JawaPos.com – Aktor sekaligus dalang Sujiwo Tewo mengungkapkan hal yang paling menarik dalam film Mangkujiwo 2 yang diperkuat oleh dirinya, Yasamin Jasem, Karina Suwandi, Marthino Lio, Djenar Maesa Ayu, dan yang lainnya. Yaitu saat ada pernyataan kebenaran adalah dusta yang terbaik.

“Yang paling menarik bagi saya pribadi, nggak tahu bagi yang lain, ketika mengatakan kebenaran adalah dusta yang terbaik. Karena ini ralelate banget dari nasihat kiai saya,” kata Sujiwo Tejo di bilangan Epicentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/1).

“Tidak ada di kitab suci berlomba-lomba lah dalam kebenaran. Yang ada berlomba-lomba lah kamu di dalam kebaikan. Kenapa ? Karena kebenaran itu relatif,” lanjut pria kelahiran Jember, Jawa Timur itu.

Sujiwo Tejo mengungkapkan, pernyataan tersebut terimplementasi dengan baik dalam film Mangkujiwo 2. Menurutnya, film arahan sutradara Azhar Kinoi Lubis itu memiliki pesan penting yang hendak disampaikan kepada penonton.

“Aku diskusi sama banyak ahli pemasaran ternyata penentuan pemasaran itu emosional, bukan rasional. Film Mangkujiwo ingin mengingatkan bahwa hidup itu tidak serasional yang dipikirkan,” paparnya.

Selain itu, Sujiwo Tejo juga mengungkapkan hal yang paling disukainya dalam film Mengkujiwo 2. Yaitu saat dia melakukan perapalan mantra.

“Dunia mantra, boleh dikatakan duniaku sehari-hari sebagai seorang dalang. Di zaman bapakku jadi dalang, kalau kamu mendalang di suatu tempat dan ada yang kecurian di radius 500 meter, besoknya malingnya tidak ketemu, kamu berhenti jadi dalang. Kamu nggak dipercaya. Dalang harus tahu itu,” paparnya.

Untuk mantra yang dibaca dalam film Mengkujiwo 2, Sujiwo Tejo mengaku mantra itu dikarangnya sendiri secara bebas tanpa ada kekuatan mistis atau spiritual di dalamnya. Namun dibaca dengan cukup meyakinkan layaknya sedang membaca mantra sungguhan.

“Kalau aku baca mantra aslinya takutnya ditiru. Jujur saja aku karang sendiri. Kalau kamu mendalang kamu akan akrab dengan itu. Tapi kadang Kinoi terlalu membebaskan aku juga sampai pusing sendiri,” akunya.

Film Mangkujiwo 2 menceritakan tentang sekte Mangkujiwo yang semakin memperlihatkan kekuasaannya. Memberikan penggambaran tentang taktik, intrik politik dalam perebutan kuasa dan kekayaan. Film ini menjadi satu kesatuan dalam “semesta kuntilanak”. Sebagai pengingat, Mangkujiwo ini merupakan sekte yang disebutkan dalam Kuntilanak 1 versi Julie Estelle dan Evan Sanders.

Mangkujiwo mengangkat kisah Brotoseno dan ambisinya setelah Pengilon Kembar telah dipersatukan. Pada film Mangkujiwo 2020, sosok Uma (Yasamin Jasem) adalah karakter penting dalam perjalanan Brotoseno mengendalikan dan menjinakan Kuntilanak.

Pada Mangkujiwo 2, Uma yang tak lagi remaja mulai mengenal cinta pada sosok Rimba (Marthino Lio). Rimba sangat peduli pada Uma dan menunjukkan rasa cinta serta pedulinya dengan menjadi sangat protektif kepada Uma. Rasa cinta dan peduli Rimba itu justru membongkar rahasia Mangkujiwo.

Source