Fahim Mawardi Terancam Bui hingga 15 Tahun, Jumlah Korbannya Ada Empat

12

JawaPos.com – Akhir pekan lalu Polres Jember merilis perkembangan penanganan perkara dugaan tindak asusila dengan tersangka M. Fahim Mawardi. Pengasuh pesantren di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, itu diduga melakukan perbuatan asusila pada empat santriwati.

Dia disangkakan melanggar Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 76E tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menegaskan, penetapan tersangka dan penahanan terhadap Fahim sudah melalui tahap penyelidikan hingga penyidikan.

”Kami juga meminta pertimbangan dari para ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” katanya.

Permintaan pertimbangan dari MUI itu tak lepas dari temuan polisi bahwa Fahim sudah menikahi santri-santri tersebut. Namun, prosesnya dilakukan secara sepihak. Tanpa wali, tanpa saksi.

Terkait hal itu, Ketua MUI Jember KH Abdul Haris mengakui bahwa pihaknya dimintai pandangan tentang tata cara pernikahan yang dilakukan Fahim pada para santriwati itu.

”Kami sampaikan, dalam pernikahan terdapat aturan-aturan yang mesti diikuti. Baik mengenai jaminan perlindungan kedua mempelai, kelangsungan anak-anak, urusan waris, dan sebagainya,” jelas dia.

Karena itulah, terang Haris, pihaknya mendorong kepolisian mengusut tuntas perkara tersebut. ”Harus diusut tuntas, seadil-adilnya. Jangan kemudian karena ada tekanan ini, dari pendukung ini, dan macam-macam. Polisi harus on the track dan terus memproses,” tegasnya.

Berdasar kronologi yang dirilis Polres Jember, Fahim diduga melakukan tindak asusila terhadap para santrinya di dalam studio yang ada di lingkungan pesantren.

Source