JawaPos.com–PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan menindak tegas kontraktor yang lalai menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Derison Siregar, 23, pekerja minyak, meninggal di sumur minyak di Desa Minas Barat, Kabupaten Siak, Riau.

”Jika ditemukan ketidakpatuhan dalam pelaksanaan kerja, akan membawa konsekuensi berupa tindakan tegas sampai dengan sanksi hitam dari daftar rekanan,” kata Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin seperti dilansir dari Antara.

Jaffee A. Suardin mengatakan, PT PHR menanggapi insiden kecelakaan kerja dengan serius dan melaksanakan proses investigasi bersama para pemangku kepentingan. Seperti SKK Migas Sumbagut, Ditjen Migas ESDM, Disnaker Riau, dan Kepolisian Daerah Provinsi Riau.

Dia mengatakan, semua pihak langsung terjun ke lapangan untuk memantau, menginvestigasi menyeluruh, dan memastikan aspek keselamatan pekerja menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasi.

”PHR meminta seluruh kontraktor/mitra kerja untuk menampilkan kinerja berkualitas dan melaksanakan kegiatan operasi dengan memperhatikan, mengedepankan, menerapkan K3 secara seksama, dan berkesinambungan,” ujar Jaffee A. Suardin.

PHR, kata dia, senantiasa mengupayakan keselamatan kerja dan akan terus menjadikan prioritas utama dalam operasi di WK Rokan. PT PHR merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km persegi berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi Pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan lingkungan.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau sudah membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan Derison Siregar, 23, pekerja minyak yang meninggal di sumur minyak wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR), di Desa Minas Barat, Kabupaten Siak.

”Pihak PHR sudah melapor secara resmi dan tim investigasi sudah memanggil PHR dan pihak terkait, karena yang meninggal adalah pekerja dari subkontraktor PHR,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau Imron Rosyadi.

Dia mengatakan, insiden itu termasuk pada kategori fatality, sebab korban baru berusia 23 tahun dan meninggal akibat tertimpa besi. Fatality itu merupakan kejadian pekerja yang tertimpa, terjatuh, tertabrak, sehingga pihaknya membentuk tim untuk mengecek standar keselamatan kerja dari PHR.

”Kami investigasi soal standar operasional prosedur, pembongkaran crane seperti apa lalu kenapa korban bisa tertimpa,” tutur Imron Rosyadi.

Derison Siregar, 23, pekerja asal Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, itu tewas saat pengeboran minyak. ”Kejadian itu berawal saat korban berangkat bersama rekannya ke lokasi Sumur Rig PHR di Area 5D-28 KM 33 Minas Barat, Rabu (18/1),” kata Kasatreskrim Polres Siak Iptu Toni Prawira.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak dengan posisi jongkok, kepala di atas meja floor dan tidak sadarkan diri. ”Selanjutnya saksi 2 bernama Octa berlari ke arah camp untuk mengambil tandu. Karyawan PT ACS lainnya langsung membawa korban dengan menggunakan mobil ke klinik PHR,” terang Toni.

Korban sampai di Klinik PHR pada pukul 09.15 WIB. Namun, tenaga medis PHR mengatakan korban sudah meninggal dunia. Kondisi korban mengalami cedera parah di kepala, kening, dan tangan sebelah kanan patah.

Toni menduga, penyebab kecelakaan kerja diduga akibat terlepasnya FOSV atau full opening safety valve dari pengait air hoist. Korban langsung dibawa ke rumah duka dan kasus ini ditangani Satreskrim Polres Siak.

Source