JawaPos.com – Mengaku sebagai dukun pengganda uang, beberapa Tenaga Kerja Wanita (TKW) ternyata juga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Dede Solehudin, salah satu komplotan Wowon. Dede Solehudin menipu para TKW itu atas perintah Wowon.

Dia menipu para TKW dengan iming-iming bisa menggandakan uang yang disetorkan para TKW. Atas iming-iming itulah, para korban TKW dari berbagai negara ini menggumpulkan uang kepada pelaku Dede Solehudin.

“Pelaku Dede ini mengumpulkan dana dari para TKW dengan dijanjikan bisa digandakan,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (20/1).

Tak hanya dijanjikan uang oara korban bisa digandakan, pelaku Dede juga menjanjikan para korban TKW dengan rumah yang megah. Rumah yang megah itu, nantinya bisa dimiliki para TKW ketika mereka telah pulang ke Indonesia. Sayangnya janji manis pelaku Dede ini ke para korban hanyalah janji kosong. Uang yang diserahkan para korban malah raib dibawa kabur pelaku.

“(Para) Korban dijanjikan rumah bagus ketika mereka pulang ke Indonesia. Tapi hanyalah janji belaka,” ujarnya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).

Diketahui, Polda Metro Jaya telah manangkap tiga pelaku kasus keracunan di Bekasi. Dari hasil pemeriksaan, salah satu pelaku bernama Wowon alias Aki (60) telah membunuh 9 orang. Dari 9 orang itu kebanyakan sudah menjadi kerangka, pasalnya pembunuhan yang dilakukan pelaku dalam waktu yang sudah lama.

Dari 9 orang yang telah dibunuh Woman itu, awalnya pihak kepolisian menumukan 4 kerangka mayat di daerah Cianjur, kemudian satu dalam proses pencarian. Sementara itu, satu korban di Garut, Jawa Barat sempat sibuang ke laut, namun korban pun akhirnya ditemukan dan dikuburkan dengan sewajarnya.

Dan terbaru, tiga korban di Bekasi bernama Ai Maimunah, 40, yang diketahui merupakan istri Wowon, Ridwan Abdul Muiz, 20, dan Muhammad Riswandi, 16, yang merupakan anak Ai Maimunah. “Di Cianjur ada 4 kerangka, kemdian ada pengakuan tersangka satu kerangka lain dalam pencarian. Di Garut ada satu orang dikubur setelah sebelumnya dibuang ke laut dan di Bekasi 3 orang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di PMJ, Jakarta Selatan.

Source