Dua Investor Tawarkan Kelola Mal dan Bekas THR Surabaya

11

JawaPos.com – Eks Hi-Tech Mall, Taman Remaja Surabaya (TRS), dan Taman Hiburan Rakyat (THR) bakal difungsikan lagi. Hal itu dipastikan Pemkot Surabaya setelah ada dua investor yang mengajukan permohonan untuk mengelola tempat tersebut. Namun, Pemkot Surabaya memberikan syarat khusus, tarif tiket masuk maksimal hanya Rp 25 ribu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa revitalisasi aset yang luas totalnya mencapai 8,43 hektare itu ditargetkan berlangsung tahun ini. Namun, bukan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Pemkot melelang tempat itu kepada pemodal. ’’Dananya pakai investor. Bisa melalui sewa, build operating transfer (BOT), atau build transfer operate (BTO). Kalau lewat BOT, kami lelang nanti. Kalau sewa, langsung kami lepas,’’ katanya.

Dia berkeinginan Surabaya memiliki tempat hiburan yang bisa jadi jujukan warga. Namun, tarifnya bisa dijangkau semua kalangan. Karena itu, kalau ada investor yang membangun tempat tersebut, tarifnya maksimal Rp 25 ribu.

’’Tapi yo ngono, balik modale rodo suwe. Iki sing rodo susah (untuk menarik minat investor, Red). Apalagi di masa saat ini goleki investor yo angel,’’ katanya.

Tempat itu ingin dikembalikan seperti dulu. TRS dan THR dominan sebagai sebuah open space. Banyak permainan anak-anak hingga ruang pentas di sana.

’’THR dan TRS dijadikan satu nanti. Saya minta banyak plaza untuk keluarga bisa beraktivitas di sana dan melihat kesenian. Saya tidak ingin warga lupa dengan budayanya seperti ludruk, ketoprak, dan Srimulat,’’ paparnya.

Eri menyebut sempat merasa iri dengan daerah-daerah lain yang punya tempat wisata jujukan. Karena itu, harapannya, pembangunan ulang tersebut bisa memberikan tempat hiburan bagi warga. Prinsipnya tetap murah dan tidak memberatkan warga.

’’Kami tidak bergerak sendiri ya. Pendampingan dari kejaksaan maupun pengadilan sudah berjalan. Bulan depan bisa kita mulai prosesnya,’’ ungkap Eri.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya Ira Tursilowati mengatakan, nama-nama investor yang bakal mengelola tempat itu kini sudah ada di mejanya. Investor THR dan TRS sekarang sedang mengajukan permohonan. Proses juga sudah berjalan.

’’Untuk eks Hi-Tech Mall pekan depan bakal presentasi pengelolaan mal sekaligus finalisasi. Sebelumnya sudah presentasi, namun kurang tentang kajian keekonomiannya. Kalau lancar, akhir bulan ini telah selesai,’’ papar Ira.

Di sisi lain, saat ini kondisi TRS dan THR tampak rimbun oleh semak belukar dan pepohonan liar. Bukan lagi seperti tempat hiburan, melainkan mirip hutan kota bila dilihat dari atas. Beberapa bangunan juga masih tersisa. Misalnya, kantor bekas UPT THR dan eks kolam renang New Club Tropical yang tidak ikut dibongkar saat kontrak kerja sama dengan pihak ketiga berakhir.

MEMBANGKITKAN THR DAN TRS

– Eks Hi-Tech Mall, THR, dan TRS kembali menjadi aset Pemkot Surabaya pada periode 2018–2019.

– Total luas lahan mencapai 8,43 hektare. Perinciannya, 3,17 hektare eks Hi-Tech Mall, 3,57 hektare THR, dan 1,69 hektare TRS.

– Pemkot Surabaya menetapkan tarif maksimal Rp 25 ribu untuk tiket masuk TRS dan THR.

– Opsi pengelolaan bisa melalui sewa, BOT, dan BTO.

– Pembangunan ulang TRS dan THR dinilai bakal memberikan dampak ekonomi bagi Surabaya seperti penyerapan tenaga kerja dan PAD.

Source