Vaksin Hpv Untuk Mencegah Kanker Mulut Rahim Kanker Serviks – (WHO) Pada tahun 2020, kanker serviks merupakan kasus kanker terbanyak kedua di Indonesia setelah kanker payudara dan menyumbang kematian akibat kanker terbanyak ketiga.

) Ditularkan melalui kontak seksual. Meskipun sebagian besar infeksi HPV tidak menunjukkan gejala dan sembuh sendiri, semua wanita berisiko mengalami infeksi HPV yang persisten atau mengembangkan infeksi kronis yang berkembang menjadi lesi pra-kanker yang dapat menyebabkan kanker serviks. .

Vaksin Hpv Untuk Mencegah Kanker Mulut Rahim Kanker Serviks

Vaksin Hpv Untuk Mencegah Kanker Mulut Rahim Kanker Serviks

Dari infeksi HPV hingga berkembangnya kanker serviks membutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun untuk wanita dengan sistem kekebalan tubuh normal dan hanya 5 sampai 10 tahun untuk wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti infeksi HIV yang tidak diobati.

Rsup Dr. Sardjito

Kanker serviks merupakan kanker yang dapat dicegah. Pencegahan kanker serviks salah satunya yang dapat dicegah dengan vaksin HPV. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pencegahan primer kanker serviks dilakukan dengan vaksinasi HPV pada anak perempuan berusia 9 hingga 14 tahun. Sedangkan CDC (

Vaksinasi HPV direkomendasikan pada usia 11-12 tahun dan dapat dimulai pada usia 9 tahun. Usia tersebut efektif mencegah infeksi HPV karena sebagian besar belum memulai aktivitas seksual.

Vaksin HPV diberikan dalam dua dosis jika dosis pertama diberikan sebelum usia 15 tahun dengan selang waktu minimal 6 bulan. Sebaliknya, jika dosis pertama diberikan pada usia 15-26 tahun, vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis. Vaksinasi HPV di atas usia 26 tahun tidak dianjurkan dan memerlukan konsultasi dokter. Ini karena vaksinasi tidak terlalu berguna karena kebanyakan orang terinfeksi HPV di atas usia 26 tahun.

(serviks). Ketiga vaksin tersebut melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18, yang menyebabkan sebagian besar kanker serviks. Gardasil juga melindungi terhadap HPV tipe 6 dan 11, yang menyebabkan kutil kelamin. Sembilan jenis perlindungan HPV diberikan oleh vaksin Gardasil-9 (tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58).

Cara Mencegah Kanker Serviks

Pada April 2022, Kementerian Kesehatan meningkatkan jumlah imunisasi rutin di Indonesia, termasuk vaksin HPV. Artinya, mereka yang menjadi sasaran vaksinasi tidak perlu membayar vaksin. Dalam program ini, vaksin HPV diwajibkan bagi anak perempuan kelas 5 dan 6. Vaksin HPV akan diberikan di 131 provinsi/kota di delapan provinsi: DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Bali pada tahun 2022. Pada tahun 2023 akan menjadi kenyataan di seluruh provinsi .

Vaksin HPV sangat aman dan dapat mencegah lebih dari 90% kanker terkait HPV, seperti kanker serviks. Vaksin HPV tidak hanya diberikan pada wanita tetapi juga pada pria karena terbukti dapat mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kanker pada penis, anus dan tenggorokan.

Widyawati, drg. MKM 2022. Kemenkes rutin menambah tiga vaksin, salah satunya HPV. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220423/2939708/39708/. Diakses tanggal 29 April 2022. “Vaksin HPV diberikan pada usia 9-13 tahun. Ini memberikan perlindungan terbaik. Dosis pertama di kelas 5 dan yang kedua di kelas 6 untuk membasmi kanker serviks.”

Vaksin Hpv Untuk Mencegah Kanker Mulut Rahim Kanker Serviks

Vaksin HPV merupakan cara untuk melindungi wanita agar tidak terinfeksi virus papilloma (HPV), virus penyebab kanker leher rahim atau serviks.

Kanker Serviks Dan Sejauh Mana Vaksin Bisa Mencegah Penularan Hpv

Mengenai kapan vaksin HPV harus diberikan, ahli onkologi dan ginekolog dari RSCM, Prof. dr. Andrijono, SpOG(K) dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (25/4/2018) mengatakan, perlindungan ini paling baik dilakukan sejak usia 9 hingga 13 tahun.

“Vaksin HPV biasanya diberikan pada usia 9-13 tahun sebagai perlindungan terbaik. Dosis pertama diberikan di kelas 5 SD, dosis kedua diberikan di kelas 6 SD,” kata dokter. kanker. ” Andrijono seperti dilansir Antara.

Menurutnya, pada usia sembilan tahun, sistem kekebalan tubuh manusia berada pada tahap kritis dan memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dalam menanggapi vaksin.

Vaksin HPV sendiri terbagi menjadi dua kelompok yaitu usia 9-13 tahun dengan dua dosis (terpisah 0 dan 6-12 bulan) dan 14-44 tahun dengan tiga dosis (0, 2 bulan dan 6 bulan).

Vaksin Hpv Apa Sih ?

