Jababeka Net Zero Cluster dibangun di atas kawasan industri yang berusia lebih dari 30 tahun. Menjadi kawasan industri pertama di ASEAN yang berasal dari negara berkembang yang tergabung dalam jaringan WEF

Jakarta (ANTARA) – Salah satu kawasan industri di Indonesia yakni PT Jababeka Tbk menyampaikan kesiapan dan langkah-langkah penyusunan peta jalan Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dalam mewujudkan Jababeka Net Zero Industrial Cluster 2050.

Hal tersebut disampaikan saat berpartisipasi dan mengisi panel pada sesi Indonesia’s ASEAN Business Advisory Council (BAC) Chairmanship in 2023 dalam World Economic Forum (WEF) Annual Event di Accenture Lounge, Davos- Swiss.

“Jababeka Net Zero Cluster dibangun di atas kawasan industri yang berusia lebih dari 30 tahun. Menjadi kawasan industri pertama di ASEAN yang berasal dari negara berkembang yang tergabung dalam jaringan WEF,” kata Managing Director Jababeka Infrastruktur Agung Wicaksono lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Agung menyampaikan, Jababeka bersama para partner dan tenan yang memiliki komitmen secara kolektif akan menyuarakan kebutuhan tenan terkait produk dan jasa berkelanjutan.

Selain itu, lanjut Agung, Jababeka juga menyuarakan kebutuhan penggunaan energi baru dan terbarukan hingga potensi kolaborasi yang dapat berpengaruh secara signifikan dalam sektor industri di Jababeka.

Agung Wicaksono menyampaikan, hadirnya Kawasan Industri Jababeka-Cikarang di dalam peta kawasan industri di dunia pada WEF diharapkan memberikan kebanggaan bagi Indonesia dan ASEAN.

“Bertepatan juga dengan 2023 ini Indonesia menjadi chair dari ASEAN, semoga komitmen sebagai kawasan industri pertama di ASEAN menuju netzero ini terus berlanjut,” ujar Agung.

Agung menambahkan, langkah berikutnya yang dilakukan pihak Jababeka adalah menyusun peta jalan dekarbonisasi Kawasan Industri Jababeka-Cikarang bersama para tenant dan Pertamina selaku mitra energi.

“Kami mengajak tenan bersama-sama menyusun baseline dan strategi untuk dekarbonisasi sesuai dengan kebutuhan proses bisnis dan kesesuaian dengan teknologi yang terus dikembangkan. Karena target mencapai Indonesia Net Zero di tahun 2060, hanya bisa dicapai dengan kawasan industri netzero lebih awal dari itu, karenanya kami menetapkan 2050 sebagai target,” kata Agung.

WEF adalah organisasi internasional independen yang setiap tahunnya mengadakan acara dengan melibatkan pemimpin bisnis, politik, akademik dan masyarakat lainnya untuk membentuk agenda global, regional dan industri.

Sejak 2021, WEF bersama Accenture dan EPRI, meluncurkan inisiatif global untuk mendukung klaster industri mencapai karbon netral. Di mana sektor industri berkontribusi terhadap 30 persen emisi karbon global, sehingga klaster industri adalah pemain kunci dalam mempercepat jalan menuju karbon netral.

Pada pertemuan rutin 19 Januari 2021 di Davos, WEF mengumumkan 9 kluster industri tambahan yang masuk sebagai signatory sehingga menjadi 17 kluster.

Pada annual event tahun ini , WEF juga meluncurkan Annual Report 2023 Transitioning Industrial Clusters towards Net Zero, di mana Jababeka Net Zero Industrial Cluster diumumkan masuk ke dalam salah satu daftarnya.

Baca juga: Pertama di Asia Tenggara, Jababeka jadi klaster industri nol emisi

Baca juga: Jababeka siapkan kawasan “Silicon Valley” Indonesia

Baca juga: Telkomsel-Jababeka kolaborasi bangun ekosistem teknologi bagi industri

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2023

antaranews