JawaPos.com–Museum Anak Anpanman, tokoh anime pahlawan berkepala roti, turut membangkitkan nostalgia bagi generasi yang lahir pada 90-an. Pada Sabtu (21/1), tidak hanya anak-anak, orang dewasa mengantre untuk memasuki museum di Kota Yokohama.

Salah satu pengunjung warga negara Indonesia yang tinggal di Kota Ibaraki, Ismail, mengatakan memilih mengunjungi museum tersebut karena karakter Anpanman begitu dekat dengan anak-anak di Jepang. ”Saya membawa anak-anak ke sini karena karakter Anpanman begitu disenangi,” kata Ismail seperti dilansir dari Antara.

Pria yang sudah bermukim selama 20 tahun di Jepang itu mengaku sering kali melihat karakter Anpanman, tetapi kunjungan ke museum tersebut merupakan yang pertama kali. ”Jalan-jalan ke sini untuk membahagiakan anak,” ujar Ismail.

Anpanman berasal dari buku yang ditulis Takashi Yanase pada 1973. Seri tersebut kemudian diadaptasi ke dalam anime yang berjudul Soreike Anpanman! (Let’s Go Anpanman) pada 1988.

Serial itu juga sempat menghiasi layar kaca televisi Indonesia pada awal 2000-an, tetapi tidak bertahan lama. Meskipun tidak sepopuler anime Jepang lain seperti Doraemon dan Crayon Shinchan, Anpanman masih sangat diminati anak-anak di Jepang dan masih eksis di tahun ke-50 sejak kemunculan pertamanya.

Pada 2009, serial Anpanman diakui Guinness World Record sebagai karakter dengan jumlah terbanyak. Tidak heran, saat akhir pekan apalagi saat liburan sekolah, Museum Anpanman tidak pernah sepi pengujung baik anak-anak maupun para orang tua yang bernostalgia menyaksikan aksi karakter itu dan kawan-kawannya melawan Baikinman.

Museum Anak Anpanman terdiri atas tiga lantai. Lantai 1 merupakan area berbelanja yang terdiri atas restoran, toko suvenir, permainan yang semuanya serba Anpanman. Pengujung dapat memasuki area tersebut tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, lantai 2 dan 3 merupakan aula pertunjukan berbagai karakter Anpanman termasuk Uncle Jam dan museum yang menjadi tempat bermain anak. Untuk bisa masuk ke area itu, pengunjung harus merogoh kocek 2.200 hingga 2.600 yen (sekitar Rp 270.000-Rp 310.000) per orang.

Source