PKS Tak Permasalahkan AHY jadi Cawapres untuk Anies Baswedan

11

JawaPos.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak mempermasalahkan jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disandingkan menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk berpasangan dengan Anies Baswedan. Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan dari Koalisi Perubahan yang digagas oleh PKS, Nasdem, dan Demokrat.

“Gak ada masalah. Pokoknya calon yang pas dengan presiden (PKS, Ahmad Syaikhu, Red) dan kesepakatan kita,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (20/1).

Aboe menyebut, sosok Ketua Umum Partai Demokrat itu dinilai cukup ideal untuk mendampingi Anies Baswedan. Meski demikian, memang harus mendapatkan kesepakatan terlebih dahulu dari peserta Koalisi Perubahan.

“(AHY) baik, bagus, tinggal masalahnya kombinasi bertiganya harus sepakat semua,” tegasnya.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya telah menegaskan, pihaknya sejak awal memang menggelorakan semangat perubahan. Dia menampik jika Demokrat memaksakan kehendak mendampingi Anies Baswedan pada pesta demokrasi 2024.

“Saya tegaskan di sini, semangat perubahan itu sudah kami gelorakan. Justru kami yang pertama inisiasi semangat perubahan. Karena atas yang kami amati, kami meyakini bisa lakukan perubahan,” ucap AHY dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).

Pernyataan ini sekaligus merespons Partai NasDem yang menyatakan, koalisi akan bubar jika masing-masing dari ketiga partai memaksakan kehendaknya. Namun, AHY menegaskan, pendamping Anies harus mempunyai kans kemenangan pesta demokrasi 2024.

“Kami sepakat untuk tidak seperti itu. Kami ingin kalau koalisi ini mendapatkan restu itu bsia menghadirkan kemenangan yang bisa membawa harapan baru masyarakat Indonesia, melalui koalisi ini terbuka jalan itu,” papar AHY.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengakui, memang tidak boleh ada sikap memaksakan dalam membangun koalisi. Namun, pasangan tersebut diharapkan bisa membawa kemenangan.

“Memang tidak boleh saling memaksakan, tapi pasangan ini benar-benar yang saling merepresentasi gerakan perubahan dan harus bisa membawa kemenangan,” ujar AHY.

Source