, bronkoskopi, endoskopi, dan operasi tumor. Layanan ini diharapkan dapat mendeteksi dan mengobati berbagai penyakit kanker sejak dini, meminimalisir komplikasi, serta memperpanjang masa pemulihan dan harapan hidup pasien kanker.Pakar kesehatan dr. Iman Subekti, SpPD, KEMD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, hipoglikemia bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa memakan banyak waktu.

Sederhananya, kondisi ini bisa menimbulkan gejala yang sangat mengganggu seperti badan lapar, sakit kepala, mata terasa panas, badan dan pikiran bingung hingga keringat dingin.

Padahal, penderita diabetes tidak boleh makan sembarangan karena bisa memengaruhi kadar gula dalam tubuh. Ini pasti akan meningkatkan risiko komplikasi.

Penderita Diabetes Waspadai Hipoglikemia

Namun, hipoglikemia harus dihindari karena mencegah penderita diabetes menggunakan otak mereka sepenuhnya.

Hipoglikemia: Yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes Saat Puasa Ramadan

Misalnya, mereka akan merasakan gejala mengantuk, kelemahan tubuh, yang akan membuat sulit berkonsentrasi dan berpikir. Padahal, penderita diabetes juga aktif setiap hari, bukan?

Jika hipoglikemia sering terjadi, tubuh pengidap diabetes akan melepaskan hormon adrenalin untuk menaikkan gula darah kembali.

Jika penderita diabetes mengalami hipoglikemia dan dalam keadaan sadar, sebaiknya segera konsumsi makanan atau minuman manis agar gula darahnya kembali normal.

Jika kehilangan kesadaran, penderita diabetes harus segera memeriksakan kondisinya dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Tentang Diabetes Terbaru Hari Ini

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mengikuti diet sehat dan seimbang untuk menghindari hipoglikemia. *** Penderita diabetes sangat takut dengan kadar gula darah yang tinggi. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga agar kadar gula darah tidak naik. Namun, di sisi lain, kadar gula darah yang rendah juga tidak kalah berbahaya bagi penderita diabetes. Apalagi jika terjadi pada malam hari saat tidur, sehingga gula darah rendah tidak bisa dideteksi.

Gula darah rendah penderita diabetes di malam hari dikenal sebagai hipoglikemia nokturnal. Dalam kondisi tersebut, diabetes adalah kadar gula darah kurang dari 70 miligram per desiliter (mg/dL). Kondisi ini biasanya terjadi pada pagi hari.

Kondisi gula darah yang rendah ini bisa memicu penyakit diabetes yang berbahaya jika tidak segera ditangani. Penderita diabetes yang mengalami hipoglikemia dapat mengalami kehilangan kesadaran, kejang, kerusakan otak yang parah, bahkan kematian.

Penderita Diabetes Waspadai Hipoglikemia

Gula darah rendah pada malam hari biasanya muncul dengan keluhan gelisah atau mimpi buruk saat tidur, jantung berdebar, bangun tidur, lelah atau sakit kepala, dan bangun dengan pakaian dan selimut yang berkeringat. Namun, pada beberapa kasus, kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala.

Hipoglikemia Menyebabkan Hipertensi

Oleh karena itu, penderita diabetes yang cenderung mengalami hipoglikemia nokturnal disarankan untuk memeriksakan gula darahnya setiap 2-3 jam sekali selama 2-3 hari.

Gula darah diperiksa secara mandiri di rumah, menggunakan darah dari ujung jari dan glukometer (pengukur gula darah digital). Jika Anda merasa kesulitan melakukannya sendiri, mintalah anggota keluarga untuk membantu Anda di rumah.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah kadar gula darah pada diabetes dini hari stabil atau cenderung rendah.

Jika hasil tes menunjukkan kadar gula cenderung menurun, penderita diabetes disarankan untuk kembali berkonsultasi ke dokter. Langkah ini diperlukan untuk menentukan apakah Anda perlu menyesuaikan dosis obat diabetes Anda atau menambah asupan makanan malam hari.

Kenapa Gula Darah Tinggi Di Pagi Hari?

Jika penderita diabetes mengalami gejala gula darah rendah, seperti jantung berdebar, keringat dingin, atau merasa sangat lemas, Anda perlu segera memeriksakan gula darah.

