Ditumbangkan Kunlavut, Axelsen: Terkadang, Kalah Adalah Hal yang Baik

10

JawaPos.com – Kedigdayaan pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen runtuh di partai final India Open 2023 ketika ia dipaksa bertekuk lutut oleh pemain muda Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Dalam laga yang berlangsung pada Minggu (22/1) kemarin, Axelsen kalah 20-22, 21-10, dan 12-21.

Kekalahan ini boleh dibilang cukup mengagetkan dan tidak terduga. Pasalnya, setelah menjuarai Olimpiade Tokyo 2020, nyaris tidak ada pemain yang bisa membuat Axelsen bertekuk lutut, apalagi jika sudah berlaga di partai final.

Sebelum Kunlavut, hanya juara dunia asal Singapura, Loh Kean Yew yang mampu meredam kehebatan Axelsen, yakni ketika ia menundukkan pemain ranking 1 dunia itu di Kejuaraan Dunia 2021 dan Denmark Open 2022.

Mengomentari kekalahannya dari Kunlavut, Axelsen mengaku bahwa hasil minor tidak selamanya merupakan hal yang buruk.

“Kalah adalah hal lumrah. Terkadang, kalah adalah hal yang baik,” ujarnya, dilansir dari laman resmi BWF, Senin (23/1).

“Kekalahan membuat kita tetap tajam dan ingin terus memotivasi diri menjadi lebih baik lagi. Hari ini, Kunlavut menyajikan permainan yang berbeda dari sebelumnya, dan dia sangat layak menang,” sambung Axelsen.

Axelsen juga mengakui bahwa ia tidak berlaga dalam performa terbaiknya.

“Aku tidak bisa mengeluarkan serangan terbaikku. Aku ingin mengucapkan selamat untuk Vitidsarn atas permainannya yang amat bagus. Semoga di pertemuan berikutnya aku bisa menang,” ujar Axelsen lagi.

Menyoal rekor kemenangannya di partai final yang akhirnya terhenti, Axelsen kembali menegaskan bahwa bulu tangkis adalah olahraga kompetisi di mana semua pesertanya berhak dan bisa jadi pemenang.

“Walau aku sudah memenangkan banyak partai final, Anda tidak bisa berekspektasi saya akan terus-terusan menang. Bukan begitu cara kerja olah raga ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kunlavut sendiri mengaku senang bisa mengangkat trofi India Open 2023 setelah melewati Axelsen yang notabene menjadi rintangan terberat.

“Sebelumnya aku kalah 6 kali dari dia. Tentu ini hasil yang membanggakan buatku,” kata peraih 3 kali juara dunia junior itu.

“Aku tidak bisa menang dalam permainan reli melawan Axelsen, jadi aku terus melancarkan serangan. Aku terus mencoba mengatur pikiranku, dan terus beradaptasi dalam setiap strategi yang ia mainkan,” katanya.

 

Source