Pola Makan Yang Tepat Untuk Penderita Tuberkulosis – Fiela.co, Jakarta Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menyerang paru-paru. Kondisi penyakit TBC yang parah juga dapat menyerang ginjal, tulang belakang dan otak yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit TBC dapat menyebar melalui air liur atau udara, saat seseorang berbicara, tertawa, bersin atau batuk.

. Penyakit ini sangat umum terjadi pada orang yang berusia lanjut, tinggal di lingkungan yang padat, perokok, pecandu alkohol dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Tenaga medis yang merawat pasien tuberkulosis pun dapat tertular dan berisiko terkena tuberkulosis.

Pola Makan Yang Tepat Untuk Penderita Tuberkulosis

Pola Makan Yang Tepat Untuk Penderita Tuberkulosis

Gejala yang dialami penderita TBC adalah batuk berdahak lebih dari 3 minggu, nyeri dada saat batuk, nafsu makan menurun, sering berkeringat, dan sering lelah. Jika teman Fiela mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera periksa ke dokter. Penyakit TBC juga dapat disebabkan karena konsumsi zat-zat penyebab penyakit TBC. Berikut ini akan menyebabkan TBC yang dapat memperburuk kondisi penderitanya:

Bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Dari Pengobatan Tbc ?

Karbohidrat olahan adalah karbohidrat yang mengalami berbagai proses pemasakan. Jadi karbohidrat olahan akan memiliki sedikit serat, vitamin dan mineral. Karbohidrat olahan dapat memperburuk penyakit TBC. Selain itu, karbohidrat olahan juga memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Daging sapi perah merupakan makanan yang mengandung banyak lemak dan protein. Terlalu banyak konsumsi daging merah juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Daging merah terdiri dari daging sapi, daging kambing, domba dan daging kuda. Daging susu dapat memperburuk TBC.

Makanan pedas seperti cairan, makanan kaleng, atau buah yang dikeraskan dan dikeringkan harus dihindari jika Anda memiliki gejala TBC. Kesannya mengandung bahan kimia seperti pengawet dan pewarna. Secara alami, akan timbul rasa kurang gizi, bahkan menyebabkan daya tahan tubuh yang rendah dan kondisi TBC yang semakin parah.

Pecandu alkohol berisiko tinggi terkena tuberkulosis. Sehingga pemberian infus alkohol sebaiknya dihindari agar kondisi TBC tidak semakin parah. Alkohol tidak hanya ditemukan di inuan. Ada makanan tertentu yang secara alami mengandung alkohol, seperti makanan fermentasi yaitu tape singkong.

Nutrisi Penting Untuk Penderita Tbc

Infus berkarbonasi adalah infus yang disuntikkan dengan gas karbon dioksida. Inuan berkarbonasi mengandung banyak gula dan gas. Inuan ini bisa menyebabkan pneumonia akibat TBC yang tidak kunjung sembuh. Bahkan bisa menambah harapan dan gas di perut.

Daging merah merupakan makanan yang kaya akan protein. Namun daging merah tidak baik untuk penderita TBC dan dapat menyebabkan kegemukan. Makanan kaya protein tidak hanya terdapat pada daging. Sobat Fiela bisa mengkonsumsi tahu, kacang tanah, keju dan jamur yang kaya akan protein.

Seseorang yang terkena tuberkulosis membutuhkan makanan yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Untuk itulah, vitamin C yang tinggi sangat baik untuk seseorang yang menderita TBC. Makanan tinggi vitamin C seperti biji jambu biji, jeruk, leon, pepaya, brokoli, kiwi dan teripang dapat mengobati batuk berlendir pada penderita TBC.

Pola Makan Yang Tepat Untuk Penderita Tuberkulosis

Makanan tinggi vitamin A juga baik untuk penderita TBC. Diet tinggi vitamin A juga dapat membantu mencegah kanker. Vitamin A banyak terdapat pada buah atau sayuran yang berwarna merah atau jingga seperti mangga, pepaya, aprikot, wortel, tomat, ubi jalar dan brokoli Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang biasanya menyerang paru-paru. TBC juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti otak dan tulang belakang dan bagian tubuh lain juga dapat terkena. Misalnya pada tulang lutut sehingga membuat pasien tidak bisa berjalan.

