Neraca Dagang, Penganggur Didominasi Sarjana, dan Kasus WanaArtha Life

9

JawaPos.com – Top 3 berita ekonomi sepanjang pekan ini dimulai dari pengumuman hasil neraca dagang Indonesia yang tercatat surplus selama 32 bulan berturut-turut. Per Desember 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia tembus USD 3,89 miliar.

Lalu, diikuti dengan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menyebut pengangguran di Indonesia didominasi lulusan SMA hingga sarjana. Terakhir, berita soal pembentukan tim likuidasi WanaArtha Life yang dikritisi para nasabah atau pemegang polis (pp).

Lebih lengkap, berikut ini tiga berita ekonomi teratas alias Top 3 ekonomi selama sepekan terakhir.

1. Neraca Dagang Surplus, Per Desember 2022 Tembus USD 3,89 Miliar

Neraca perdagangan barang kembali mencatat surplus selama 32 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Per Desember 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia tembus USD 3,89 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia sampai Desember 2022 surplus selama 32 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Kepala BPS Pusat Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/1).

Margo menjelaskan, surplus neraca perdagangan ditopang oleh perkembangan ekspor yang tercatat sebesar USD 23,83 miliar dan impor mencapai USD 19,94 miliar.

Margo menyebut, surplus neraca dagang pada Desember 2022 ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas sebesar USD 5,61 miliar dengan komoditas penyumbang terbesar, yaitu bahan bakar mineral (HS 27), Lemak dan Minyak Hewan/Nabatii (HS 15), serta Besi dan Baja (HS 72).

Sedangkan untuk komoditas migas tercatat defisit USD 1,73 miliar. Komoditas penyumbang defisitnya adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Sementara itu, secara kumulatif alias sepanjang tahun 2022 dari Januari-Desember 2022 neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar USD 54,46 miliar dan tumbuh sebesar 53,76 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.

2. Angka Pengangguran Didominasi Lulusan SMA hingga Sarjana

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan ironi ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari angka pengangguran yang didominasi lulusan SMA hingga sarjana. Selain itu, dari sisi wilayahnya lebih banyak di kota namun kemiskinan lebih tinggi di desa.

Source