Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Anak Yang Cerdas – Di era pandemi ini, guru dan orang tua didorong untuk berkreasi. Tanpa kreativitas, Anda akan mengalami kebosanan. Jika Anda malas, Anda mungkin mengalami kelelahan. Jika lelah, seseorang tidak lagi termotivasi. H. Aris Ahmad Jaya, DVM, M.M., motivator nasional pembentukan karakter, dalam web show bersama pengurus sekolah dasar bertajuk ‘Pentingnya Peran Ayah dan Ibu dalam Mengurangi Kerugian Belajar’ yang ditayangkan secara langsung, Rabu. Hal ini ditekankan oleh , 4 Agustus 2021.

Aris mengatakan, masyarakat harus mampu secara cerdas menyikapi kondisi zaman saat ini. Pertama, pendidikan tidak bisa diburu-buru. Itu tidak bisa diajarkan sekaligus. “Kita harus memiliki upaya untuk mempersiapkan generasi yang hebat. Situasi pandemi ini menjadi pelajaran luar biasa bagi para guru dan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya,” kata Aris.

Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Anak Yang Cerdas

Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Anak Yang Cerdas

Poin kedua, lanjut Aris, orang tua harus bisa mendamaikan anaknya. Karena kebersamaan belum tentu bersama. Satu rumah belum tentu ada komunikasi.

Bermain Bisa Bikin Pintar!

“Contoh seorang ibu yang rela kembali bersekolah dari jauh demi mendapatkan tugas sekolah putrinya. Kemudian mereka menyalin foto karena tidak memiliki ponsel. Apa karena dia pintar? Tidak. Dia bukan seorang guru. Bahkan kesehariannya hanya sebagai pedagang asongan. Tapi dia berhasil mendampingi anaknya dalam proses belajar,” kata Aris.

Ada empat unsur yang harus dipahami guru terutama orang tua saat mendampingi anaknya belajar PJJ. Pertama, anak harus memiliki IQ atau IQ. Kedua, anak harus memiliki kecerdasan emosional. Tanpa kejelasan emosional, anak-anak mungkin kurang sopan. Tidak ada kemampuan untuk menghormati, mendisiplinkan, berkomitmen, dan mentolerir anak. Keduanya adalah kecerdasan emosional yang sangat penting.

“Selain kecerdasan dan kecerdasan emosional, kecerdasan juga tidak kalah penting untuk dimiliki oleh anak-anak, apalagi di iklim PJJ sekarang ini. Yaitu kecerdasan menghadapi ketidaknyamanan dan keengganan,” jelas Aris.

Aris mengatakan, perkembangan ketiga kecerdasan ini bergantung pada cara orang tua mendidik anaknya. Apalagi di era new normal ini. Ada tiga tipe orang tua dalam mengasuh anak. Ada orang tua yang tersesat. Ada orang tua yang membayar, dan ada orang tua yang tahu.

Tips Membentuk Anak Yang Cerdas Dan Pintar

“Orang tua yang lurus umumnya apatis. Dia tidak mau tahu tentang pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Dia juga tidak menghargai proses. Kemudian jenis induk yang membayar adalah induk outsourcing. Namun, yang terpenting adalah saya sudah membayar dan merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan finansial anak-anak saya. Dengan situasi wabah saat ini, anak-anak harus dididik dari rumah. Membayar orang tua memang sudah tidak cocok lagi, bahkan sebelum pandemi peran ini sudah tidak cocok lagi,” kata Aris tegas.

Sedangkan orang tua yang terinformasi, lanjut Aris, adalah orang tua yang menyadari sepenuhnya bahwa anaknya adalah tanggung jawabnya. Hadiah yang indah untuk Tuhan. Pihak ketiga seperti guru hanya sebagai pendukung atau pelatih. Kurangnya pemahaman inilah yang pada akhirnya menjadi faktor terjadinya kerugian belajar pada anak, khususnya pada masa PJJ.

Aris memaparkan 5 tips peran orang tua untuk mengurangi learning loss, khususnya terkait karakter anak. Pertama, kebutuhan anak. Berdasarkan pengamatan dan penelitiannya, anak perlu dihargai. Bahkan dalam situasi PJJ, menilai proses lebih penting daripada menilai hasil akhir.

Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Anak Yang Cerdas

“Hargai anak dengan kata-kata positif seperti mengucapkan terima kasih. Sebutkan apa yang Anda sukai dan mengapa patut diapresiasi. Kemudian doakan anak-anak kita. Ini juga berlaku bagi guru di sekolah,” imbuhnya.

Parenting, Sebuah Proses Untuk Memantaskan Diri Menjadi Orang Tua Teladan

Tips kedua adalah waktu berkualitas bersama, bukan hanya kuantitas. Bersama untuk waktu yang lama belum tentu bersama. Orang tua hendaknya membangun suasana makan bersama, nonton bareng dan berdiskusi bersama.

Tips ketiga adalah pandai berkomunikasi. Komunikasi bukan berarti berbicara dengan baik, tetapi apa yang disampaikan dapat diterima. Komunikasi adalah bagaimana memahami sebelum dipahami. Anda perlu mendengarkan sebelum mendengarkan.

“Tips keempat adalah keteladanan dan keteladanan dari orang tua kepada anak. Selama wabah, di rumah 24 jam sehari. Oleh karena itu, orang tua harus bisa memberi contoh bagaimana mengelola emosi dan memberikan disiplin yang dapat ditiru oleh anak. Tips terakhir adalah memberikan dukungan dan kepercayaan, atau setidaknya memberikan kesempatan kepada anak atau siswa untuk menjadi diri mereka sendiri,” pungkasnya.

Pada saat yang sama dr. Saminan Ismail, MPD – Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh mengatakan ada beberapa penyebab terjadinya learning loss. Ini karena perubahan paradigma yang disebabkan oleh pandemi. Pendidikan selalu berfokus pada persepsi. Dan mentalitas orang tua yang beranggapan bahwa sekolah dapat menyelesaikan segala permasalahan siswa.

Apresiasi Bunsay #5 Level 8: Mempersiapkan Anak Mandiri Dan Cerdas Finansial

“Selama ini kami berusaha melihat bahwa orang tua bukanlah guru bagi anaknya. Apalagi, Dinas Pendidikan Nasional belum melibatkan orang tua sebagai pencetak nilai rapor anak. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Nasional harus berperan serta melibatkan orang tua dalam proses pengisian raport anaknya. Ini harus dilakukan terkait dengan perilakunya ke depan, agar learning loss bisa diminimalisir,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh itu.

Selain itu, sebagian besar Dinas Pendidikan Nasional belum mengajukan permohonan yang melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran anaknya. Hingga pada akhirnya guru berusaha menilai kemampuan anak sendiri tanpa melihat peran anak di rumah.

“Selain itu, faktor kerugian belajar lainnya adalah siswa dalam proses pembelajaran masih terfokus pada pembelajaran kreatif sehingga siswa hanya bisa tahu dan tidak mengerti,” kata Saminan.

Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Anak Yang Cerdas

Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan Dinas Pendidikan untuk menjawab tantangan pencegahan learning loss. Pertama, harus ada paradigma baru untuk mempelajari keterampilan. Pendidikan mental yang akan dibangun ditekankan di antara mereka. Maka anak akan disiplin, tahu malu, gotong royong dan gotong royong.

Bkkbn Jabar Makalah) Makalah Pengasuhan 1000 Hpk Untuk Pencegahan Stunting

Berikutnya adalah pendidikan hati, saling kasih sayang dan saling membantu. Ini penting untuk ditindaklanjuti. Solusi ketiga adalah pendidikan karakter. Dan solusi keempat adalah pendidikan inovatif.

“Ini penting. Apalagi kita hidup di zaman dimana orang-orang hebat kreatif tapi tidak inovatif. Maka pasti tertinggal zaman. Anak-anak kita akan ikut bersama zaman. Jadi inovasi ini penting,” imbuhnya.

Di sisi lain, SDN Semara Dua Surakarta memiliki cara tersendiri dalam menanamkan kebiasaan baik di sekolah agar tidak terjadi learning loss. Apalagi di era pandemi ini. Ini termasuk perencanaan, diseminasi, kolaborasi dan pemantauan serta tindak lanjut.

Pada tahap perencanaan, SDN Cemara Dua Surakarta bersama tim akan menyusun rencana pembelajaran saat terjadi wabah. Rencana tersebut kemudian dituangkan dalam program dan diajarkan kepada semua panitia yang telah disepakati bersama.

