JawaPoscom-PP PBSI memberikan perhatian serius soal asupan gizi dan kehigienisan makanan peserta Indonesia Masters 2023.

Sebab, tahun lalu terdapat beberapa atlet dari Malaysia yang mengalami keracunan makanan. Sehingga tidak bermain maksimal di pertandingan dan ada juga yang mundur.

Apalagi, pekan lalu di India Open, persoalan makanan yang membuat pemain sakit atau tak enak badan sudah terjadi. Dua pemain Tiongkok, Wang Yilyu (ganda campuran) dan Chen Qincheng (ganda putri), menjadi korbannya.

Sekjen PP PBSI Fadil Imran menyatakan, keracunan makanan menjadi persoalan yang sangat rentan bagi pemain. ”Karena tradisi makan pebulu tangkis beda-beda caranya. Kami (harus) memperketat penjagaan dan supaya atlet-atlet ini makan yang disajikan hotel saja,” ujar Fadil.

Fadil yang juga menjabat Kapolda Metro Jaya memastikan sudah mendapat tambahan bantuan dari satuannya untuk mengecek keamanan makanan buat para pemain.

Fadil juga meminta meski ada fasilitas pesan dan antar makanan via aplikasi, hal itu sebaiknya dihindari. ”Mudah-mudahan para atlet disiplin dan tak keluar (hotel) meski dekat mal,” ujarnya.

Fadil sangat mewanti-wanti pemain tetap sehat selama turnamen. Hal itu agar seluruh pertandingan bisa diselenggarakan dengan baik.

Atau tanpa ada pemain walk out karena keracunan makanan. Apalagi, Fadil memastikan bahwa tiket dijual dengan kapasitas 100 persen.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung menyatakan, selama ini dirinya biasa makan di mal sekitar Senayan. Untungnya, tidak pernah ada kasus keracunan.

”Pekan lalu saat ikut India Open juga dapat bantuan dari kedutaan Indonesia di sana. Jadi, makan kami full dari kedutaan,” tutur Grego –sapaan Gregoria Mariska Tunjung.

Source