Pentingnya Imunisasi Untuk Ibu Hamil

31

Pentingnya Imunisasi Untuk Ibu Hamil – Indonesia telah menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi untuk memerangi pandemi COVID-19. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata, diharapkan akan terjadi herd immunity yang akan mengurangi penyebaran virus, memutus mata rantai penularan dan pada akhirnya menghentikan wabah.

Pada dasarnya, setiap orang membutuhkan vaksin COVID-19 untuk meningkatkan kekebalan spesifik tubuh guna mencegah kemungkinan infeksi atau penyakit serius. Namun, kenyataannya tidak semua orang bisa atau akan menerima vaksin Covid-19. Bahkan sebelum surat edaran rekomendasi vaksinasi diterbitkan, ada laporan yang bertentangan tentang keamanan atau risiko lain dari vaksinasi ibu hamil. Padahal ibu hamil atau ibu hamil pada umumnya termasuk salah satu kelompok yang berisiko tinggi jika terpapar COVID-19. Belakangan ini banyak ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami gejala berat dan meninggal dunia.

Pentingnya Imunisasi Untuk Ibu Hamil

Pentingnya Imunisasi Untuk Ibu Hamil

Untuk melindungi ibu hamil dan bayinya dari infeksi COVID-19, Kementerian Kesehatan akan memastikan segera memberikan vaksin COVID-19 kepada ibu hamil. Komite Penasihat Ahli Nasional Imunisasi (ITAGI) juga telah merekomendasikan upaya untuk menargetkan ibu hamil dengan vaksinasi Covid-19.

Leaflet Kesehatan Ibu Dan Anak

Berdasarkan Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Penyesuaian Skrining Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Pemerintah menjamin vaksin yang digunakan memenuhi standar keamanan dan lolos uji ketat. uji klinis. .

Pemkot Surakarta memulai vaksinasi untuk ibu hamil pada 9 Agustus. Untuk jadwal vaksinasi ibu hamil disesuaikan dengan Puskesmas di masing-masing wilayah tempat tinggal ibu hamil tersebut. Vaksinasi dosis pertama diberikan pada trimester kedua kehamilan, sedangkan dosis kedua diberikan dengan interval yang disesuaikan dengan jenis vaksin yang digunakan. Jika usia kehamilan pada saat pendaftaran kurang dari 13 minggu, vaksinasi ditunda. Sedangkan proses skrining untuk ibu hamil dilakukan secara terpisah.

Vaksinasi pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bermanfaat dalam meningkatkan imunitas tubuh jika gejala berat korban berkurang jika suatu saat korban terinfeksi Covid-19. Selain menyasar ibu hamil, ITAGI (Indonesian Advisory Group on Immunization atau biasa disebut Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional) juga merekomendasikan penargetan anak usia 12-17 tahun untuk penerima vaksinasi, dan pemerintah telah sepakat untuk menambah target penerimaan vaksinasi melalui ini. bundar. Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12,17 tahun. Untuk itu, guna efektifitas pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil, anak usia 1217 tahun dan target lainnya, perlu diperjelas pelaksanaan skrining/skrining status kesehatan target sebelum vaksinasi. , sebagai prinsip dalam penyelenggaraan pelayanan imunisasi COVID-19. 19. Ibu hamil merupakan kelompok yang berisiko tinggi jika terpapar COVID-19. Belakangan ini banyak ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami gejala berat dan meninggal dunia. Hal ini terkait dengan teori bahwa kehamilan menurunkan imunitas tubuh (

Untuk melindungi ibu hamil dan janinnya dari infeksi Covid-19, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan ibu hamil menjadi target vaksinasi Covid-19. Komite Penasihat Ahli Nasional untuk Imunisasi (ITAGI) juga merekomendasikan upaya untuk memberikan vaksinasi COVID-19 kepada ibu hamil. Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada 2 Agustus 2021.

Bulan Imunisasi Anak Nasional

Saat ini, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah mengeluarkan rekomendasi bahwa vaksin Covid-19 aman diberikan kepada ibu hamil. Ibu hamil menjadi salah satu target pemberian vaksin Covid-19, mengikuti anjuran ibu menyusui.

