Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil

29

Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil – Gula merupakan penguat rasa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Gula dapat ditemukan di mana saja, seperti buah-buahan, nasi putih, makanan dan minuman manis, dan lainnya. Konsumsi gula harian adalah hal yang wajar, namun kita harus memperhatikan konsumsi gula harian kita. Membatasi atau mengurangi konsumsi gula adalah salah satu cara untuk mencegah kecanduan gula atau efek buruk lainnya. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat berdampak buruk bagi kesehatan, beberapa di antaranya termasuk penambahan berat badan atau obesitas, peningkatan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan penuaan dini serta percepatan penuaan.

Salah satu penyakit akibat konsumsi gula berlebihan adalah diabetes. Diabetes adalah penyakit metabolisme yang disebabkan oleh peningkatan gula darah atau kadar gula. Penyakit ini disebut sebagai ibu dari segala penyakit, karena diabetes seringkali muncul dengan gejala yang bahkan tidak Anda ketahui. Jika terjadi komplikasi, dapat menyebabkan banyak penyakit lain, termasuk kerusakan pankreas, kerusakan retina, penyakit jantung koroner, tuberkulosis, dan banyak penyakit lain yang disebabkan oleh diabetes. Di Indonesia, jumlah penderita diabetes akan meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021. Berikut adalah beberapa akibat dari konsumsi gula yang berlebihan.

Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil

Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil

Obesitas disebabkan oleh terlalu banyak gula atau kondisi gemuk yang disebabkan oleh kadar gula yang berlebihan dalam tubuh. Kelebihan gula menumpuk dan menjadi lemak di dalam tubuh dan sulit dikeluarkan sehingga menyebabkan obesitas.

Tujuh Alasan Anda Harus Mengurangi Konsumsi Gula

Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan penuaan kulit karena terlalu banyak gula makanan bereaksi dengan protein dalam aliran darah untuk membentuk produk akhir glikasi lanjutan (AGEs). AGEs dapat merusak struktur protein kolagen dan elastin kulit.

Ketika tubuh mengonsumsi terlalu banyak gula, tubuh memproduksi lebih banyak hormon insulin. Hormon insulin membantu mengubah makanan menjadi energi. Namun, ketika kadar insulin dan gula tubuh tinggi, dapat mengurangi sensitivitas produksi hormon dan menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah. Hal ini menyebabkan resistensi insulin dan dapat menyebabkan diabetes.

Terlalu banyak gula dapat menimbulkan banyak konsekuensi, termasuk kerusakan pada pembuluh darah sensitif yang disebut kapiler. Kerusakan pada kapiler tertentu di ginjal dapat mengganggu kemampuan ginjal untuk mengatur tekanan darah, yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Batasan konsumsi gula harian yang ideal adalah 4 sendok makan. Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, anjuran konsumsi gula harian per orang adalah 10% dari total energi (200 kkal). Jumlah ini setara dengan 4 sendok makan (50 gram) per orang per hari. Sementara itu, WHO merekomendasikan dengan asupan kalori rata-rata orang dewasa 2.000 kkal, batas konsumsi gula harian harus sekitar 10 sendok teh, dan anak-anak berusia 2 tahun ke atas tidak boleh mengonsumsi lebih dari 25 gram atau 6 sendok teh gula tambahan per hari. .

Cara Sederhana Dapat Membantu Anda Meninggalkan Konsumsi Gula Berlebih, Nomor 5 Paling Mengejutkan

“Jumlah gula tambahan yang dimakan anak-anak sepanjang waktu menyebabkan lonjakan besar gula darah dari waktu ke waktu,” kata Jennifer Hyland, ahli diet anak di Klinik Cleveland.

“Gula tersedia dalam berbagai bentuk. Labelnya mungkin bertuliskan dekstrosa, sukrosa, madu, atau tetes tebu. Ini semua adalah kata-kata yang mengacu pada gula,” tambahnya.

Anak-anak suka minuman manis, tetapi penting bagi orang tua untuk membatasi asupan gula tambahan dari minuman ini.

Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil

“Hindari memberi anak Anda minuman limun, soda, teh manis atau kopi manis untuk mencegah kecanduan,” saran Jennifer.

Waspadai Gejala Diabetes Di Usia Muda

“Cari tambahan gula di label makanan. Kalau ada 10 gram gula tambahan, itu hampir setengah dari jumlah yang disarankan untuk anak-anak,” imbuhnya.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi asupan gula pada anaknya ya Sobat Puan.

Kecantikan Jangan ceroboh! Ikuti 5 Tips Makeup Untuk Wajah Berjerawat 13 Desember 2022 Entertainer Nadin Amizah Akan Gelar Konser Di Hari Ibu 2022 13 Desember 2022 Di Rumah Cara Menghilangkan Noda Minyak Dari Lantai Pakai Cuka 13 Desember 2022 Link Asia Artist Awards 2022 Today Live dari Jepang 13 Desember 2022 Wellness TOP NEWS WELLNESS: 6 rekomendasi makanan favorit Kaesang dan Erina di Yogyakarta Minuman favorit Zion T saat konser di Jakarta 13 Desember 2022 coklat 20 es krim eang bikin anak tergoda. Hidangan adas manis umumnya disukai oleh anak-anak. Namun, terlalu banyak mengonsumsi sukrosa atau gula pasir pada anak dapat berdampak serius pada kesehatan bayi.

Menurut laporan dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Keenkes), terlalu banyak mengonsumsi gula pada anak menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas, kerusakan gigi, dan obesitas yang membahayakan kesehatan anak. Sementara itu, American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar anak-anak berusia antara 2 dan 18 tahun mengonsumsi gula tambahan kurang dari 25 gram, atau sekitar 6 sendok teh. Sukrosa atau gula tambahan harus dihindari pada anak di bawah usia 2 tahun.

Waspadai Resiko Konsumsi Gula Berlebihan, Salah Satunya Menyebabkan Diabetes Melitus

Karena efeknya kurang baik untuk kesehatan anak, sudah saatnya mulai mengajarkan anak cara membatasi asupannya. Beberapa cara ini bisa dicoba.

Dia mungkin rewel dan memberontak dalam pikirannya ketika dia mencoba membatasi asupan gula, makanan favoritnya. Namun, hal ini bisa diatasi jika kita mencoba menjelaskannya kepada anak secara perlahan.

Jangan menggunakan bahasa ilmiah yang sulit dipahami, Anda bisa mencoba menjelaskan efek konsumsi gula berlebihan dengan video YouTube interaktif atau cerita malam. Cara ini mudah dipahami anak, sehingga ia akan lebih paham jika yang Anda lakukan adalah untuk kesehatannya.

Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil

Terbatas bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya sama sekali. Para ibu bisa membiasakan anaknya menikmati jajanan anis kesukaannya dalam sehari. Jadi, mulailah pelatihan Anda dengan memilih jenis adas manis yang ingin Anda makan hari ini, seperti es krim, kue, atau kue coklat. Meski awalnya merengek atau hanya hati, pastikan Anda menerapkan hal yang satu ini secara konsisten untuk kesehatan anak Anda.

Hindari Resiko Obesitas Dan Diabetes, Nutrifood Bersama Kementerian Kesehatan Ri Dan Badan Pom Ri Mengedukasi Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Harian

Untuk menghindari rengekan dan rengekan yang berlebihan, Anda bisa mengalihkan perhatian anak dengan camilan sehat buatan sendiri. Misalnya dengan membuat puding buah sebagai pengganti kue yang Anda suka, atau es loli yang terbuat dari berbagai buah segar yang bisa Anda gunakan untuk menggantikan es krim yang biasa Anda beli di luar.

Moms juga bisa berkreasi dengan makanan lain yang menjadi favorit anak, namun tentunya lebih sehat karena diolah sendiri di rumah. Memiliki camilan pengganti di rumah dapat mengalihkan perhatian Anda dari hidangan adas manis favorit Anda saat ini.

