Pertolongan Pertama Saat Anak Terserang Alergi – Ketika seorang anak batuk parah di tengah malam, kita sering mengira itu flu biasa. Namun para ibu, pernahkah terpikir apakah bayi Anda akan terkena flu dan alergi?

Alergi dingin bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir. Namun para ibu jangan terlalu khawatir, alergi bukanlah penyakit yang berbahaya, melainkan reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh kita.

Pertolongan Pertama Saat Anak Terserang Alergi

Pertolongan Pertama Saat Anak Terserang Alergi

“Kami tidak terkena demam karena alergi, meskipun sering dikacaukan dengan demam,” kata Mark McMorris, ahli alergi anak dan ahli imunologi di Rumah Sakit Anak Mott.

Kenali Penyebab Dan Ciri Ciri Anak Terkena Alergi Dingin

Sebab, alergi dingin ini biasanya muncul saat kondisi udara sedang berangin dan lembab. Beberapa gejala pilek yang bisa ibu temui pada bayi, seperti:

Ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan gagal melepaskan histamin. Apa itu histamin?

Histamin adalah bahan kimia yang diproduksi oleh sel-sel dalam tubuh ketika mengalami reaksi alergi atau infeksi, lapor Live Science.

Jika parah, alergi dingin dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar, pembengkakan ekstremitas, atau syok anafilaktik. Kejutan ini dapat menyebabkan bayi kekurangan oksigen dan kesulitan bernapas.

Rangkuman Buku Mengenal Alergi Pada Anak

Udara dingin yang menerpa tubuh anak Anda dapat meningkatkan produksi lendir pada saluran napas anak Anda. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti bersin, batuk, dahak yang banyak, dan sesak napas.

Sebenarnya tidak ada obat yang bisa menyembuhkan alergi dingin. Namun, ada obat yang dapat mengurangi gejala alergi dingin, salah satunya antihistamin.

Obat ini hanya boleh diberikan jika anak mengalami alergi dingin. Berfungsi untuk meredakan gatal-gatal saat alergi kambuh pada anak.

Pertolongan Pertama Saat Anak Terserang Alergi

Kenakan atau lapisi berlapis-lapis. Jangan lupa matikan AC juga, karena AC merupakan sumber dingin.

Bercak Putih Pada Kulit Anak Haruskah Dikhawatirkan?

Meski tidak berbahaya, Moms tetap perlu mewaspadai alergi dingin, terutama jika terjadi pada anak kita. Jangan biarkan ada yang salah. Bayi di bawah usia 1 tahun belum memiliki sistem imun yang sempurna. Akibatnya, anak Anda mudah sakit, atau tubuh justru memproses secara berlebihan apa yang berasal dari luar tubuh. Jangan kaget jika bayi Anda mengalami alergi. Misalnya alergi susu bayi, alergi kulit bayi, dll. Lantas, apa yang harus dilakukan jika bayi Anda alergi?

Sebelum menangani reaksi alergi pada bayi, ibu perlu memahami apa penyebab dari alergi tersebut. Baik itu asupan makanan atau minuman maupun faktor lingkungan, karena banyak sekali hal yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Oleh karena itu, agar tidak salah, cari tahu dulu faktor penyebab alergi bayi Anda di sini, lalu atasi.

Saat bayi menunjukkan alergi, ibu tentu panik dan mengobatinya. Ibu juga akan meminta dokter untuk meresepkan obat untuk meredakan alergi bayi. Namun sebenarnya sebelum ibu meminta obat, ibu sebaiknya memahami terlebih dahulu akar penyebab alergi pada bayi. Menurut Organisasi Alergi Dunia, alergi bayi dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, alergen tertentu, lingkungan, kondisi sosial ekonomi, dan perubahan cuaca.

Namun, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap alergi bayi ini tidak terisolasi. Namun, mereka saling berhubungan dan berinteraksi. Oleh karena itu, ibu harus memahami terlebih dahulu akar penyebab alergi pada bayi sebelum menangani bayi.

Waspadai Gigitan Tungau Pada Anak Dan Alergi Yang Ditimbulkan

Saat bayi mengalami gejala alergi, ibu harus mengetahui riwayat alergi pada keluarga. Siapa tahu ada kerabat yang alergi terhadap sesuatu. Jika ini terjadi, ada kemungkinan besar bayi mengalami alergi. Ini secara genetik memicu daya tahan tubuh untuk bereaksi kuat terhadap alergen, meskipun Anda tidak alergi terhadap hal yang sama.