Pentingnya Peran Orang Tua Di Era Digital

“Kerja sama yang dihadirkan melibatkan peran orang tua. Karena kami melakukan pembelajaran dengan sistem online dan offline, kami juga melakukan program untuk menyapa kepala sekolah. – Kepala Sekolah SD Negeri Cemara Dua Surakarta.

Pihaknya menggunakan berbagai cara dalam proses sosialisasi program tersebut kepada seluruh siswa dan orang tua. Di antaranya, teknologi komunikasi seperti zoom digunakan. Bahkan dalam sosialisasi ini pihak sekolah menghubungi Dinas Pendidikan dan Komite Sekolah.

“Nah, langkah selanjutnya adalah implementasi program. Karena masih mewabah, prioritas utama kita bukanlah mencapai tekad guru. Pembelajaran PPK mengutamakan praktik literasi dan kegiatan yang dapat membentuk profil siswa Pancasila,” imbuhnya.

Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Anak Yang Cerdas

Selain itu, untuk mengurangi learning loss selama PJJ, SDN Cemara Dua Surkarta memiliki program Raport Bu. Sebuah program di mana orang tua segera melaporkan masalah kepada guru, yang kemudian mendiskusikan dan menegosiasikan solusinya melalui kepala sekolah.

Cara Agar Anak Cerdas Dan Berprestasi Di Sekolah

“Kalau ada anak yang bolos pelajaran selama seminggu, masalah itu bisa segera kami selesaikan,” kata Eni.

Langkah selanjutnya adalah pemantauan dan evaluasi berkala oleh pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan. Terakhir, kepala sekolah akan melakukan rapat pleno secara berkala sebagai bentuk pengawasan.

“Dalam kegiatan ini kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada guru dan anak-anak yang paling aktif. Guru yang aktif ini juga membagikan kebiasaan baiknya kepada teman-teman lainnya. Kami berharap semua kelas terlayani semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dari pihak orang tua, Dwi Ernawati dari SD Negeri Cemara Dua, Surakarta, ibu Kenesih Kalea Kaldera Hananta juga buka suara. Dikatakannya, membangun mental anak di PJJ berarti membangun lingkungan yang ramah anak. Anak harus merasa nyaman melakukan PJJ di rumah.

Orangtua, Intip 8 Cara Mengasuh Anak Agar Cerdas Dan Sukses

“Selain membangun suasana yang kondusif, saya juga mencari materi plagiarisme untuk wali kelas atau guru anak saya. Hal ini dilakukan agar saya bisa siap saat berangkat bersama anak-anak PJJ. Yang terpenting saya selalu menjaga komunikasi yang kuat dengan pihak sekolah, dengan guru, wali kelas dan kepala sekolah. dia menyimpulkan. (Hendrianto) Ayah dan Bunda pasti menginginkan yang terbaik untuk si kecil setiap saat. Termasuk mengenai pendidikan anak-anak keluarga. Selain itu, memang benar bahwa peran orang tua sangat besar dalam pendidikan si kecil. Sumber belajar pertama dan utama balita Anda adalah orang tua dan keluarga dekat. Meski si kecil sudah menginjak jenjang sekolah, bukan berarti peran orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga berkurang. Studi menunjukkan bahwa ketika orang tua berperan dalam pendidikan anak mereka dan memberikan dukungan, anak mereka yang masih kecil dapat lebih aktif dan berprestasi lebih baik di sekolah. Penelitian juga menunjukkan bahwa peran orang tua dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kepercayaan diri anak, yang dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak Anda.

Jika ayah dan ibu ingin si kecil berprestasi secara akademis, bantuan utama bukan hanya dukungan materi atau menyekolahkan si kecil ke sekolah umum, tetapi berperan aktif dalam pendidikan anak. . Sebab, dengan keterlibatan orang tua, pendidikan anak di keluarga dan di sekolah dapat berjalan harmonis dan membuahkan hasil yang optimal.

Partisipasi orang tua dalam pendidikan anak dalam keluarga

Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Anak Yang Cerdas

Ciri ciri anak yang cerdas, makanan yang membuat janin cerdas sejak dalam kandungan, makanan yang bikin anak cerdas, peran orangtua, makanan yang buat anak cerdas, susu yang bikin anak cerdas, peran ayah dalam mendidik anak, peran ibu dalam mendidik anak, yang bukan termasuk peran tik dalam bidang ekonomi adalah, peran pemuda dalam menjaga kebersihan lingkungan demi kehidupan yang sehat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here