JawaPos.com – Seleksi calon petugas haji 1444 H/2023 M memasuki tahap berikutnya. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, kemudian melaksanakan tes kompetensi dengan skema Computer Assested Test (CAT).

Tahap ini digelar serentak di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Ini merupakan CAT tahap pertama. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti CAT dan praktik pada seleksi di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi.

Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo mengatakan, penggunaan CAT sebagai bagian dari proses transformasi digital di Kementerian Agama. Dari tahapan ini seleksi diharapkan berlangsung lebih sportif dan kompetitif dan memperoleh petugas haji yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik.

“Penggunaan CAT dalam rangka transformasi digital dan agar seleksi lebih sportif dan kompetitif. Seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi petugas haji melalui persaingan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Wibowo di Jakarta, Kamis (26/1).

“Seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan rekrutmen petugas untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, fair, dan berlaku profesional,” lanjutnya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief menambahkan, peserta yang tidak terpilih sebagai petugas haji tahun ini agar tidak berkecil hati. Sebab, masih ada pendaftaran untuk tahun depan lagi.

“CAT tingkat Kankemenag Kabupaten/Kota diikuti 11.329 peserta. Ada 7 formasi yang tersedia, yaitu: petugas kloter (Ketua Kloter dan Petugas Pembimbing Ibadah Haji), petugas non kloter (petugas layanan akomodasi, transportasi, katering, pembimbing ibadah dan Siskohat),” kata Hilman.

Dalam pelaksanaan CAT, ujar Hilman, pihaknya melibatkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen Kemenag). Pengawasan Itjen dilakukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung sesuai ketentuan.

“Pelaksanaan CAT diawasi Tim Itjen, supaya prosesnya berjalan baik dan fair,” tegasnya.

Sementara Direktur Bina Haji Arsad Hidayat mengatakan, materi CAT mencakup beberapa substansi, yaitu regulasi penyelenggaraan ibadah haji, fikih manasik haji, serta tugas dan fungsi petugas haji. “Substansi CAT juga berkaitan dengan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama,” tandasnya.

Source