Setiap anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda. Misalnya, jika bayi Anda kuat saat terkena debu, temannya mungkin merasa gatal saat debu menyentuh kulitnya. Terkadang proses tubuh menerima paparan alergen inilah yang memicu alergi pada bayi. Akibatnya, anak Anda mengalami gejala alergi saat masih bayi. Alergen atau alergen bisa berasal dari makanan yang dimakan atau benda-benda yang bersentuhan dengan tubuh, seperti sabun,

Saat bayi mengalami reaksi alergi, cobalah untuk mewaspadai lingkungan sekitar Si Kecil. Siapa tahu tempat tidur atau godanya kotor dan berdebu. Bisa juga anak Anda pernah terpapar polusi di tempat tinggalnya. Misalnya adanya asap rokok dan knalpot kendaraan bermotor. Agar bayi tidak memicu alergi, sebaiknya ibu menjauhi polutan tersebut.

Pertolongan Pertama Saat Anak Terserang Alergi

Alergi bayi terkadang muncul karena ibu selalu menginginkan si kecil berada di lingkungan yang higienis. Padahal, anak Anda membutuhkan kotoran dan kuman untuk sistem imun yang sempurna juga. Selain itu, ibu juga terbiasa mengonsumsi makanan yang memicu alergi pada bayi. Hal inilah yang menyebabkan gejala alergi begitu sering muncul pada bayi.

Mengenali Penyebab Alergi Pada Bayi Dan Penanganannya

Para ibu harus berpindah-pindah atau berjalan kaki ke tempat-tempat dengan suhu dan iklim yang berbeda. Jangan kaget saat sampai di sana, alergi muncul pada bayi. Hal ini dikarenakan faktor cuaca seperti suhu, kecepatan angin, kelembapan dan iklim dapat memicu alergi pada anak Anda. Tubuh bayi Anda harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Dan si kecil belum bisa mengontrol sistem tubuhnya dengan sempurna.

Pertama-tama, ibu harus tahu alergi apa yang dimiliki bayi? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), alergi pada bayi sebenarnya merupakan gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ini bisa terjadi jika anak Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah dan terlalu sensitif terhadap hal-hal tertentu. Misalnya kepekaan terhadap udara, kotoran, makanan dan minuman.

Moms juga perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh saat mengetahui Si Kecil memiliki alergi pada bayi. Para ibu sering memberi anak mereka vitamin atau obat tambahan. Padahal, alergi bayi merupakan masalah kesehatan kompleks yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan vitamin atau obat-obatan. Untuk mengatasi alergi pada bayi, sebenarnya ibu harus mengenali alergen dan apa penyebabnya.

Bunda juga harus paham bahwa alergi bayi tidak bisa disembuhkan dengan obat atau cara lain. Namun, ibu dapat mengurangi frekuensi kekambuhan dan kecepatan respons bayi saat terjadi reaksi alergi. Biasanya, seiring bertambahnya usia bayi, beberapa gejala alergi pada bayi akan berkurang dan hilang dengan sendirinya. Terutama pada bayi dengan pemicu alergi makanan.

Ciri Gejala Alergi Dingin Pada Bayi Serta Cara Mengatasinya

Meski alergi bayi tidak bisa disembuhkan, Moms jangan menyerah. Moms perlu tahu bahwa alergi pada bayi dapat diobati dan dicegah. Namun, ibu harus mengikuti beberapa cara ini agar reaksi dan intensitas alergi bayi tampak lebih kecil. Berikut adalah beberapa metode yang perlu Anda ketahui.

Hal pertama yang harus dilakukan ibu adalah mencari tahu jenis alergi apa yang dimiliki bayi. Dari sini, ibu akan menemukan alergen atau alergen. Perhatikan reaksi alergi yang dialami bayi. Moms butuh bantuan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Seringkali, anak Anda harus melakukan beberapa tes untuk mengetahui sumber alergi bayi Anda.

Atau sama seperti orang dewasa, bayi seringkali menunjukkan gejala ketika mengalami alergi. Beberapa gejala yang biasa muncul adalah diare, batuk, gatal atau ruam pada kulit di tubuh atau wajah, pilek, sulit bernapas, dan wajah bengkak. Jika hal ini terjadi pada bayi, ibu harus waspada dan waspada, serta berobat langsung ke dokter bila perlu.