Jika hasil tes menunjukkan kadar gula darah kurang dari 70 mg/dl, penderita diabetes harus segera meminum air gula yang dibuat dengan melarutkan 2-3 sendok makan gula dalam segelas air atau teh.

Periksa gula darah Anda lagi setelah 15 menit. Jika gula darah Anda masih di bawah 70 mg/dL, minumlah lebih banyak air gula dengan jumlah yang sama. Lakukan ini sampai gula darah Anda normal. Makan camilan teratur sesudahnya untuk mencegah hipoglikemia berulang.

Penderita Diabetes Waspadai Hipoglikemia

Perlu dicatat bahwa kadar gula darah turun pada malam hari pada penderita diabetes. Pasalnya, kondisi ini sering diabaikan dan bisa berujung pada komplikasi yang fatal. Untuk mencegahnya, penderita diabetes disarankan untuk memeriksakan gula darahnya secara rutin, terutama pada malam hari. Jika pembacaan gula darah rendah, kondisinya bisa segera diobati. Apa yang dimaksud dengan hipoglikemia? Dari segi asal kata, hipoglikemia berarti rendah dan glikemia berarti gula darah, jadi hipoglikemia berarti keadaan dimana gula darah rendah <70 mg/dL. Pada penderita diabetes, kondisi hipoglikemia adalah adanya triad Whipple (gejala yang konsisten dengan hipoglikemia, gula darah rendah dan gejala hilang saat gula darah meningkat). Apa saja gejala hipoglikemia? Kelaparan Merasa lemah dan tidak berdaya Detak jantung meningkat Keringat dingin Gelisah Penglihatan kabur Pucat Bahkan jika parah, bisa menyebabkan hilangnya kesadaran (pingsan) dan koma. Terlalu banyak insulin terjadi pada pasien yang memakai insulin. Bagi penderita diabetes yang menggunakan obat penurun gula darah terutama golongan sulfonylurea (glibenclamide, glimepiride) Aktivitas berlebihan tanpa makan makanan yang cukup Jeda antar waktu makan yang terlalu lama Gangguan ginjal dimana efek obat yang digunakan lebih lama dari pada orang normal. Pada beberapa kondisi di atas, sangat rentan terhadap hipoglikemia. Oleh karena itu, penderita diabetes harus lebih berhati-hati dan mengetahui gejala apa saja yang berhubungan dengan hipoglikemia, sehingga dapat segera ditangani sendiri dan langsung berobat ke puskesmas terdekat. Kelaparan pada penderita diabetes tidak boleh dianggap remeh karena merupakan tanda awal hipoglikemia. Kepastian diagnosis hipoglikemia pada pasien diabetes adalah dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah pada saat itu. Penderita harus segera diperiksa gejala-gejala di atas. Orang yang mengalami hipoglikemia bisa pingsan karena kadar gula darahnya turun, sehingga otak tidak dapat menerima gula dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika hipoglikemia terjadi dalam jangka waktu yang lama, bahkan dapat membuat otak kelaparan dan menyebabkan kejang, koma hipoglikemik, dan bahkan kematian. Baca juga: Kenali lebih jauh kadar gula darah normal Aturan 15-15 Aturan 15-15 merupakan salah satu anjuran penanganan pertama yang bisa diberikan jika terjadi hipoglikemia ringan dan pasien masih sadar. Aturan 15-15 berarti mengonsumsi 15 gram glukosa dan memeriksa kadar glukosa darah Anda dengan glukometer 15 menit setelah perawatan. Jika gula darah dipantau 15 menit setelah pengobatan hipoglikemia, metode yang dijelaskan di atas dapat diulangi. Untuk membuat 15 gram glukosa, Anda bisa mengambil 2-3 sendok makan gula pasir dan melarutkannya dalam air. Jika hasil tes gula darah kembali normal, pasien diharapkan untuk makan atau ngemil untuk mencegah kejadian hipoglikemik ini berulang, dan dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung lemak saat makan untuk memperlambat respon kenaikan darah. Gula. Cara mencegah hipoglikemia Berikut adalah beberapa tips untuk membantu mencegah hipoglikemia: Bawalah selalu permen atau cokelat agar Anda bisa

Diabetes Melitus, Penyakit Sindrom Metabolik Yang Menghawatirkan