Baru Dilantik, Nama Sekda Surabaya Dicatut Penipuan Bantuan Masjid

25

JawaPos.com–Baru beberapa hari jadi diangkat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, nama Ikhsan sudah dicatut untuk penipuan bantuan masjid dan panti asuhan. Aksi penipuan itu dilakukan secara online.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dengan maraknya aksi penipuan secara online. Baik pesan singkat melalui SMS (short message service) maupun melalui akun WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya.

Oknum penipu yang menyeret nama Ikhsan menggunakan akun WhatsApp bernomor 0821-3818-5520. Untuk meyakinkan korban, pelaku penipuan itu memasang foto wajah Ikhsan saat bersama dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya M. Fikser menjelaskan, oknum tersebut mengirim pesan singkat melalui akun WhatsApp ke sejumlah nomor. Penipu tersebut memperkenalkan diri sebagai Sekda Surabaya. Kemudian pelaku mengaku akan memberikan sejumlah bantuan kepada masjid dan beberapa panti asuhan di Surabaya. Lalu, oknum itu berusaha mengecoh korban agar mengirim sejumlah uang kepadanya.

”Nomor tersebut bukan nomor Sekda Ikhsan. Itu adalah oknum yang mengatasnamakan Sekda Ikhsan. Jadi tolong, warga Kota Surabaya bisa lebih hati-hati dan waspada terhadap aksi penipuan tersebut,” kata Fikser, Sabtu (28/1).

Fikser meminta seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya, maupun pegawai di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan seluruh elemen masyarakat agar lebih berhati-hati dengan maraknya segala bentuk aksi penipuan yang dilakukan orang tak bertanggung jawab.

”Saya harap masyarakat tidak langsung percaya, karena tidak mungkin ada pemberian bantuan dengan model semacam itu. Mohon bisa dikroscek terlebih dahulu, karena Pemkot Surabaya tidak bisa bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang diakibatkan oleh oknum tersebut,” tegas Fikser.

Lebih lanjut, dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum, apabila mengetahui kejadian atau aksi yang berpotensi sebagai tindak pidana.

”Apabila mendapat pesan singkat baik dari akun Whatsapp atau SMS, atau bahkan telepon yang mengatasnamakan Pemkot Surabaya harap berhati-hati, apalagi jika kedapatan meminta atau ada maksud tertentu, bisa dipastikan hal itu tidak benar,” tambah Fikser.

Source