Konsumsi Makanan Ini Bisa Bantu Proses Penyembuhan Pengidap Tbc

Dalam kasus tuberkulosis kronis, seseorang yang menderita tuberkulosis mungkin perlu melakukan perawatan medis bersama dengan pola makan yang tepat untuk mendukung proses dan memulihkan kesehatan lebih cepat.

Selain pengobatan rutin, penting untuk menjaga daya tahan tubuh pasien. Penderita TB Paru sebaiknya tidak melakukan diet. Makanan bergizi, terutama yang tinggi protein, membantu tubuh mempercepat proses penyembuhan.

Terkait pola makan penderita TB bersama Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Surakarta, dibahas dalam Talk Gizi Sore, Rabu (1/12/2022). Hadir di studio, Retno Desi Ariyani, S.Gz RD, Wakil Ketua DPC PERSAGI Surakarta yang merupakan ahli gizi on call RS Surakarta

Menurut Desi, TBC saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit TB dipengaruhi oleh beberapa faktor pejamu. Faktor yang berhubungan dengan hospes meliputi usia, jenis kelamin, ras, sosial ekonomi, gaya hidup, status perkawinan, pekerjaan, keturunan, gizi, dan kekebalan.

Pertanyaan Seputar Penyakit Tbc, Mari Berantas Tb Bersama Sama

“Oleh karena itu, meskipun pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung di Indonesia, upaya penanggulangan TBC masih terus ditingkatkan. Prevalensi TBC juga dapat ditemukan lintas negara dan kelompok umur. Hal ini berdampak buruk bagi perkembangan manusia Indonesia. sumber daya di masa depan”, jelasnya lebih lanjut.

Untuk itu diperlukan upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia, antara lain melalui upaya pemberian pelayanan gizi yang berkualitas bagi pasien TB. Bila dikaitkan dengan status gizi, gizi merupakan faktor pendukung dalam mengatasi penyakit menular seperti tuberkulosis, maka gizi seimbang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit tuberkulosis. Risiko komplikasi termasuk kematian pada pasien TB dipengaruhi oleh status gizi individu.

3) Rebus air minum sampai mendidih sebelum dikonsumsi, hindari mengkonsumsi air mentah/es batu dari air yang belum direbus

Pola Makan Yang Tepat Untuk Penderita Tuberkulosis

4) Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, setelah kontak dengan hewan, saat keluar dari toilet, setelah bersin dan batuk

Ini Yang Perlu Dilakukan Terhadap Anak Idap Tbc

5) Jika membeli makanan, pilihlah makanan yang segar, perhatikan keutuhan kemasan dan tanggal kedaluwarsa produk makanan jadi/manufaktur

Wartawan di Grup Radio Solopos FM. Menulis konten untuk Grup Solopos FM yaitu website dan Radio Solopos FM. Diet yang Tepat untuk Mengobati Tuberkulosis (TBC) Tanggal publikasi: 1 Juni 2019 Pembaruan terakhir: 10 November 2020 Waktu baca: 3 menit

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang biasanya menyerang paru-paru. TBC juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti otak dan tulang belakang.

Dalam kasus tuberkulosis kronis, seseorang yang menderita tuberkulosis mungkin perlu melakukan perawatan medis bersama dengan pola makan yang tepat untuk mendukung proses dan memulihkan kesehatan lebih cepat.

Makanan Penyebab Tbc Yang Dapat Memperburuk Kondisi

Iklan dari Buy Nutrition & Nutrition Support via HDmall Gratis Ongkos Kirim Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Farmasi ✔️ Pesan Sekarang

Jika Anda menderita tuberkulosis, sangat penting untuk menjaga pola makan yang sehat, yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan kekebalan dan memberi Anda kekuatan yang dibutuhkan untuk pulih.

Nutrisi yang buruk sebenarnya dapat meningkatkan kegigihan penyakit TB aktif, dan TB aktif dapat menyebabkan malnutrisi yang memburuk. Maka untuk menjaga agar tubuh Anda siap melawan bakteri TBC, Anda perlu mengonsumsi makanan dengan baik dan benar.