Aturan tersebut juga menjelaskan bahwa vaksinasi untuk ibu hamil termasuk dalam kriteria khusus, sehingga proses screening/penapisan status kesehatan sebelum vaksinasi lebih detail dibandingkan target lainnya. Selain itu, ibu hamil yang memiliki penyakit penyerta sebaiknya menambahkan rekomendasi dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan sebelum melakukan vaksinasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa vaksinasi aman untuk ibu hamil dan tidak menimbulkan efek samping untuk penyakit penyerta. Salah satu kontraindikasi pemberian vaksin Covid-19 pada ibu hamil adalah PEB.

Dosis pertama vaksin COVID-19 diberikan pada trimester kedua kehamilan dan dosis kedua diberikan sesuai dengan interval dan jenis vaksin. Waktu efektif pemberian vaksin Covid-19 pada ibu hamil adalah pada usia kehamilan 13-33 minggu. Vaksinasi diberikan pada usia kehamilan > 13 minggu untuk meminimalkan efek pada janin karena terkait dengan proses organogenesis. Itu diberikan sebelum usia 33 minggu untuk melindungi ibu saat melahirkan dan mentransfer antibodi ke janin di dalam rahim.

Pentingnya Imunisasi Untuk Ibu Hamil

Jika usia kehamilan sudah lebih dari 33 minggu, dianjurkan untuk menunda pemberian vaksin hingga bayi lahir. Hal ini terkait dengan efektivitas vaksin dalam memberikan antibodi pada janin.

Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Ibu Dengan Status Imunisasi Dasar Bayi Di Wilayah Puskesmas Lolofitu Moi

Meski penelitian tentang vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil masih kurang, namun penelitian sebelumnya tidak menemukan adanya efek samping dari pemberian vaksin COVID-19 pada ibu hamil. Pemberian dosis pertama vaksin COVID-19 akan mengurangi gejala infeksi COVID-19 pada ibu hamil dibandingkan dengan ibu yang tidak divaksin.

Calon penerima vaksin harus memberikan persetujuan setelah menerima informasi yang memadai tentang vaksin, termasuk kemanjuran dan risiko vaksin terhadap mikroorganisme lain yang diuji pada wanita hamil atau menyusui. Selain itu, ibu hamil dianjurkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti vaksinasi yang bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu sehingga jika suatu saat bertemu dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami penyakit ringan. . . Jika seseorang tidak melakukan itu, seseorang tidak memiliki kekebalan khusus terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi ini.

Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu wilayah, maka akan tercipta herd immunity. Kekebalan kawanan inilah yang menyebabkan perlindungan silang, di mana anak yang tidak divaksinasi tetap sehat karena orang dewasa lain di lingkungannya telah menerima vaksinasi penuh, memberikan manfaat perlindungan kekebalan kawanan kepada anak-anak yang tidak divaksinasi. Cakupan imunisasi.

Wanita hamil memiliki sistem kekebalan yang lemah, membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit atau infeksi. Mengingat ibu hamil memiliki daya tahan tubuh yang lemah, mereka bisa tertular Kovid-19 kapan saja. Meski gejala umum yang dialami mirip dengan pasien lain, ibu hamil yang sudah memiliki penyakit bawaan, seperti penyakit paru-paru, asma, atau kerusakan hati, bisa mengalami gejala yang lebih parah. Pada ibu hamil, banyak penyakit yang ada yang disebabkan oleh virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Selain itu, ibu hamil yang terkena dampak parah Covid-19 berisiko mengalami persalinan prematur, keguguran, bahkan kematian.

