JawaPos.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa selama tahun 2022, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) rerata meng-capture pelanggaran hingga 12 ribu per hari di DKI Jakarta.

“Iya, pakai ETLE itu per harinya. Tapi kami tidak kirim semua (surat konfirmasi tilang elektronik). Per harinya sekitar 800 saja,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman kepada wartawan, Selasa (24/1).

Untuk diketahui, dalam alur penilangan secara elektronik, pihak kepolisian akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengendara yang diduga melanggar melalui bukti yang di-capture ETLE. Surat konfirmasi itu sendiri akan langsung dikirimkan ke alamat rumah terduga pelanggar melalui Pos Indonesia.

Setelah itu, terduga pelanggar wajib konfirmasi. Jika tidak, STNK terduga pelanggar lalin itu akan diblokir.

Dalam satu kali pengiriman surat konfirmasi kepada terduga pelanggar, Latif mengatakan bahwa biaya yang dikenakan adalah Rp 6.300. “Itu surat konfirmasi menggunakan Kantor Pos,” ungkapnya.

Biaya itulah yang menurut Latif membuat pihaknya hanya bisa langsung mengirimkan 800 surat konfirmasi dari 12 ribu dugaan pelanggaran lalin yang dilakukan pengendara di Ibu Kota.

“Kalau kami kirim 12 ribu pelanggar semuanya, bisa, tapi DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) kami masih kurang,” ratapnya.

“Makanya, saya minta tolong kalau seandainya kami diberi dana pengiriman (surat konfirmasi tilang),” pungkas Latif.

Source