Pola Makan Yang Tepat Untuk Penderita Tuberkulosis

Makanan berkalori tinggi: Makanan terbaik untuk pasien TB adalah makanan berkalori tinggi dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh yang meningkat dan untuk mencegah penurunan berat badan lebih lanjut. Makanan berkalori tinggi antara lain pisang, bubur atau sereal, rava atau halwa, rava ladoo, oat dan lain-lain.

Tips Memilih Susu Yang Baik Untuk Penderita Tbc

Makanan kaya protein: Kebutuhan protein yang meningkat dipenuhi dengan mengonsumsi kacang tanah, laddoo lembut atau campuran buah dan kacang kering. Jika Anda tidak bisa makan karena kurang nafsu makan, buah dan kacang kering bisa dibuat menjadi bubuk halus dan dicampur menjadi milkshake atau ditambahkan ke roti. Telur, paneer, tahu, dan potongan kedelai adalah makanan kaya protein lainnya yang juga mudah diserap. Mereka dapat dicincang atau diparut dan ditambahkan ke sup atau pure atau milkshake.

Vitamin A, E, C Beberapa makanan terbaik untuk penderita TBC antara lain buah dan sayur berwarna kuning jingga seperti jeruk, mangga, pepaya, labu siam dan wortel yang kaya akan vitamin A, sedangkan vitamin C terdapat pada buah-buahan segar seperti seperti biji jambu biji, jeruk, tomat, limau, lemon dan paprika. Vitamin E biasanya ditemukan dalam bibit gandum, kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak sayur.

Vitamin B-kompleks: Sebagian besar vitamin B-kompleks ditemukan dalam biji-bijian dan kacang-kacangan utuh, kacang-kacangan dan biji-bijian. Bagi non-vegetarian, B-kompleks dapat diperoleh dari telur, ikan (terutama ikan laut seperti salmon, tuna, makerel, dan sarden), ayam, dan daging tanpa lemak.

Selenium dan seng: Kacang Brazil adalah sumber selenium terbaik. Jamur dan sebagian besar kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk biji bunga matahari, biji chia, labu, wijen, dan biji rami, juga merupakan sumber selenium dan seng yang baik. Pilihan non-vegetarian bisa berupa tiram, ikan, dan ayam.

Diet Sehat Untuk Jantung Sehat

Selain asupan gizi di atas, penting juga untuk menyediakan snack dan snack (cemilan sehat!) di waktu yang tepat. Camilan bisa berupa kecambah rebus, segelas susu almond atau kedelai, kacang rebus, dll.

Pengobatan tuberkulosis bersifat jangka panjang, dan melakukan rutinitas dapat membantu Anda menyesuaikan diri dengan penyakit ini. Buatlah jadwal makan pagi, snack, makan siang, snack sore dan makan malam.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati TBC dapat memiliki efek samping yang menyebabkan hilangnya nafsu makan dan mual. Namun mengkonsumsi nutrisi yang tepat sangat diperlukan dan merupakan hal yang sangat penting untuk membantu proses penyembuhan. Karena itu, bicarakan dengan dokter Anda tentang makanan yang bisa Anda makan selama pengobatan tuberkulosis.

Pola Makan Yang Tepat Untuk Penderita Tuberkulosis

Para editor berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan dokter dan menggunakan sumber terpercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Mari Peduli, Cegah Dan Akhiri Tb Laten Pada Anak Dari Sekarang

Wilbur, Alicia & Farnbach, AW & Knudson, Kelly & Buikstra, Jane. (2009). Diet, tuberkulosis dan jurnal paleopatologi. antropologi saat ini. 49. 963-77; diskusi 977. 10.1086/592434.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/24357262_Diet_Tuberculosis_and_the_Paleopathological_Record)

Artikel ini hanya untuk informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. menyarankan Anda untuk tetap berkonsultasi langsung dengan dokter yang ahli di bidangnya.

Konten ini ditulis atau diulas oleh para dokter dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim redaksi berkomitmen untuk menyajikan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terkini, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial

Gejala Penyakit Tbc Dan Cara Pengobatannya, Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat