Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

37

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan – Meski termasuk hewan peliharaan populer, ternyata kucing bisa menularkan penyakit ke manusia loh! Pelajari tentang penyakit kucing berbahaya berikut!

Namun, ada hal yang harus kita ketahui agar hewan peliharaan kita tidak membahayakan kita dengan menimbulkan penyakit. Misalnya, gigitan kucing menyumbang kurang dari 15 persen kasus gigitan hewan di ruang gawat darurat.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Menurut sebuah penelitian, gigitan kucing biasanya tidak dalam, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti abses, hilangnya mobilitas sendi, dan keterlibatan saraf.

Memelihara Anjing Bisa Bikin Panjang Umur, Ini Penjelasannya

Kondisi ini bisa terjadi jika tidak hati-hati saat membersihkan kotoran kucing. Hal ini karena parasit tersebut dapat masuk ke dalam tubuh dan menjadi sumber infeksi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, lebih dari 60 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi parasit tersebut. Kebanyakan orang yang menderita toksoplasmosis tidak memiliki gejala.

Kalaupun tidak ada gejala, infeksi parasit ini akan sangat berbahaya bagi janin dan ibu hamil. Contoh gejala yang mungkin terjadi pada orang yang terinfeksi:

Namun, pada orang dengan kekebalan rendah dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti pembengkakan otak, kejang, dan kehilangan kesadaran.

Awas, Rokok Juga Bikin Hewan Peliharaan Anda Sakit Kanker!

Gejalanya meliputi pembesaran kelenjar getah bening, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, demam, dan penurunan berat badan.

Benjolan atau lepuh dapat berkembang pada kulit di tempat infeksi dalam waktu 3 sampai 10 hari setelah terpapar. Sedangkan pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi dalam waktu 1-3 minggu.

Rabies adalah virus yang menyerang sistem saraf. Rabies dapat menular ke manusia melalui gigitan kucing yang terinfeksi virus tersebut.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Virus akan bergerak melalui tempat gigitan sepanjang saraf menuju otak. Masa inkubasi dapat berlangsung dari minggu ke bulan. Saat virus berkembang, gejala yang mungkin terjadi adalah halusinasi, kecemasan, ketakutan akan air.

Ini Dia Masalah Telinga Yang Sering Terjadi Pada Kucing, Haruskan Langsung Ke Dokter Hewan?

Begitu tanda-tanda klinis muncul, penyakit ini bisa berakibat fatal. Ambil tindakan pencegahan dengan memvaksinasi hewan peliharaan Anda terhadap rabies.

Penyakit jamur pada kucing dapat menular ke manusia. Jamur tumbuh di tempat yang lembap dan hangat. Penularan terjadi melalui kontak langsung antara orang yang terinfeksi dan yang tidak terinfeksi.

Orang dewasa biasanya lebih kebal terhadap infeksi jamur ini, kecuali ada luka terbuka. Namun, anak-anak dengan kekebalan yang berkurang rentan terhadap infeksi jamur.

Jika Anda melihat lesi kulit yang mencurigakan, segera temui dokter. Dokter Anda dapat mendiagnosis dan kemungkinan akan memberi Anda obat atau krim antijamur topikal.

Awas, 7 Makanan Manusia Ini Ternyata Bisa Berbahaya Untuk Anjing

Infeksi kutu dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi yang hebat karena gejala hipersensitivitas. Penyakit ini bisa berlangsung lama jika dialami oleh orang dengan kondisi imun yang rendah.

Kucing dapat tertular cacing pita yang telah terkontaminasi kutu. Penyakit kucing ini kemudian dapat menular ke manusia.

Anak-anak bisa terkena cacing pita dengan memakan kutu yang terinfeksi larva cacing pita. Infeksi cacing pita biasanya tidak menimbulkan gejala.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Namun, berbagai gejala dapat muncul, antara lain mual, nyeri perut, lemas, kehilangan nafsu makan, diare, penurunan berat badan, dan gangguan penyerapan nutrisi.

Tips Mengajarkan Anak Memelihara Hewan, Libatkan Si Kecil Dalam Pemilihan

Tes Toxoplasma juga diuji dalam tes TORCH, jadi jika Anda penggemar kucing, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan saat merawat kucing kesayangan Anda, kelinci lucu dan menggemaskan bisa sakit. Perlu diketahui ciri-ciri kelinci yang sakit berikut ini agar bisa diantisipasi lebih cepat.

Dikenal sebagai hewan yang lincah dan menyenangkan, kelinci juga bisa sakit. Namun, karena berada di bagian bawah rantai makanan, kelinci sering menyembunyikan gejalanya untuk bertahan dari ancaman predator.

