Penelitian: Orang Berpendidikan Tinggi Jarang Kena Gangguan Usus

10

JawaPos.com – Ternyata, ada hubungannya antara usus dengan kemampuan berpikir seseorang. Buktinya, penelitian mengaitkan kemampuan kognitif dan tingkat pendidikan seseorang dengan rendahnya risiko mengalami gangguan usus.

Orang berpendidikan tinggi dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, ternyata lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gangguan usus. Seseorang yang berpendidikan lebih cenderung memiliki kesehatan usus yang lebih baik daripada mereka yang tidak berpendidikan.

Mengapa demikian?

Sebuah studi oleh Landmark Edith Cowan University telah menemukan bahwa orang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki genetika tertentu yang mengurangi risiko masalah usus. Sebelumnya, para peneliti yang sama telah menemukan hubungan antara otak individu dan kesehatan usus mereka, atau dikenal sebagai poros usus-otak.

“Gangguan usus dan Alzheimer (pikun) mungkin tidak hanya memiliki kecenderungan genetik yang sama, tetapi mungkin juga dipengaruhi oleh variasi genetik yang mendasari pencapaian pendidikan,” kata penulis utama Profesor Simon Laws seperti dilansir dari diabetes.co.uk, Kamis (26/1).

 

Metode Penelitian

Selama studi skala besar, tim akademisi mengamati data genetik dari sekitar 766 ribu orang. Mereka menganalisis data tentang penyakit Alzheimer dan kondisi usus, seperti sindrom iritasi usus besar, divertikulosis, penyakit radang usus, penyakit tukak lambung, gastritis-duodenitis, dan penyakit gastroesophageal reflux.

Orang dengan pendidikan yang lebih tinggi dan kemampuan kognitif yang lebih baik lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan gangguan usus

 

Hasil Penelitian

Menurut hasilnya, penyakit gastroesophageal reflux (terkait pencernaan) dihubungkan dengan perkembangan demensia dan kognisi yang buruk. Penyakit gastroesophageal reflux diyakini menjadi faktor risiko gangguan kognitif.

Source