Ada banyak jenis gula yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, beberapa di antaranya adalah laktosa dan sukrosa. Apa itu sukrosa? Sukrosa lebih dikenal sebagai gula pasir dan paling banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sukrosa sendiri terdiri dari dua komponen yaitu glukosa dan fruktosa. Ketika sukrosa diserap dalam tubuh, itu dipecah menjadi glukosa, yang menjadi energi. Sementara itu, laktosa merupakan bahan unik yang terdapat dalam susu yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang tubuh anak.

Selain itu, efek laktosa yang menguntungkan baik untuk tubuh adik Anda. Laktosa yang tidak cukup dicerna digunakan untuk pertumbuhan bakteri baik di usus. Laktosa yang tidak tercerna berjalan ke usus besar dan menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik di usus. Laktosa juga membantu penyerapan kalsium yang lebih baik, sehingga memperkuat kekebalan tubuh.

Waspada Bahaya Sering Konsumsi Minuman Dan Makanan Manis Saat Hamil

Karena memiliki efek menguntungkan bagi tubuh anak, dan ini merupakan risiko kerusakan gigi, pemilihan susu yang mengandung laktosa sangat penting untuk membatasi asupan gula tubuh. Tidak perlu bingung lagi, Formula LACTOGrow baru sekarang mengandung 0g sukrosa dan serat makanan untuk mendukung Growhappy kecil Anda dari dalam. Klik di sini untuk lebih jelasnya, oke!

Melengkapi hasil Geilang tahun ini, Bank andiri terpilih sebagai perusahaan perbankan, asuransi ≈ Financial Brand of the Year di Fiela Awards 2022

Seberapa pentingkah permainan aktif dan kreatif bagi tubuh anak? Mari temukan jawabannya di Zwitsal Playground Bubble Party. Gula memiliki reputasi pahit untuk kesehatan. Selain kaitannya dengan diabetes, gula juga dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang bisa menyertai anak.

Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil

Bu, makan gula dalam jumlah yang tepat bisa baik untuk kesehatan. Namun, jika terlalu banyak gula terjadi pada anak-anak, kesehatan tubuh menjadi taruhannya!

Waspada, Jumlah Anak Penderita Diabetes Mellitus Kian Meningkat

, Jakarta – Menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), konsumsi gula penduduk Indonesia adalah 11,47 kg/orang/tahun berdasarkan laporan konsumsi gula penduduk Indonesia tahun 2018. Kalau kita konsumsi sehari, berarti rata-rata 32 gram per hari.

Ya, artinya jauh di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 25 gram (enam sendok teh).

Kelebihan gula pada anak dapat menimbulkan efek berbahaya, seperti diabetes pada anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mengungkapkan bahwa diabetes merupakan pembunuh nomor tiga di Indonesia.

Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2019, angka kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun meningkat drastis. Sungguh mengkhawatirkan bukan?

Gaduh Es Teh Kekinian, Waspadai Efek Gula Berlebih Bisa Celakai Miss V

Kekejaman gula pada anak-anak bukanlah tentang diabetes. Banyak ahli sepakat bahwa efek berbahaya dari gula yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit pada anak. Sebut saja obesitas, penyakit jantung, masalah gigi. Hmm, sudah diabetes, bersama segudang penyakit lainnya!

Mengapa obesitas bisa begitu berbahaya bila dialami oleh anak-anak? Hampir enam tahun lalu, pakar WHO mengingatkan pentingnya mengurangi asupan gula, termasuk pada anak-anak.

Mengacu pada laporan di atas, PTM juga bisa dipicu oleh obesitas. Nah, asupan gula yang tinggi menjadi perhatian karena hubungan ini sangat terkait dengan kualitas makanan yang buruk, obesitas, dan risiko PTM yang lebih tinggi.

Waspadai Konsumsi Gula Berlebih Pada Si Kecil

Masalah obesitas pada anak sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan konsumsi lemak saja. Kandungan gula anak yang berlebihan juga menjadi pemicu berat badan anak meroket. Gula adalah bagian dari karbohidrat, yang merupakan sumber utama

Republika Official’s Sharing