Kelinci peliharaan Anda mungkin bukan target predator. Namun, kelinci secara naluriah menyembunyikan gejalanya. Oleh karena itu, Anda perlu peka terhadap kondisi kelinci peliharaan Anda, agar Anda mengetahui ciri-ciri kelinci yang sakit berikut ini:

Gejala kelinci yang sakit biasanya akan menunjukkan tubuh yang lesu dan nafsu makan yang menurun. Kondisi ini bisa menjadi pertanda sejumlah penyakit.

Apa Yang Dimaksud Penyakit Zoonosis?

Untuk mengetahui hewan peliharaan mengalami gangguan kesehatan, Anda perlu memantau jumlah makanan dan minuman harian yang dimiliki kelinci. Periksa apakah ada perbedaan yang signifikan.

Jika sudah lebih dari sehari ia menolak makanan segar yang biasa ia makan dan tubuhnya tampak sangat lesu, segera hubungi dokter hewan untuk mengatasi masalah tersebut.

Kelinci memiliki pembuluh darah besar di telinganya. Oleh karena itu, ciri-ciri kelinci yang terkena penyakit dapat ditandai dengan telinga yang terasa sangat dingin atau hangat.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Ini bisa menunjukkan bahwa Anda mengalami demam atau penurunan suhu. Tak jarang, kondisi ini juga disertai gejala lain, seperti tubuh yang terlihat sangat lesu.

Apa Itu Heatstroke? Ini Penjelasan Dan Tandanya Pada Hewan Peliharaan

“Kelinci yang memiringkan kepalanya ke samping itu tandanya sakit. Kelinci biasanya merasakan sakit di bagian mata, kepala, atau telinganya, yang dapat mengganggu sistem keseimbangan tubuhnya,” kata drh. Jepriadi Kertawinata.

Ternyata kelinci sering mengalami sakit di area mata atau infeksi telinga. Hal ini disebabkan oleh adanya kutu atau tumor.

Kelinci yang nafsu makannya berkurang atau menolak makan dapat mengalami stasis GI. Kondisi ini biasanya akan memperlambat sistem pencernaan sehingga kelinci akan berhenti buang air besar.

Selain itu, kelinci yang mengeluarkan feses berlebihan, diare, atau feses encer juga lebih mungkin mengalami masalah kesehatan. Ini menunjukkan potensi penyakit parasit atau bakteri.

Benarkah Anjing Dan Kucing Bisa Melihat Hantu? Ini Penjelasan Ahli Halaman All

Jika kelinci belum membersihkan dirinya sendiri, seperti membuang kotoran dari kakinya atau jika bulunya terlihat kusut, ini bisa menjadi tanda bahwa ia sedang tidak sehat.

Selain itu, ngiler juga merupakan gejala kelinci yang sakit. Penting untuk diketahui bahwa bulu kelinci yang rontok atau terkelupas bisa menjadi tanda infeksi parasit. Kondisi ini bisa menular ke hewan lain atau bahkan manusia.

Sama seperti manusia, kelinci juga bisa mengalami flu. Karena hewan menggemaskan ini hanya bisa bernapas melalui hidung, penyakit saluran pernapasan bagian atas merupakan pertanda masalah kesehatan yang serius.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Jika kelinci mengalami hidung tersumbat, batuk, bersin, dan gangguan pernapasan, Anda harus segera mengunjungi dokter hewan untuk menangani kondisi tersebut.

Sering Mengira Digigit Setan? Yuk, Pahami Sederet Kondisi Penyebab Memar Tiba Tiba

Apakah Anda memiliki dagu kelinci yang basah dengan air liur? Ini mungkin merupakan tanda masalah gigi atau maloklusi. Umumnya gejala tersebut disertai dengan penurunan nafsu makan.

Jika tidak diobati, masalah gigi ini dapat menyebabkan infeksi rahang, yang nantinya akan lebih sulit diobati.

Gertakan gigi yang keras dan sering dapat mengindikasikan adanya masalah pada tubuh kelinci. Menggiling gigi Anda untuk mengatasi rasa sakit.

Ketika Anda melihat salah satu gejala atau tanda-tanda masalah kesehatan lainnya di atas, penting untuk segera membawa kelinci kesayangan Anda ke dokter hewan.

Kontroversi Kloning Hewan Peliharaan Yang Makin Diminati Para Pet Influencer

Dengan dokter hewan melalui fitur Ask a Doctor di aplikasi. Semakin cepat Anda mengatasi masalah kesehatan yang dialami kelinci, semakin baik.

Ayo #KeepYourHealth dan saksikan kelinci tetap sehat dan gesit. Jangan lupa unduh aplikasinya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kesehatan hewan. Memiliki hewan peliharaan memang menyenangkan. Namun, bagaimana jika anak menderita asma? Apakah ini bisa memicu kekambuhan asma pada anak?