Pastikan Ibu Hamil Mendapatkan Pelayanan Pemeriksaan Kehamilan Yang Lengkap

Sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HK.02.02/I/2007/2021, Tentang Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Kovid-19 Bagi Ibu Hamil dan Vaksinasi Kovid-19, hamil perempuan dapat menerima vaksinasi Kovid-19. Berdasarkan ketersediaan imunisasi untuk ibu hamil, digunakan tiga jenis vaksin yaitu vaksin Covid-19 platform mRNA Pfizer dan Moderna dan vaksin platform inaktivasi virus Sinovac. Pemberian vaksinasi dosis pertama dimulai pada trimester kedua kehamilan dan dosis kedua diberikan dengan interval tergantung jenis vaksinnya.

Proses skrining ibu hamil harus dilakukan secara detail dan menyeluruh. Untuk ibu hamil, proses skrining atau penolakan harus dilakukan secara detail dibandingkan target lainnya. Satu hal yang perlu diingat, pemberian vaksin Kovid-19 tidak sepenuhnya melindungi ibu hamil dari virus Corona. Ibu hamil perlu mengikuti protokol kesehatan selama wabah masih berlangsung, agar ibu hamil dapat mengurangi risiko tertular Covid-19.

Kementerian Kesehatan juga menyatakan bahwa vaksinasi Kovid-19 aman untuk ibu menyusui sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI tentang penerapan nomor vaksinasi Kovid-19. HK. 02.02/11/368/2021. Surat edaran tersebut berisi petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia, kelompok komorbid, ibu menyusui, dan penyintas Covid-19. Secara biologis dan medis, bayi yang disusui dan bayi yang disusui, serta bayi baru lahir dan bayi yang mendapat ASI perah, tidak berisiko. Antibodi yang dimiliki ibu setelah vaksinasi dapat melindungi bayi melalui ASI. Sebelum vaksinasi, ibu menyusui dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter/petugas kesehatan mengenai kondisi kesehatan dan layak menerima vaksin. Setelah vaksin, menyusui masih aman karena menyusui dan kontak kulit secara signifikan mengurangi risiko kematian bayi dan manfaatnya lebih besar daripada potensi risiko Covid-19 (Ni Kadek Widiastuti, SKM, MPH,). bagian Promcase). Anak-anak adalah generasi penerus masa depan yang harus kita jaga dan kembangkan serta kita kembangkan. Kesehatan anak merupakan pilar yang memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Banyak penyakit atau virus yang dapat mengganggu kesehatan anak, sehingga harus dilakukan upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak melalui vaksinasi.

Pentingnya Imunisasi Untuk Ibu Hamil

Pemerintah sedang mencari inisiatif imunisasi terpadu untuk melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional atau disingkat BIAN. BIAN bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). BIAN bertujuan untuk memberikan imunisasi lengkap pada bayi, bayi di bawah usia dua tahun (baduta) dan melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Puskesmas Empanang Ingatkan Pentingnya Imunisasi

BIAN memiliki dua kegiatan utama yaitu vaksinasi tambahan dan imunisasi susulan campak-rubella. Tercapainya vaksinasi campak rubella secara rutin pada bayi dan saat BIAS telah mencapai minimal 95% di Provinsi Bali, saat BIAN Provinsi Bali hanya melaksanakan vaksinasi susulan. Vaksinasi kejar adalah vaksinasi untuk anak yang belum mendapatkan dosis vaksin sesuai usianya, atau dikenal dengan full routine immunity (IRL).

Pelaksanaan imunisasi susulan untuk Provinsi Bali merupakan implementasi nasional tahap kedua mulai Juli 2022. Pelaksanaan di Provinsi Bali dimulai dengan tahap persiapan dari Mei hingga Juli 2022, dengan tahap pelaksanaan dari Agustus hingga Desember 2022. Kita jadikan anak sehat dan produktif dengan imunisasi lengkap.

Pentingnya imunisasi dasar lengkap, pentingnya kelas ibu hamil, pentingnya vitamin untuk ibu hamil, imunisasi tt untuk ibu hamil, pentingnya asam folat untuk ibu hamil, imunisasi ibu hamil, imunisasi untuk ibu hamil, pentingnya imunisasi tt pada ibu hamil, jadwal imunisasi ibu hamil, imunisasi tt ibu hamil, pentingnya imunisasi, imunisasi pada ibu hamil