Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

38

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura – NATIONAL NEWSLETTER,- Meski tidak terdeteksi di Indonesia, kasus cacar monyet atau monkeypox telah terdeteksi di Singapura.

Beberapa kasus infeksi manusia (human monkeypox) telah dilaporkan secara sporadis di Afrika Tengah dan Barat.

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

Virus lain yang juga berasal dari genus orthopoxvirus adalah virus variola penyebab cacar air (smallpox). Dan itu dinyatakan diberantas di seluruh dunia oleh WHO pada tahun 1980.

Perkembangan Dan Pengendalian Cacar Monyet

Pada 2017, Nigeria mengalami wabah terbesar yang pernah dilaporkan. Menurut perkiraan, jumlah kasus yang dikonfirmasi sekitar 40 kasus.

Per Mei 2022, cacar monyet telah menjadi penyakit kesehatan masyarakat global. Karena dilaporkan dari negara non-endemik.

Per 25 Juli 2022, ada 18.905 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di seluruh dunia. Dengan 17.852 kasus terjadi di negara-negara yang tidak memiliki riwayat kasus terkonfirmasi sebelumnya.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr. Additio Susilo mengatakan cacar monyet pada awalnya merupakan penyakit zoonosis. Penularan utama adalah melalui kontak manusia dengan darah, cairan tubuh, atau lesi mukosa atau kulit dari hewan yang terinfeksi.

Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, Waspadai Gejala Berikut Ini

Di Afrika, pernah dilaporkan kasus infeksi cacar monyet pada manusia yang berhubungan dengan riwayat kontak dengan hewan yang terinfeksi. Seperti monyet, tupai, tikus dan hewan pengerat lainnya.

Adapun penularan dari manusia ke manusia diduga dapat terjadi akibat kontak erat dengan penderita yang terinfeksi secara langsung (direct close contact).

“Melalui paparan sekresi yang terinfeksi dari saluran pernapasan, kontak langsung dengan lesi kulit pasien. Atau bersentuhan dengan benda yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh pasien.”

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

“Selain itu, penularan vertikal dari ibu ke janin melalui plasenta (infeksi cacar monyet bawaan) juga dimungkinkan,” kata Additio dalam keterangan yang diterima, Senin, 1 Agustus 2022.

Alert Dari Idi! Seluruh Dokter Diminta Waspada Gejala Cacar Monyet

Setelah melewati fase inkubasi, penderita akan mengalami gejala klinis berupa demam tinggi. Dengan sakit kepala parah, limfadenopati, nyeri punggung, nyeri otot, dan kelemahan yang nyata.

Dalam 1-3 hari setelah timbulnya demam, pasien akan menemukan bintik-bintik di kulit. Mulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Seiring waktu, tambalan akan berubah menjadi lesi kulit makulopapular, vesikel, dan pustula yang berubah menjadi koreng dalam waktu 10 hari.

Dr. Adito yang juga pengurus pusat PETRI (Perhimpunan Pengobatan Tropis dan Penyakit Menular Indonesia) menjelaskan. Nahua Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk infeksi cacar monyet.

Waspada Penyakit Cacar Monyet

Namun, pada masa lalu, vaksinasi cacar/smallpox yang disebabkan oleh infeksi virus Variola telah diberantas secara global sejak tahun 1980.

Dr. Adito kembali mengingatkan, dengan ditemukannya kasus cacar monyet di Singapura. Sehingga masyarakat juga harus mewaspadai kemungkinan virus ini masuk ke Indonesia.

Dan ini menjadi lebih penting lagi, terutama pada populasi khusus, karena risiko kematian akibat cacar monyet dikatakan lebih tinggi. Pada kelompok anak-anak, ibu hamil, lansia dan orang dengan daya tahan tubuh rendah (imunosupresi).

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

“Namun, memikirkan pandemi Covid-19 yang melanda kita, kita harus selalu optimis.” Bahwa dengan bekerja sama, dunia akan dapat bergerak cepat dalam merespon situasi ini,” jelasnya.

