Ngeri Angka Laka di Gresik, Masifkan Pasang Spanduk di Jalur Tengkorak

6

JawaPos,com- Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Gresik melonjak pada 2022 lalu. Bahkan, jumlah korban meninggal dunia termasuk dalam sepuluh besar di Jatim.  Upaya untuk dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas itu terus dilakukan jajaran Satlantas Polres Gresik.

Beberapa di antara upaya tersebut memasang banner atau spanduk imbauan di jalur rawan kecelakaan atau blackspot. Senin (23/1), misalnya Unit Kamsel Satlantas Polres Gresik memasang banner itu di simpang tiga exit tol Manyar. Bunyinya: Hati-Hati Daerah Rawan Kecelakaan.

Pemasangan banner di kawasan rawan kecelakaan itu dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Azmi. “Ini sebagai salah satu langka meminimalkan angka laka lantas di wilayah rawan. Salah satunya di Kecamatan Manyar,” katanya kepada awak media.

Memang, wilayah hukum Kecamatan Manyar memang kerap terjadi korban kecelakaan yang menelan korban jiwa. Banyak kendaraan besar yang melintas membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. Bahkan, mayoritas kecelakaan melibatkan kendaraan besar dengan sepeda motor.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Wiji Mulyono menjelaskan, selain di wilayah Kecamatan Manyar, ada sejumlah titik lain yang termasuk blackspot. Yakni, Jalan Raya Ambeng-Ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, dan Jalan Raya Krikilan, Driyorejo.

’’Jalur tersebut menjadi lokasi yang paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kami mengimbau pengendara agar selalu berhati-hati dalam berkendara. Utamakan keselamatan, taati aturan,” ungkapnya.

Peristiwa kecelakaan di Gresik wajib menjadi perhatian serius. Pasalnya, Satlantas Polres Gresik mencatat jumlah kecelakaan pada 2022 meningkat drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Termasuk tingkat fatalitas kecelakaan dari jumlah korban maupun kerugian material.

Pada 2022 lalu, Polres Gresik mencatat ada sebanyak 1.020 peristiwa kecelakaan. Angka itu meningkat 158 persen jika dibandingkan pada 2021, yang hanya 645 peristiwa. Sebagian besar kecelakaan itu didominasi kendaraan roda dua. Jumlahnya mencapai 1.314 buah sepeda motor yang terlibat.

Rentetan peristiwa kecelakaan dalam setahun terakhir itu juga mengakibatkan 240 orang meninggal. Total akumulasi kerugian mencapai Rp 1,8 miliar. Mayoritas peristiwa disebabkan kelalaian para pengemudi ada 792 kecelakaan.

Kemudian, diikuti kurang berhati-hati pengendara saat melakukan putar balik sebanyak 120 kasus, tidak hati-hati saat mendahului kendaraan 108 kasus, dan tabrakan dari arah depan-samping 236 kasus.

KECAMATAN DENGAN TINGKAT KECELAKAAN TERTINGGI

Kecamatan Driyorejo

  • Jumlah: 133 peristiwa
  • Meninggal: 62
  • Luka berat: 0
  • Luka ringan : 225

Kecamatan Kebomas

  • Jumlah: 104 peristiwa
  • Meninggal: 30
  • Luka berat: 0
  • Luka ringan: 133

Kecamatan Manyar

  • Jumlah: 92 peristiwa
  • Meninggal: 35
  • Luka berat: 0
  • Luka ringan: 90

Sumber: Satlantas Polres Gresik

 

Source