JawaPos.com–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) terus berupaya tingkatkan kualitas pelayanan kepada peserta. Baik itu pekerja atau perusahaan sehingga dapat terlayani dengan baik. BPJamsostek Wilayah Jawa Timur gelar kegiatan house warming di Kantor Cabang Juanda, Rabu (25/1).

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Hadi Purnomo mengatakan, kegiatan house warming merupakan rangkaian dari peringatan HUT Ke-45 BPJS Ketenagakerjaan. ”House warming ini merupakan strategi BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan peran dan fungsi dalam pembangunan masyarakat pekerja yang sejahtera,” kata Hadi Purnomo.

Selain itu, menurut dia, kegiatan tersebut juga sekaligus membangun mutual collaboration dan engagement kepada stakeholders dan peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan memperkenalkan wajah baru ruang pelayanan BPJS Ketenagakerjaan. Dia menyatakan, wajah baru layanan BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan customer centric.

”Sesuai dengan kebutuhan peserta yang menginginkan layanan yang ramah, modern dan informatif, serta merealisasikan visi BPJS Ketenagakerjaan, yaitu mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang tepercaya, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia,” tambah Hadi Purnomo.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis manfaat jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), beasiswa, manfaat layanan tambahan kredit pemilikan rumah (KPR), dan penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Selama Januari hingga Desember, Kantor Wilayah Jawa Timur telah membayarkan klaim sebanyak 533.350 kasus dengan total klaim sebesar Rp 5,86 triliun. Pencairan klaim didominasi beberapa kasus. Antara lain jaminan hari tua (JHT) dengan kasus sebanyak 319.476 dengan pembayaran sebesar Rp 5,01 triliun, jaminan kematian 15.632 kasus sebesar Rp 388,6 miliar, jaminan kecelakaan kerja sebanyak 47.559 kasus sebesar Rp 360,9 miliar.

Selain itu jaminan pensiun sebanyak 148.485 kasus sebesar Rp 98,06 miliar, jaminan kehilangan pekerjaan sebanyak 2.198 kasus sebesar Rp 6,19 miliar, dan manfaat beasiswa sebanyak 15.266 kasus sebesar Rp 47,03 miliar.

Source