Perbedaan Pembunuhan Berantai Ryan Jombang dan Wowon dkk

12

JawaPos.com – Kasus pembunuhan berantai di Bekasi-Cianjur, Jawa Barat menggegerkan publik. Sebab, kasus semacam ini jarang terjadi. Kasus seperti ini yang pernah menghebohkan yakni pembunuhan oleh Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran sempat menyebut jika kasus di Bekasi-Cianjur mirip dengan Ryan Jombang. “Kalau kita ingat kasus terpidana Ryan Jombang kurang lebih sama,” kata dia beberapa waktu lalu.

Pembunuhan berantai Ryan Jombang sendiri terjadi pada rentang waktu 2006-2008. Sebanyak 11 orang menjadi korban kebiadaban Ryan.

Kasus ini terungkap setelah ditemukan potongan tubuh Heri Santoso di sebuah apartemen di wilayah Kebun Binatang, Ragunan, Jakarta Selatan pada 12 Juli 2008. Korban berprofesi seorang manajer perusahaan swasta di Jakarta.

Penemuan ini membuat warga yang kehilangan anggota keluarga membuat laporan polisi. Petugas kemudian melakukan penelusuran dan menemukan bekas kolam ikan di belakang rumah orang tua Ryan di Jombang. Setelah digali, didapatkan empat jasad korban lainnya yang sudha berbentuk kerangka.

Pada 6 April 2009, Ryan akhirnya dijatuhi vonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Kota Depok. Selanjutnya, Ryan banding hingga peninjauan kembali di tingkat Mahkamah Agung, namun seluruhnya ditolak.

Meski begitu, pembunuhan berantai Ryan Jombang dengan Wowon Erawan alias Aki dan kawan-kawan memiliki perbedaan cukup signifikan. Kasus Ryan Jombang pembunuhan didasari oleh persoalan cemburu.

Ryan diketahui memiliki orientasi seksual menyimpang berupa menyukai sesama jenis. Dia tak terima ada orang lain yang menggoda kekasih prianya. Lalu terjadi pembunuhan.

Sedangkan Wowon dan rekan-rekannya membunuh untuk mendapat keuntungan ekonomi. Mereka menipu warga dengan menjanjikan penggadaan uang. Namun, saat ditagih, korban akan langsung dibunuh.

Korban Ryan Jombang kebanyakan tidak memiliki hubungan keluarga. Sedangkan korban Wowon Erawan alias Aki cs mayoritasnya masih memiliku hubungan keluarga atau family tree. Ada yang berstatus sebagai mertua, istri hingga anak.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan kasus tewasnya tiga orang di Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak murni keracunan. Para korban dipastikan tewas akibat diracun. Korban meninggal adalah ibu dan anak atas nama AM, 35; RAM, 21; dan MR, 19.

“Dari fakta awal ada fakta baru bahwa narasi yang dikembangkan mati keracunan tidak benar, tapi itu pembunuhan,” kata Fadil.

Tak hanya itu, kasus ini disebut Fadil sebagai pembunuhan berantai. Masih ada korban-korban lain. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan 3 orang tersangka. Mereka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana 20 tahun penjara, atau penjara seumur hidup atau pidana mati.

Source