Erick: Saya Tidak Segan-segan Mendorong Kasus-kasus Hukum di BUMN

11

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, pihaknya tidak segan untuk mendorong pengusutan terhadap setiap kasus di perusahaan pelat merah. Menurut Erick, dirinya sejauh ini telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum, seperti Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tidak segan-segan mendorong kasus-kasus hukum di BUMN dan inilah kita kenapa lakukan pelaporan langsung kepada Kejaksaan Agung dan kita bekerja sama dengan KPK,” kata Erick dalam rilis hasil survei LSI bertajuk Kinerja Presiden, Pencabutan PPKM, Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM secara virtual, Minggu (22/1).

Sejumlah kasus di internal BUMN berhasil dibongkar Kejaksaan Agung, mulai dari dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia, PT Waskita Beton Precast, serta dugaan korupsi pengadaan tower transmisi PT Perusahaan Listrik Negera (PLN) 2016 senilai Rp 2,25 triliun, hingga korupsi dana pensiun di PT Jiwasraya dan PT ASABRI.

“Kemarin saya warning lagi. Ini setelah (kasus korupsi) dana pensiun Jiwasraya-ASABRI, kita mendorong investigasi audit untuk dana-dana pensiun BUMN, yang kemarin saya lihat bukunya 35 persen sehat dan 65 persen sakit. Nah, ini kita harus antisipasi karena ini angkanya cukup besar,” ucap Erick.

Erick pun memastikan, dirinya mendukung penuh setiap pengusutan dugaan korupsi di BUMN. Tak dipungkiri, kini berdampak positif terhadap kinerja BUMN. Sebab, sebanyak 32 dari total 41 BUMN dinyatakan untung, sedangkan sembilan BUMN lainnya dilaporkan merugi.

“Rugi laba masuk Rp 13 triliun, sekarang jadi Rp 125 triliun. Insyallah tahun ini (keuntungan) angkanya bisa di atas Rp200 triliun,” tegas Erick.

Dalam hasil surveinya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut, Kejaksaan Agung mendapat sentimen positif dalam mengusut kasus dugaan korupsi di Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil survei pada LSI pada 7-11 Januari 2023.

“Persepsi positif meningkat, sebaliknya persepsi negatif jauh berkurang,” tukas Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan.

Source