CDC menyatakan bahwa setiap tahun sekitar 14 juta orang, termasuk remaja, terinfeksi HPV karena masa remaja bertepatan dengan masa pertumbuhan, sehingga struktur leher rahim lebih rentan terhadap infeksi HPV.

“Sampai usia 55 tahun efektif sampai usia 45 tahun, meski tingkat perlindungannya turun hingga 10 persen. Tapi ini masih bisa dicegah,” jelasnya.

Kanker masih menjadi penyakit yang ditakuti dengan angka kematian yang tinggi. Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satunya. Angka kematian akibat kanker serviks merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Vaksin Hpv Untuk Mencegah Kanker Mulut Rahim Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker paling umum keempat yang menyerang wanita. Sebagian besar, sekitar 85 persen kanker serviks menyerang wanita di daerah tertinggal. Itu menyumbang hampir 12 persen dari semua kanker yang dialami wanita. Sayangnya, meskipun angka kematiannya tinggi, sebagian besar infeksi HPV tidak menunjukkan gejala. Akibatnya, korban sering datang ke puskesmas saat sudah dalam stadium lanjut.

Leaflet Kanker Serviks

Misalnya, Rumah Sakit Kanker Dharmais melaporkan bahwa antara 2010-2013, 1.295 orang meninggal karena kanker serviks. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memperkirakan populasi penderita kanker di Indonesia akan meningkat tujuh kali lipat pada tahun 2030.

Kebanyakan orang menganggap infeksi HPV melalui aktivitas seksual saja. Misalnya melalui kontak langsung dengan kulit, alat kelamin, selaput lendir, cairan tubuh, serta seks oral dan anal. Metode ini berkontribusi terhadap 85% infeksi HPV. Sedangkan 15 persen lainnya menyebar melalui aktivitas non seksual.

Penularan HPV dapat terjadi akibat kontak kulit langsung dengan orang yang terinfeksi, atau ditularkan saat melahirkan. Sedangkan tidak berhubungan seks di luar alat kelamin dapat terjadi karena penggunaan toilet umum, pakaian dalam yang tidak higienis dan peralatan medis yang steril. Serviks, atau biasa disebut leher rahim, adalah bagian yang menghubungkan rahim wanita dengan vagina. . Strukturnya membentuk lubang kecil yang memungkinkan darah menstruasi dan sperma melewatinya. Selama persalinan, serviks terbuka untuk memungkinkan bayi keluar. Kanker serviks adalah penyakit ganas yang terbentuk di jaringan serviks. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) merupakan faktor utama pertumbuhan kanker jenis ini. Faktor risiko kanker serviks antara lain HPV dan jenis kelamin. Hampir semua kasus kanker serviks berhubungan dengan HPV, HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di seluruh dunia. Proses dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks membutuhkan waktu yang sangat lama, sekitar 10-20 tahun. Infeksi dapat ditularkan dari kulit ke kulit saat berhubungan seks. Berhubungan seks di usia muda dan berganti-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko infeksi HPV dan kanker serviks. Selain itu, merokok dapat melipatgandakan risiko terkena kanker serviks.

Kanker serviks stadium awal tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, penting untuk memantau serviks secara teratur agar perubahan sel dapat terdeteksi tepat waktu. Gejala yang paling umum dari kanker serviks termasuk pendarahan vagina yang tidak normal, biasanya terjadi di antara menstruasi, pendarahan saat atau setelah berhubungan seks, pendarahan pascamenopause, keputihan, bau tak sedap dan rasa tidak nyaman. Bahkan jika Anda telah menjalani pemeriksaan serviks atau menerima vaksin HPV, penting untuk menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut. Kanker serviks dapat diobati dengan berbagai cara, antara lain pembedahan, terapi radiasi, radiasi energi tinggi untuk membunuh sel kanker, dan kemoterapi dengan kemoterapi untuk membunuh sel kanker.

Kanker Serviks: Penyebab, Gejala, Dan Pengobatannya!

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan vaksinasi atau pemeriksaan serviks. vaksinasi HPV. Vaksin biasanya diberikan kepada anak-anak sebelum pubertas dan sebelum berhubungan seks (usia 12-13). Vaksin diberikan 3 kali dalam 6 bulan. Vaksin melindungi terhadap dua jenis HPV yang menyebabkan 7 dari 10 kasus kanker serviks. Namun, vaksin ini tidak melindungi dari semua jenis HPV, sehingga skrining serviks masih sangat penting. Skrining serviks merupakan upaya penting untuk mencari perubahan dini pada sel serviks sehingga dapat diberikan pengobatan untuk mencegah perkembangan kanker. Pemeriksaan serviks dapat dilakukan dengan Paps Smear atau IVA. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat menemukan dan mengobati sel-sel abnormal pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.

Hpv kanker serviks, vaksin untuk mencegah kanker serviks, vaksin hpv kanker serviks, makanan untuk mencegah kanker serviks, untuk mencegah kanker serviks, obat untuk mencegah kanker serviks, gejala kanker mulut rahim serviks, makanan untuk mencegah kanker rahim, hpv penyebab kanker serviks, cara untuk mencegah kanker serviks, vaksin untuk kanker serviks, kanker mulut rahim serviks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here