Jelang KTT ASEAN, Heru Larang Proyek Galian di Jalan Protokol Jakarta

14

JawaPos.com – Dinas Bina Marga DKI Jakarta meneruskan pesan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono agar proyek galian di jalan-jalan protokol Ibu Kota mesti ditahan mulai Maret mendatang. Hal itu dalam rangka menyambut pertemuan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 yang akan diselenggarakan pada September mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).

“Itu kalau mau gali-menggali mungkin bisa bulan-bulan ini sampai bulan depan lah,” ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugraha kepada wartawan, Kamis (26/1).

Ia meminta agar menuju bulan September, sudah tak ada lagi proyek-proyek galian di jalan protokol Ibu Kota.

“Ya kalau di pinggir-pinggir masih di timur pinggiran, monggo aja. Tapi kalau protokol itu sudah kita larang,” terangnya.

Hal itu perlu dilakukan karena menurut Hari, galian-galian ditakutkan akan menggganggu para tamu negara untuk menghadiri KTT ASEAN tersebut.

“Ya namanya kan tamu-tamu negara, terganggu kalau ada galian-galian gitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melihat persiapan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2023 di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam kunjungan tersebut, Heru bersama Retno meninjau sejumlah ruangan yang berada di JCC, seperti Balai Pertemuan (Assembly Hall), Ruang Sidang (Plenary Hall), Ruang Cendrawasih, Ruang Pameran (Exhibition Hall), hingga ke kawasan parkiran.

Berdasarkan tinjauan itu, Heru mengaku bahwa gedung JCC isudah siap untuk dijadikan venue KTT ASEAN tahun 2023. Namun begitu, tetap harus dipersiapkan lebih baik lagi. Apalagi, JCC sudah terbiasa menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event skala nasional maupun internasional.

“Kita akan persiapkan lebih baik lagi untuk venue-venue yang akan digunakan dalam penyelenggaraan KTT ASEAN 2023. Karena, sukses Jakarta untuk Indonesia,” ujarnya dengan menyertakan slogan kebanggannya, Kamis (12/1).

Source