Instruksi Kapolri: Kapolres Harus Bantu Program Turunkan Stunting

11

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk ikut membantu program Pemerintah. Terutama, soal menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia.

Sigit menegaskan, jajarannya khususnya para Kapolres di seluruh Indonesia harus turun langsung ke lapangan. Tujuannya, untuk mengecek apabila ada orang tua dan anak yang membutuhkan tambahan gizi.

Apabila, di wilayahnya terdapat hal itu, Sigit menyebut, seluruh jajaran kepolisian harus turun untuk membantu menyalurkan kebutuhan gizi bagi anak maupun ibu yang sedang mengandung atau hamil. Tujuannya, agar terpenuhinya gizi yang baik.

“Sudah saya perintahkan kepada seluruh jajaran, seluruh Kapolres untuk mengecek betul di wilayah masing-masing. Sehingga kemudian, Polri bisa ikut membantu untuk menyalurkan kebutuhan bagi masyarakat. Bagi ibu-ibu yang hamil yang memang membutuhkan tambahan untuk gizi, dan anak-anak yang sedang masa pertumbuhan,” kata Sigit di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu, (25/1).

Sigit lantas mencontohkan kejadian yang viral di media sosial. Yakni, saat seorang ibu memberikan bayinya kopi susu saset.

“Kebetulan anggota kami melihat viral, ada anak bayi karena keinginan orang tua berikan susu. Kemudian memberikan susu tapi yang ada di dalam saset instan, kopi susu. Ini sudah kita tindaklanjuti,” ujar Sigit.

Selain memastikan jajarannya di wilayah sudah langsung turun ke lapangan untuk mengecek peristiwa tersebut. Sigit juga bilang, kalau pihaknya sudah memberikan bantuan kepada ibu dan bayinya.

“Awalnya bingung karena didatangi polisi. Tapi, setelah itu kita berikan bantuan untuk menambah gizi. Khususnya kebutuhan anak tersebut,” ucap Sigit.

Soal menurunkan angka Stunting, Sigit menjelaskan bahwa Polri di seluruh wilayah memiliki rumah sakit dengan dokter yang mumpuni. Fasilitas kesehatan itu sudah memiliki pengalaman dalam membantu masyarakat saat penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, pengalaman menangani pasien Covid-19 dapat kembali diimplementasikan dalam rangka membantu program pemerintah menurunkan angka Stunting di seluruh Indonesia.

“Kami memiliki rumah sakit-rumah sakit dan dokternya di seluruh wilayah. Dan kita pernah punya pengalaman merawat pasien Covid-19. Saya minta ini juga bisa diterapkan dalam membantu mengejar target menurunkan angka stunting,” tutup Sigit.

Source