Pertolongan Pertama Saat Anak Terserang Alergi

Jika bunda sudah mengetahui penyebab alergi pada bayi, saatnya bunda mengambil tindakan. Sebaliknya, para ibu berusaha menjaga anak mereka bebas dari alergen. Misalnya, anak Anda alergi terhadap susu bayi. Cara mengatasi alergi susu pada bayi adalah dengan tidak memberinya susu tersebut. Produk susu lainnya juga bisa diganti.

Jangan Panik! Ini 4 Hal Yang Harus Dilakukan Jika Bayi Alergi Makanan

Paparan debu, kuman, atau kuman bisa memicu alergi pada bayi. Coba periksa lingkungan anak Anda. Para ibu rutin membersihkan lingkungan di sekitar bayinya setiap hari. Paling tidak, hal ini mengurangi risiko alergi bayi berulang dan menimbulkan reaksi yang parah.

Meskipun tidak ada obatnya, setidaknya Anda dapat mengurangi efek dari reaksi dan gejala alergi pada bayi Anda. Tentunya hal ini untuk membuat anak Anda merasa lebih nyaman dan tidak rewel. Misalnya, alergi pada bayi bisa memicu rasa gatal dan kemerahan pada kulit. Ibu bisa memberinya salep, bedak tabur,

Secara teori, memaparkan tubuh bayi pada alergen dosis kecil dapat mengurangi sensitivitas sistem kekebalan. Namun, hal ini belum terbukti secara medis berhasil menurunkan alergi pada bayi. Selain itu, reaksi alergi pada bayi bisa menyakitkan dan membuat anak Anda gelisah. Padahal, reaksi alergi pada bayi bisa mengancam nyawa sang anak. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi,

Kulit bayi sangat sensitif, karena mudah alergi jika bersentuhan dengan zat yang mengiritasi atau zat yang terlalu kimiawi. Untuk melakukan ini, pastikan semua produk perawatan yang Anda gunakan aman. Hindari produk yang masih mengandung SLS/SLES, karena dapat mengeringkan kulit bayi yang sensitif sehingga mudah mengalami ruam atau gatal.

Alergi Pada Bayi: Apa Yang Perlu Diwaspadai?

Kemudian hindari juga bahan-bahan yang berbahaya bagi kulit bayi, seperti alkohol. Paraben dan silikon. Selain itu, bahan parfum atau pewangi mungkin tidak cocok untuk semua bayi dan memicu alergi. Karena itu, jika bayi Anda mengalami reaksi alergi pada kulit setelah menggunakan cologne, hentikan penggunaannya.

Selain perlengkapan menyusui, pastikan kebiasaan mandi bayi Anda sudah benar, terutama suhu airnya. Tidak semua bayi, terutama yang berkulit kering dan sensitif, cocok untuk mandi air panas. Namun bukan berarti harus mandi air dingin, namun suhunya tidak perlu terlalu panas atau sedikit lebih hangat di bawah kuku, yang penting sesuai dengan suhu tubuh bayi, tanpa rasa dingin dan kulit kesemutan. .

Mandi dengan air yang terlalu hangat dapat membuat kulit bayi menjadi kering dan sensitif sehingga menimbulkan rasa gatal, mengelupas atau ruam. Kemudian waktu mandi jangan terlalu lama, sekitar 5 menit saja sudah cukup, karena kulit akan kering jika terlalu lama berendam. Akan terus bersin tanpa henti hingga tiba-tiba tersumbat dalam waktu yang lama. Ini mungkin disertai dengan sakit kepala dan tenggorokan gatal.

Pertolongan Pertama Saat Anak Terserang Alergi

Itu reaksi alergi, kata dokter

Macam Alergi Kulit Pada Anak Dan Cara Menanganinya

Pertolongan pertama alergi makanan, pertolongan pertama saat vertigo, pertolongan pertama saat gerd, pertolongan pertama alergi udang, pertolongan pertama saat stroke, pertolongan pertama saat sesak, pertolongan pertama alergi dingin, pertolongan pertama gatal alergi, pertolongan pertama bila terserang vertigo, pertolongan pertama pada alergi, pertolongan pertama alergi seafood, pertolongan pertama alergi