Wabah Cacar Monyet Darurat Kesehatan, Idi Harap Indonesia Waspada

Sementara itu, Ketua Kajian Pengendalian Penyakit Menular PB IDI, Dr. dr. kata Agus Dwi Susanto, SpP(K). Itu, pemahaman yang baik tentang infeksi cacar monyet dan peringatan dini. Terhadap kejadian luar biasa atau wabah menjadi modal utama dalam hal pencegahan.

Upaya menghindari kontak dengan pasien suspek terinfeksi merupakan kunci pencegahan yang dianggap paling efektif saat terjadi wabah.

Selain itu, harus dibarengi dengan upaya pengawasan dan deteksi dini kasus aktif. Terapkan karantina untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Dr. Agus juga meminta tenaga kesehatan. Baik dokter maupun perawat menemukan gejala cacar monyet pada pasien. Dia memerintahkan untuk segera melanjutkan tes reaksi berantai polimerase (PCR) pada seorang turis berusia 38 tahun dari Nigeria yang menghadiri lokakarya di Singapura pada akhir April. Dia dinyatakan positif pada awal Mei dan 22 orang (sebagian besar peserta lokakarya) yang pernah kontak dengan pasien dikarantina selama 21 hari untuk memantau perkembangan penularan penyakit tersebut.

Cacar Monyet Capai 700 Kasus Di Seluruh Dunia

Ini merupakan kasus pertama cacar monyet pada manusia yang ditemukan di kawasan Asia Tenggara, namun banyak kasus yang terjadi di negara-negara di kawasan Afrika Barat dan Tengah, seperti Republik Afrika Tengah, Liberia, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo dan Sierra Leone.

Di luar wilayah tersebut, kasus cacar monyet pada manusia dan hewan telah dilaporkan di Amerika Serikat pada tahun 2003 (47 kasus), Inggris (3 kasus) dan Israel (1 kasus) tahun lalu, dan satu kasus baru-baru ini di Singapura.

. Virus ini awalnya ditularkan dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan, seperti tupai, monyet, atau tikus yang terinfeksi virus tersebut.

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

Dapat juga terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi dan ditandai dengan bintil-bintil bernanah pada kulit.

Idi Bentuk Satgas Cacar Monyet, Tindak Lanjut Peringatan Who

. Penularan cacar dapat terjadi melalui kontak dekat dengan orang atau benda yang terkontaminasi virus monkeypox. Penyakit Cini termasuk penyakit

Ini bisa terjadi melalui darah, ludah, cairan tubuh dan lendir saluran pernafasan”, jelas dokter spesialis kulit dan kelamin di RSUD, dr. Iskak Tulungagung, Ph.D. Sekar Puspita, Sp. KK (Jakarta) – Wabah cacar monyet atau “monkeypox” menjadi ancaman global. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkesh) menyatakan hingga saat ini belum ada kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan kasus cacar monyet di Indonesia. Sebelumnya, ada sembilan kasus suspek cacar monyet. Setelah dilakukan tes PCR, sembilan orang dinyatakan negatif cacar monyet,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Moh Syahril dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (28/7/2022).

Sejak pertama kali terdeteksi pada 6 Mei 2022 di Inggris, penyebaran cacar monyet di seluruh dunia terus menyebar. Per 27 Juli, total 17.156 orang di 75 negara telah dipastikan terinfeksi, 69 di antaranya bukan negara endemik cacar monyet. Spanyol menjadi negara dengan kasus terbanyak, diikuti oleh Amerika Serikat dan Prancis.

Rudi Imbau Warga Waspadai Penyebaran Cacar Monyet

Syahril mengatakan Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya cacar monyet di Indonesia. Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat kontrol kontrol di titik-titik masuk nasional melalui jalur darat, laut, dan udara.

Selain itu, Kemenkes juga telah meminta seluruh dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), laboratorium, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya (fasjanki) untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama setelah penetapan cacar monyet. sebagai darurat kesehatan yang menjadi perhatian global atau publik.Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan dua laboratorium rujukan untuk penyidik ​​monkeypox, yakni Pusat Studi Primata Hewan LPPM IPB dan Laboratorium Penelitian Penyakit Menular Prof. Sri Oemiati BKPK.

