JawaPos.com= Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya meluncurkan Sistem Informasi Prasarana Sarana Utilitas (Sipsu). Lewat aplikasi itu, warga bisa memantau status fasum dan fasos di perumahan yang mereka tempati.

Kepala DPRKPP Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, sejumlah pengembang belum menyerahkan fasum dan fasos kepada pemkot. Bahkan, ada perumahan yang sudah ditinggal pengembangnya. Alhasil, lahan tersebut tidak terawat. ”Banyak warga yang menanyakan status fasum dan fasos itu. Apakah sudah diserahkan ke pemkot atau belum,” tuturnya kemarin (22/1).

Aplikasi Sipsu dilengkapi dengan peta dan lokasi. Ada pula fitur live chat bagi warga yang hendak bertanya langsung tentang persoalan lain. Lewat aplikasi itu, DPRKPP juga membuka ruang bagi warga yang hendak menyerahkan PSU ke pemkot. ”Jika kesulitan, kami menyediakan petugas pendamping,” tutur Irvan.

Oleh pemkot, beberapa fasum dan fasos dimanfaatkan untuk penyediaan infrastruktur kota. Misalnya, pembangunan radial road di kawasan Lontar. Sebanyak 80 persen lahan jalan lingkar penghubung JLLB dan JLLT itu merupakan milik pengembang perumahan. ”Pembangunan jalan bisa memanfaatkan PSU dari perumahan,” jelas Irvan.

Tahun ini DPRKPP berupaya meningkatkan penyerahan PSU. ”Targetnya, 35 perumahan menyerahkan PSU. Tahun lalu ada 30 pengembang yang menyerahkan PSU,” jelas mantan kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya itu.

Source