Hewan peliharaan dapat membuat rumah terasa lebih hidup dan menyenangkan. Mereka bisa menjadi teman bermain yang menyenangkan untuk si kecil. Sayangnya, hewan seperti kucing, anjing, kelinci, hamster, dan burung bisa memicu serangan asma pada orang-orang tertentu.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Reaksi berlebihan akibat hewan peliharaan ini bukan hanya karena bulunya. Protein yang terdapat pada serpihan kulit, air liur, urine, atau partikel bulu halus (debu bulu) juga dapat berperan sebagai alergen.

Apa Bedanya Eksim Dan Infeksi Kulit

Menyentuh atau menghirup alergen ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderita asma bereaksi berlebihan. Akibatnya, gejala asma Anda akan semakin parah.

“Hanya saja, harus diketahui dulu apa penyebab alergi yang memicu asma pada anak. Pasalnya, banyak hal yang bisa memicu kekambuhan asma (tidak hanya dari hewan peliharaan),” ujarnya.

“Bila hewan peliharaan dipastikan menjadi penyebabnya, sebaiknya jangan memelihara hewan agar asma Anda tidak kembali lagi,” kata Dr. Ariana menambahkan.

Alergen biasanya menempel pada rambut dan kulit hewan peliharaan. Alergen bersama bulu kemudian terbang di udara, kemudian bersentuhan dengan kulit atau terhirup oleh anak.

Kenali 8 Ciri Ciri Kelinci Sakit Yang Perlu Kamu Tahu

Tubuh si kecil akan bereaksi dengan cepat terhadap lingkungannya saat terpapar alergen. Misalnya, mereka akan merasa gatal, hidung dan mata berair, bersin, dan batuk.

Pada kondisi yang lebih serius, anak mungkin mengalami gangguan pernapasan yang parah, detak jantung yang cepat, sesak napas, bahkan pingsan.

Coba ingat-ingat apakah kondisi ini tidak terjadi saat anak jauh dari hewan peliharaannya. Jika ya, mungkin Si Kecil alergi terhadap hewan peliharaan.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Apakah Anda ingin hasil yang lebih pasti? Lakukan tes alergi untuk hasil yang akurat. Bawa anak Anda ke dokter untuk tes kulit atau tes darah.

Hari Binatang Sedunia, Waspada Ini 6 Penyakit Yang Sering Menjangkit Hewan Peliharaan

Menurut dr. Arina, menjaga kebersihan hewan dan lingkungan rumah adalah salah satu cara bagi anak penderita asma untuk menjaga hewan peliharaannya.

“Misalnya harus rutin memandikan hewan, selalu menjaga kebersihan rumah, menjauhkan hewan dari ruangan, selalu membawa obat alergi dan asma,” kata dr Arina.

Coba langkah-langkah di atas jika anak Anda yang menderita asma masih menginginkan hewan peliharaan di rumah. Sediakan juga obat asma dan alergi jika sewaktu-waktu timbul keluhan Sebagai pemilik hewan peliharaan, tentunya Anda perlu merawat kelinci dengan baik. Namun, jangan lupa untuk memahami berbagai penyakit kelinci yang bisa terjadi. Apa pun? Dengarkan di sini.

Kelinci adalah jenis mamalia yang sangat populer untuk dipelihara. Hewan berwajah imut ini bisa menjadi sahabat manusia. Jika dirawat dengan baik, kelinci bisa hidup hingga puluhan tahun.

Waspada, Ini 6 Penyakit Yang Bisa Menyerang Anjing

Meskipun kelinci memiliki perilaku yang menggemaskan, mereka juga bisa sakit. Sebagai pemilik, Anda perlu mewaspadai penyakit kelinci. Apa saja jenis penyakit yang menyerang kelinci? Berikut ulasannya.

Pembengkakan pada tubuh kelinci biasanya disebabkan oleh abses atau nanah. Penyakit ini biasanya muncul di sekitar kepala dan membentuk benjolan.

Jika Anda menemukan benjolan yang tidak biasa pada tubuh atau kepala kelinci Anda, segera hubungi dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sederet Penyakit Yang Bisa Muncul Akibat Hewan Peliharaan

Memiringkan kepala pada kelinci dapat disebabkan oleh infeksi bakteri di telinga tengah atau dalam. Selain itu, infeksi otak juga bisa menyebabkan kepala kelinci terkulai.

Anak Menderita Asma, Masih Bolehkan Pelihara Hewan?

Pada kelinci, parasit biasanya menyerang otak dan ginjal. Parasit jenis ini cukup berbahaya karena dapat menular ke manusia.

Hewan peliharaan yang bisa dilatih, yang termasuk hewan peliharaan, hewan peliharaan yang bagus, hewan peliharaan yang lucu, hewan peliharaan yang manja, hewan peliharaan yang jinak, hewan peliharaan yang penurut, hewan peliharaan yang menguntungkan, hewan peliharaan yang, hewan peliharaan yang imut, hewan peliharaan yang pintar, hewan peliharaan yang bisa nurut