LAMR Sebut Agama Melarang Perilaku LGBT

15

JawaPos.com–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengatakan, agama melarang perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menurut dia, Allah SWT sangat marah karena mendekatkan negeri kepada kebinasaan.

”Perilaku LGBT dapat memberikan pengaruh buruk dalam kehidupan masyarakat dan generasi muda sehingga agama menetapkan LGBT menyimpang dalam ketentuan adat dan resam Melayu,” kata Datuk Seri Taufik Ikram Jamil seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru, Selasa (24/1).

”Di dalam adat Melayu yang bersendikan syarak, dan syarak bersendikan kitabullah, berlaku prinsip, syarak bicara adat memakai maka dengan memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wataala, LAMR Provinsi Riau mengeluarkan fatwa atau memutuskan bahwa menolak paham perilaku menyimpang LGBT,” ucap Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Selain itu, LAMR juga menolak keberadaan organisasi LGBT dalam bentuk apa pun dan menegaskan bahwa paham perilaku tersebut bertentangan dengan nilai-nilai budaya Melayu.

”LAMR mendesak pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Riau membuat Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau tentang LGBT dan kepada penegak hukum untuk melarang dan atau tidak memberikan izin terhadap kegiatan apapun yang berhubungan dengan kelompok LGBT seperti melalui panggung seni, olah raga, selebaran, dan poster,” ujar Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Dia mengatakan, LAMR meminta pemerintah daerah membuat langkah-langkah untuk menghilangkan penyakit masyarakat tersebut dari bumi lancang kuning. Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan keluarga untuk selalu waspada terhadap perkembangan kelompok itu, sembari menjaga keluarga dan lingkungan dari penyebaran LGBT.

”LAMR kabupaten/kota, LAMR kawasan, LAMR kecamatan, LKAM luhak/kenegerian/kepenghuluan, pebatinan/batin se-Riau untuk mengawasi perilaku LGBT dengan berbagai bentuk kegiatan LGBT di daerah masing-masing dan dapat memberikan sanksi adat atas perilaku LGBT sesuai dengan kearifan lokal masing-masing masyarakat komunitas adat,” tutur Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Dia menambahkan, pemerintah daerah juga perlu menyosialisasikan bahaya LGBT untuk pencegahan dini serta melibatkan lintas instansi dan memberikan pengobatan melalui konsultan psikologi, medis, dan pendekatan agama bagi yang bermasalah.

Source