Pendapatan Naik 71%, Tahun 2022 Jadi Periode Kinerja Terbaik DOID

31

PT Delta Dunia Makmur Tbk dengan kode bursa DOID mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan di 2022, sekaligus terbaik sepanjang operasional perseroan.

Presiden Direktur Delta Dunia Makmur Ronald Sutardja mengatakan, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$1,554 miliar (sekitar Rp24 triliun) atau mengalami kenaikan sebesar 71% dibandingkan tahun sebelumnya,

Sementara dari sisi EBITDA, perusahaan induk yang bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan batu bara melalui entitas anak usaha ini, membukukan US$365 juta atau sekitar Rp5,6 triliun. Angka tersebut naik sebesar 56% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami tahun lalu juga mencatatkan laba bersih sebesar US$ 29 juta, atau sekitar Rp448,1 miliarsedangkan produksi batu bara 87 juta ton, meningkat 61% year-on-year. Overburden removal meningkat 68% year-on-year atau 547 juta Bank Cubic Meter (BCM),” kata Ronald pada acara Media Roundtable: Diskusi Kinerja Bisnis PT Delta Dunia Makmur Tbk tahun 2022, dan Inisiatif ESG Perusahaan yang digelar di Jakarta (28/3), dalam keterangan tertulis.

Ronald menambahkan, perseroan menempati posisi sebagai kontraktor pertambangan nomor dua terbesar di Indonesia melalui operasional di Indonesia dan Australia. Selain itu, masuk jajaran level 1 kontraktor pertambangan di Australia.

“Kami memiliki operasi di Indonesia dan Australia, dua dari geografi pertambangan terbesar di dunia,” katanya. 

Lebih lanjut, perseroan mencatat orderbook yang solid dengan penambang global di berbagai wilayah geografis serta lintas komoditas dan disiplin, seperti batu bara termal, batu bara metalurgi, logam dasar, rehabilitasi wilayah pertambangan, Engineering Procurement Construction (EPC), dan infrastruktur.

Orderbook perseroan tercatat bertumbuh dari AUD0,6 miliar di tahun 2021 menjadi AUD 2,3 miliar pada 2022. Selain meningkat hampir 4 kali lipat, 76% komoditas yang dihasilkan di Australia adalah 1 metallurgical coal. Ekspektasi pertumbuhan komoditas metallurgical coal ini diharapkan sebesar 1,5 kali sepanjang 2050 mendatang.

Ronald menuturkan, nilai kontrak juga semakin kuat setelah perseroan melakukan akuisisi, dengan tambahan klien tier 1, termasuk pemerintah negara bagian Queensland, BHP Billiton dan Mitsubishi Alliance (BMA). 

“Kontrak jasa pertambangan BUMA Australia (orderbook) meningkat 4 kali lipat sejak diakuisisi, dengan pertumbuhan signifikan di produksi komoditas batu bara metallurgical,” ujarnya.

Memasuki tahun 2023, perseroan memproyeksikan bisa mencetak EBITDA di kisaran US$ 335 juta–US$ 390 juta. Sementara di sisi revenue, perseroan memproyeksikan bisa mencetak angka antara US$ 1,525 hingga US$ 1,675 miliar pada 2023. 

Ronald menyebutkan, di tahun ini perseroan menargetkan kenaikan volume produksi konsolidasi, dengan target overburden removal yang diproyeksikan mencapai 560 juta–630 juta Bank Cubic Meter (BCM). Sedangkan produksi batu bara ditargetkan mencapai 75-80 MT.

DOID menjalankan kegiatan usaha utamanya sebagai jasa kontraktor pertambangan batu bara melalui entitas anak. Mulai tahun lalu perseroan memperluas diversifikasi portfolionya sehingga saat ini memiliki 4 entitas anak dengan portofolio bisnis yang beragam.

Pertama ada PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), kontraktor penambangan batu bara yang didirikan pada 1998. Dengan pangsa pasar 15%, BUMA menawarkan layanan kepada perusahaan batu bara dan pemain baru yang berpotensi tinggi. 

Kedua, BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia), kontraktor pertambangan yang didirikan pada 2021 melalui akuisisi bisnis Open Cut Mining milik Downer, dengan warisan sejak 1922.

Ketiga adalah PT Bukit Teknologi Digital (BTECH), penyedia solusi pertambangan yang inovatif yang berfokus pada pengembangan teknologi yang hemat biaya dan efisien untuk operasi di lokasi. 

Terakhir, ada PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), perusahaan yang berfokus pada aspek sosial yang memiliki semangat untuk mempromosikan pendidikan, pelatihan vokasional, pengelolaan limbah, dan daur ulang untuk menciptakan perekonomian yang rendah karbon dan sirkular ekonomi.

katadata