Jokowi Sebut Tak Bisa Intervensi Tuntutan 12 Tahun Penjara Bharada E

13

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo dan kawan-kawan. Hal tersebut ditegaskan Jokowi, terkait permohonan ibu dari salah satu terdakwa, Richard Eliezer alias Bharada E atas keadilan hukuman yang dituntutkan kepada anaknya.

“Saya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan,” kata Jokowi kepada awak media usai meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung, Jakarta, Selasa (24/1).

Menurutnya, intervensi tidak bisa dilakukan tidak hanya pada kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo saja, melainkan pada semua kasus hukum. “Bukan hanya kasus FS saja, untuk semua kasus, tidak (intervensi),” imbuhnya.

Kepala Negara juga menegaskan, semua pihak harus menghormati proses hukum yang tengah berjalan dalam kasus tersebut. “Kita harus menghormati proses hukum yang ada di lembaga-lembaga negara yang sedang berjalan,” tegasnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan media nasional bahwa ibu dari salah satu terdakwa yaitu Richard Eliezer, meminta keadilan atas tuntutan 12 tahun penjara terhadap anaknya, yang dinilai terlalu tinggi karena status anaknya sebagai justice collaborator (JC).

Source