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

Untuk pencegahan di tingkat masyarakat, Syahril mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun/alkohol, menggunakan masker dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Bandara Soetta Waspada Cacar Monyet

Sjahril menegaskan protokol kesehatan (proce) masih menjadi cara paling efektif untuk mencegah cacar monyet, mengingat karakteristiknya yang hampir mirip dengan corona, yakni “self-limiting disease” atau sembuh sendiri dengan gejala muncul sekitar 2-4 minggu dan tidak ada obat atau vaksin khusus untuk cacar monyet.

Proxy adalah suatu keharusan bagi kita untuk menghindari penularan baik COVID-19 maupun penyakit menular lainnya yang muncul, termasuk cacar monyet dan hepatitis akut, katanya.

Meski gejalanya cenderung ringan bahkan sembuh sendiri, cacar monyet bisa menjadi penyakit serius dan berpotensi menimbulkan komplikasi seperti infeksi sekunder, bronkopneumonia, sepsis, dan ensefalitis. Infeksi kornea yang menyebabkan kebutaan jika tidak segera mendapat penanganan medis. (nano) atau yang biasa disebut cacar monyet telah menjangkiti Singapura. Pasien pertama di negara itu adalah warga negara Nigeria berusia 38 tahun yang tiba di negara singa pada 28 April.

Dalam siaran pers Kementerian Kesehatan pada Kamis 9 Mei 2019, pasien tersebut saat ini dalam kondisi stabil dan menjalani karantina di Singapore National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Monkeypox Mendunia, Indonesia Waspada

Kementerian Kesehatan Negara Singa menggarisbawahi bahwa kasus cacar monyet ini merupakan yang pertama di negara tersebut, seperti dikutip dari

Jadi apa sebenarnya cacar monyet itu? Seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa (14/5/2019), berikut 5 fakta tentang cacar monyet:

**Gempa Cianjur meluluhlantakkan Tanah Pasundan, mari bersama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: Rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita adalah harapan mereka.

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

Adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia dari hewan terutama di Afrika tengah dan barat.

Cacar Monyet Sudah Masuk Singapura, Indonesia Harus Waspada

Meski namanya monkeypox, sebenarnya penyakit ini bukan berasal dari monyet, melainkan dari hewan pengerat seperti tikus dan tupai.

Pada tahun 1958, virus ini pertama kali diidentifikasi. Hingga kasus pertama dialami manusia pada tahun 1985 di Kongo.

Penularan “manusia ke manusia” dapat terjadi karena kontak dekat dengan sekresi dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi. Selain itu, dapat juga disebabkan oleh kontaminasi cairan yang terinfeksi dari pasien.

Untuk mencegah cacar monyet, seseorang bisa mendapatkan vaksin. Dalam hal ini, kemungkinan seseorang akan meninggal adalah 10 persen.

Virus Cacar Monyet: Timeline Dan Beberapa Hal Yang Mesti Lo Tau!

* Fakta atau hoax? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang disebar, silahkan WhatsApp Fact Checker di 0811 9787 670 dengan hanya memasukkan kata kunci yang diinginkan. Gambar tangan pasien yang terkelupas setelah terkena virus cacar monyet yang mewabah di Wilayah Katako-Kombe, Republik Demokratik Kongo pada tahun 1997. CDC/Brian WJ. Mahi

Ernie Juvita Nelvan tidak bekerja untuk, berkonsultasi dengan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mendapat manfaat dari artikel ini dan tidak mengungkapkan hubungan yang relevan di luar pertemuan akademis mereka.

Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kabar dari Singapura tentang virus cacar monyet di negeri jiran tersebut. Otoritas kesehatan Singapura sekarang waspada terhadap kemungkinan penularan penyakit setelah muncul bukti bahwa seorang warga Nigeria yang mengunjungi negara itu dinyatakan positif terkena virus cacar monyet.

Waspada Ada Kasus Cacar Monyet Di Singapura

Meski sejauh ini belum ditemukan kasus seperti itu di Indonesia, kita harus tahu tentang cacar monyet

Waspada, Amerika Serikat Laporkan Kematian Pertama Kasus Cacar Monyet

Cacar monyet singapura, salep untuk cacar monyet, penyakit cacar monyet, pengobatan cacar monyet, cacar monyet, monyet singapura, cacar singapura, ada apa di singapura, jenis cacar monyet, salep cacar monyet, cacar monyet gejala, cacar monyet adalah